{"id":525919,"date":"2026-10-14T17:03:00","date_gmt":"2026-10-14T10:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/14\/mahfud-md-anggap-indonesia-bangsa-yang-sakit-dana-bencana-dikorupsi-bnpb\/"},"modified":"2026-10-14T17:07:29","modified_gmt":"2026-10-14T10:07:29","slug":"mahfud-md-anggap-indonesia-bangsa-yang-sakit-dana-bencana-dikorupsi-bnpb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/14\/mahfud-md-anggap-indonesia-bangsa-yang-sakit-dana-bencana-dikorupsi-bnpb\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Anggap Indonesia Bangsa yang Sakit, Dana Bencana Dikorupsi BNPB"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2013 Mantan Menteri Koordinator bidang <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Indonesia Maju, Prof <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a> mengaku sangat sedih mendengar kabar yang tidak enak dari lingkungan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).<\/p>\n<p>Pasalnya, terjadi OTT <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a> terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan lembaga yang saat ini seharusnya fokus berjibaku melakukan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).<\/p>\n<p>\u201cSedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yang mengurusi bencana,\u201d tulis Mahfud MD dalam tweetnya di akun X pribadinya @mohmahfudmd, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (14\/10\/2026).<\/p>\n<p>Ia tak habis pikir bagaimana mungkin ada orang-orang yang tega melakukan tindak pidana korupsi di lingkungan BNPB.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) telah menangkap 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu yang diamankan yakni Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian.<\/p>\n<p>Demikian diungkapkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di sela kegiatan Jelajah Media, Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober 2026 malam. Selain Sestama, tim Satgas KPK juga mengamankan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sejumlah pihak dari unsur swasta.<\/p>\n<p>\u201cDi mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,\u201d ucap Budi, seperti dikutip Holopis.com.<\/p>\n<p>Dalam oprasi senyap ini, KPK turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai sekitar Rp 1,4 miliar, emas batangan, dan tabungan emas.<\/p>\n<p>\u201cSelain mengamankan sejumlah pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp 1,4 miliar,\u201d ujar Budi.<\/p>\n<p>Budi menyebut OTT yang dilakukan pihaknya ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. \u201cAdapun kegiatan penyelidikan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB,\u201d ungkap Budi<\/p>\n<p>Para pihak yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1\u00d724 jam untuk menentukan status hukum mereka.<\/p>\n<p>\u201cUntuk pengamanan para pihak ini dilakukan di Jabodetabek di beberapa lokasi. Untuk detil kronologi peristiwanya seperti apa, termasuk konstruksi perkaranya ini bagaimana, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d tandas Budi<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525919?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2013 Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Indonesia Maju, Prof Mahfud MD mengaku sangat sedih mendengar kabar yang tidak enak dari lingkungan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Pasalnya, terjadi OTT KPK terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan lembaga yang saat ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":525920,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-525919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=525919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":525921,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/525919\/revisions\/525921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/525920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=525919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=525919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=525919"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=525919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}