{"id":525055,"date":"2026-10-09T08:58:00","date_gmt":"2026-10-09T01:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/09\/hanya-pdip-berani-secara-vulgar-menyerang-gibran\/"},"modified":"2026-10-09T09:01:17","modified_gmt":"2026-10-09T02:01:17","slug":"hanya-pdip-berani-secara-vulgar-menyerang-gibran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/09\/hanya-pdip-berani-secara-vulgar-menyerang-gibran\/","title":{"rendered":"Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>0leh:Rosadi Jamani<\/b><\/p>\n<p><b>\u00a0 \u00a0<\/b><\/p>\n<p>DI antara sekitar partai besar, hanya <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pdip\/\">PDIP<\/a> berani secara vulgar menyerang Wapres Gibran Rakabumimg Raka. Yang lain masih kicep. Wajar sih, karena banteng di luar pemerintahan. Gerakan turunkan foto Gibran justru dimotori oleh PDIP.\u00a0<\/p>\n<p>Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Rojab Asy\u2019ari, dengan tenang menurunkan foto Wapres Gibran dari dinding ruang kerjanya. Alasannya sederhana, \u201cSaya malu.\u201d Malu punya Wapres belum bisa menunjukkan bukti ijazah setara SMA.\u00a0<\/p>\n<p>Foto Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> tetap terpasang manis. Foto Gibran dititipkan ke sekretariat, \u201csementara\u201d saja. Nanti kalau ada fakta hukum lebih meyakinkan, bisa dipasang lagi. Mirip sewa kos-kosan.<\/p>\n<p>Aksi ini viral. Rojab tegaskan ini sikap pribadi, bukan instruksi partai. DPP PDIP langsung bilang \u201ckami tidak pernah menyuruh\u201d, tapi juga tidak sebut mau kasih sanksi. Silakan saja, asalkan jangan bilang atas nama partai.<\/p>\n<p>Belum selesai. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira sempat menyarankan Gibran lebih baik mundur. \u201cLebih terhormat,\u201d katanya. Ada juga bilang Gibran bisa sambil jadi Wapres sambil ambil Paket C. Nuan bayangkan: pagi sidang kabinet, sore les Paket C. Multitasking level dewa.<\/p>\n<p>Lalu muncul Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR. Dia lebih \u201cmaju\u201d. Menurutnya, fakta paling penting dari putusan MK adalah Gibran sejak awal tidak memenuhi syarat jadi calon wakil presiden.\u00a0<\/p>\n<p>Dokumen administrasi diajukan ke <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> patut diduga cacat hukum. Karena sudah terpilih tapi melanggar syarat UU, maka \u201cpatut diduga telah terjadi pelanggaran hukum dan\/atau perbuatan tercela\u201d sebagaimana Pasal 7A dan 7B UUD 1945.\u00a0<\/p>\n<p>Puncaknya? Deddy bilang DPR sangat mungkin menindaklanjuti lewat Pansus atau <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/hak-angket\/\">Hak Angket<\/a>. Dari turunin foto di ruang kerja, sekarang naik kelas jadi \u201cbisa dibahas di Senayan\u201d.<\/p>\n<p>Yang paling absurd? Gibran itu dulu anak emas PDIP. Tahun 2019 dia daftar jadi kader. Tahun 2020 PDIP resmi mengusungnya jadi calon Walikota Solo. Dia menang telak dan dilantik. Semua di bawah bendera banteng.\u00a0<\/p>\n<p>Sekarang, setelah \u201cpindah kamar\u201d jadi Wapres bareng Prabowo, fotonya diturunkan, disuruh mundur, dan dibuka opsi pansus serta hak angket.<\/p>\n<p>Seperti mantan dulu bilang \u201ckamu yang terbaik\u201d, sekarang bilang \u201cmending kamu pulang aja, biar kami proses lebih lanjut\u201d.<\/p>\n<p>MK sendiri menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena pemohon tak punya legal standing. Tapi di pertimbangan, hakim tegas bilang tidak menemukan bukti meyakinkan, Gibran punya ijazah\/sertifikat\/diploma setara SMA.\u00a0<\/p>\n<p>Yang ada cuma certificate of attendance dan academic records. Ini dokumen lebih mirip bukti kehadiran, bukan kelulusan. Istana bilang \u201cbukan tidak ada, tapi belum ditemukan\u201d. Bahasa yang sangat kreatif.<\/p>\n<p>Secara hukum Gibran tetap Wapres. Secara moral dan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, beberapa kader PDIP sudah mulai menurunkan foto, menyarankan mundur, dan membuka opsi pansus.<\/p>\n<p>Politik penuh ironi. Yang dulu mengusung, sekarang menurunkan foto. Yang dulu mendukung, sekarang menyarankan mundur. Yang dulu bilang \u201cini kader kami\u201d, sekarang bilang \u201cini sikap pribadi\u201d sekaligus \u201ckami bisa buka pansus\u201d.<\/p>\n<p>Selamat datang di politik Indonesia, di mana foto di dinding bisa jadi barometer moral, saran mundur datang dari partai dulu jadi batu loncatan, dan hak angket jadi senjata pamungkas. Seru, atau justru makin absurd? Terserah.\u00a0<\/p>\n<p>Yang jelas, foto di dinding cuma kertas. Yang lebih penting adalah foto di kepala rakyat, dan itu belum bisa diturunkan dengan mudah.<\/p>\n<p>(Mantan wartawan)<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525055?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>0leh:Rosadi Jamani \u00a0 \u00a0 DI antara sekitar partai besar, hanya PDIP berani secara vulgar menyerang Wapres Gibran Rakabumimg Raka. Yang lain masih kicep. Wajar sih, karena banteng di luar pemerintahan. Gerakan turunkan foto Gibran justru dimotori oleh PDIP.\u00a0 Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK), Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Rojab Asy\u2019ari, dengan tenang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":525056,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-525055","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=525055"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525055\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":525057,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525055\/revisions\/525057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/525056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=525055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=525055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=525055"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=525055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}