{"id":524755,"date":"2026-10-07T09:17:00","date_gmt":"2026-10-07T02:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/07\/denny-indrayana-desak-dpr-segera-proses-pemakzulan-gibran\/"},"modified":"2026-10-07T09:20:18","modified_gmt":"2026-10-07T02:20:18","slug":"denny-indrayana-desak-dpr-segera-proses-pemakzulan-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/07\/denny-indrayana-desak-dpr-segera-proses-pemakzulan-gibran\/","title":{"rendered":"Denny Indrayana Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Gibran"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Pemohon perkara syarat pendidikan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a>, Denny Indrayana, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak dapat dimaknai sebagai penolakan terhadap substansi permohonan yang diajukannya.<\/p>\n<p>Denny mengatakan, MK memang tidak mendiskualifikasi Gibran karena proses Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 telah berakhir setelah pasangan calon terpilih dilantik.<\/p>\n<p>\u201cCara memahaminya pertama, putusan tidak diterima, bukan ditolak. Karena para pemohon bukan paslon <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pilpres-2024\/\">Pilpres 2024<\/a> sehingga tidak punya kedudukan hukum,\u201d kata Denny menanggapi putusan MK, Rabu, 7 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Menurut Denny, dalam pertimbangannya MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah SMA atau sederajat sebagaimana disyaratkan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l UU Pemilu.<\/p>\n<p>Denny menilai, hal tersebut berarti MK telah menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan sebagaimana ketentuan dalam UU Pemilu.<\/p>\n<p>Namun, Denny memahami MK tidak dapat menjatuhkan diskualifikasi terhadap Gibran karena yang bersangkutan telah dilantik sebagai Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.<\/p>\n<p>\u201cKarena sudah pelantikan, proses pemilu selesai, diskualifikasi calon wakil presiden sudah tidak dimungkinkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Denny kemudian menyoroti pertimbangan MK yang menyebut persoalan keterpenuhan syarat calon menjadi ranah lembaga lain yang memiliki kewenangan sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p>Atas dasar itu, ia menyatakan langkah selanjutnya adalah mendorong Gibran mengundurkan diri karena dinilai tidak lagi memenuhi syarat sebagai Wakil Presiden.<\/p>\n<p>\u201cMaka dari itu tindak lanjutnya mendesak Gibran mundur karena sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai wakil presiden,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Denny mendorong proses pemakzulan dimulai melalui DPR, MK, dan MPR. Ia juga meminta partai-partai <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.<\/p>\n<p>Denny mengatakan pihaknya juga akan melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu, termasuk persoalan etik penyelenggaraan Pemilu, kepada lembaga yang berwenang.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti karena berkaitan dengan proses yang membuat Gibran dapat lolos sebagai calon Wakil Presiden meski menurut pemahamannya tidak memenuhi syarat pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cMelaporkan soal-soal pelanggaran Pemilu termasuk etika penyelenggaraan Pemilu ke lembaga yang berwenang. Karena menyebabkan Gibran lolos proses pencalonan padahal tidak memenuhi syarat pendidikan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski MK tidak mengabulkan permohonan untuk mendiskualifikasi Gibran, Denny tetap mengapresiasi MK karena telah memeriksa perkara tersebut.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun tidak mendiskualifikasi, tetap terima kasih MK yang telah membuka pintu menyidangkan permohonan kami meskipun mudah saja menolaknya sejak awal,\u201d pungkas Denny.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524755?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Pemohon perkara syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Denny Indrayana, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tidak dapat dimaknai sebagai penolakan terhadap substansi permohonan yang diajukannya. Denny mengatakan, MK memang tidak mendiskualifikasi Gibran karena proses Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 telah berakhir setelah pasangan calon terpilih dilantik. \u201cCara memahaminya pertama, putusan tidak diterima, bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":524756,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-524755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=524755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":524757,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/524755\/revisions\/524757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/524756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=524755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=524755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=524755"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=524755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}