{"id":525916,"date":"2026-10-14T16:50:00","date_gmt":"2026-10-14T09:50:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/14\/pakar-tak-semua-yang-sekolah-di-ln-otaknya-pinter-banyak-yang-bertempat-di-ruko-ruko\/"},"modified":"2026-10-14T17:03:14","modified_gmt":"2026-10-14T10:03:14","slug":"pakar-tak-semua-yang-sekolah-di-ln-otaknya-pinter-banyak-yang-bertempat-di-ruko-ruko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/14\/pakar-tak-semua-yang-sekolah-di-ln-otaknya-pinter-banyak-yang-bertempat-di-ruko-ruko\/","title":{"rendered":"Pakar: Tak Semua yang Sekolah di LN Otaknya Pinter, Banyak yang Bertempat di Ruko-Ruko"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ketiadaan bukti ijazah setingkat SMA milik Wakil Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> memantik reaksi keras dari berbagai pihak.<\/p>\n<p>Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, secara blak-blakan menyoroti aspek integritas dan mendesak adanya pertanggungjawaban moral atas skandal tersebut.<\/p>\n<p>Pernyataan tajam ini mencuat dalam sebuah video di kanal YouTube Hendri Satrio Official, di mana Agus menilai persoalan ini telah melampaui batas administrasi dan menyentuh langsung marwah kepemimpinan negara.<\/p>\n<p>Gelombang kritik ini bermula dari pertimbangan hukum hakim MK pada sidang pembacaan putusan perkara nomor 01\/PHPU.PRES-XXIV\/2026, 6 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Hendri membuka pertanyaan begini:<\/p>\n<p>&#8220;Apakah sekolah di LN sudah pasti pinter?&#8221; tanya Hendri.<\/p>\n<p>&#8220;Enggak pasti pinter, banyak sekolah di LN, tapi tempatnya di ruko-ruko, banyak di situ, banyak juga orang Indonesia sekolah di situ,&#8221; jawab Agus.<\/p>\n<p>Meski permohonan Denny Indrayana cs tidak dapat diterima karena alasan legal standing, MK secara eksplisit menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri milik Gibran yang dapat disetarakan dengan pendidikan minimal tamat SMA.<\/p>\n<p>Dokumen yang terlampir di pengadilan sebatas certificate of attendance, academic records, dan explanation of grades. Ketiga dokumen tersebut hanya membuktikan kehadiran fisik di kelas, bukan merupakan bukti kelulusan yang sah.<\/p>\n<p>Menanggapi fakta peradilan tersebut, Agus Pambagio yang lulusan master dari George Washington University itu menegaskan bahwa posisi Wakil Presiden menuntut standar moral dan etika tertinggi. Ketika fakta hukum terkait syarat pencalonan justru terungkap cacat di lembaga peradilan tertinggi, kredibilitas pemimpin negara menjadi taruhannya.<\/p>\n<p>Agus menekankan pentingnya rasa malu bagi seorang pejabat publik. Menurutnya, jika seorang pemimpin masih memiliki rasa malu setelah fakta ketidaklengkapan syarat ini terungkap ke publik, langkah paling terhormat yang harus diambil adalah mundur secara sukarela dari jabatannya.<\/p>\n<p>Walaupun MK tidak memiliki kewenangan langsung untuk mendiskualifikasi pejabat yang telah dilantik dalam putusan tersebut, Agus menilai desakan mundur ini adalah bentuk tanggung jawab moral yang tak bisa diabaikan.<\/p>\n<p>Menghadapi polemik ini, Gibran Rakabuming Raka menyatakan tetap menghormati putusan MK. Ia menepis keraguan publik dengan logika bahwa dirinya tidak mungkin bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1 di Singapura jika tidak lulus dari bangku SMA.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525916?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ketiadaan bukti ijazah setingkat SMA milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, secara blak-blakan menyoroti aspek integritas dan mendesak adanya pertanggungjawaban moral atas skandal tersebut. Pernyataan tajam ini mencuat dalam sebuah video di kanal YouTube Hendri Satrio [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":525917,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-525916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=525916"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":525918,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525916\/revisions\/525918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/525917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=525916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=525916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=525916"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=525916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}