{"id":526081,"date":"2026-10-15T13:25:00","date_gmt":"2026-10-15T06:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/15\/ketua-kpk-peringatkan-nusron-wahid-jika-absen-dipanggilan-kedua-mungkinkah-dijemput-paksa\/"},"modified":"2026-10-15T13:43:04","modified_gmt":"2026-10-15T06:43:04","slug":"ketua-kpk-peringatkan-nusron-wahid-jika-absen-dipanggilan-kedua-mungkinkah-dijemput-paksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/15\/ketua-kpk-peringatkan-nusron-wahid-jika-absen-dipanggilan-kedua-mungkinkah-dijemput-paksa\/","title":{"rendered":"Ketua KPK Peringatkan Nusron Wahid Jika Absen Dipanggilan Kedua, Mungkinkah Dijemput Paksa?"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpk\/\">KPK<\/a>) kembali memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15\/10\/2026), setelah Nusron tidak memenuhi panggilan pertama pada 7 Oktober lalu.<\/p>\n<p>Pemanggilan ulang ini menjadi momentum bagi KPK untuk menggali keterangan dari Nusron, terutama guna memperjelas konstruksi perkara yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR\/BPN dan pihak swasta.<\/p>\n<p>Ketua KPK Setyo Budiyanto meminta Nusron memenuhi panggilan penyidik. Hingga Rabu (14\/10\/2026), KPK mengaku belum menerima pemberitahuan mengenai kemungkinan ketidakhadiran Menteri ATR\/Kepala BPN tersebut.<\/p>\n<p>Setyo juga mengingatkan komitmen Nusron yang sebelumnya menyatakan akan mendukung proses penegakan hukum oleh KPK.<\/p>\n<p>Menurutnya, kehadiran Nusron diperlukan agar penyidik dapat memperoleh keterangan yang dibutuhkan dalam penanganan perkara.<\/p>\n<p>\u201cMasalah substansi, materi pemeriksaan, dan keterangan yang dibutuhkan itu prosesnya nanti berjalan kalau yang bersangkutan sudah hadir,\u201d kata Setyo di Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14\/10\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menegaskan bahwa substansi pemeriksaan baru dapat digali setelah Nusron hadir di hadapan penyidik. KPK membutuhkan keterangannya untuk memperjelas sejumlah aspek dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB tersebut.<\/p>\n<p>Absen Panggilan Pertama<\/p>\n<p>Pada pemeriksaan pertama, 7 Oktober 2026, Nusron tidak hadir dengan alasan memiliki agenda internal di Kementerian ATR\/BPN. Penyidik kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan dan mengirimkan surat panggilan kedua.<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyatakan harapannya agar Nusron memenuhi panggilan tersebut dan memberikan keterangan yang diperlukan penyidik.<\/p>\n<p>\u201cKami meyakini pada saatnya nanti yang bersangkutan akan hadir kooperatif, memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan-keterangan yang dibutuhkan,\u201d ujar Budi.<\/p>\n<p>KPK kini menunggu realisasi kehadiran Nusron sesuai jadwal pemeriksaan yang telah ditetapkan. Sikap kooperatif menjadi penting agar proses penyidikan dapat berjalan dan fakta-fakta yang berkaitan dengan perkara tersebut bisa diperjelas.\u00a0<\/p>\n<p>Ketua KPK Setyo Budiyanto juga menanggapi kemungkinan apabila Nusron kembali tidak memenuhi panggilan penyidik.<\/p>\n<p>Ia menyatakan KPK memiliki mekanisme yang dapat dipertimbangkan, tetapi belum mengungkapkan langkah spesifik yang akan ditempuh.<\/p>\n<p>\u201cYa, nanti tentu ada mekanisme atau strategi yang dilakukan oleh penyidik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Setyo tetap berharap Nusron hadir sesuai jadwal. Hingga Rabu (14\/10\/2026), belum ada pengumuman mengenai tindakan tertentu yang akan diambil jika pemeriksaan kembali tidak terlaksana.<\/p>\n<p>Pemanggilan Nusron berkaitan dengan penyidikan dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR\/BPN.<\/p>\n<p>Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 14 September 2026. Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka.<\/p>\n<p>Mereka adalah Lampri, I Sontang Coin Manurung, Adrianto Pitojo Adhi, Rizal Pahlevi, Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.<\/p>\n<p>KPK menyebut Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz Arafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry sebagai orang kepercayaan Nusron.<\/p>\n<p>Keterangan Nusron dinilai penting untuk membantu penyidik memperjelas konstruksi perkara yang telah menjerat para pejabat kementerian dan pihak swasta tersebut.<\/p>\n<p>Namun, pemanggilan sebagai saksi tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan seseorang dalam tindak pidana.<\/p>\n<p>Kini, perhatian tertuju pada pemanggilan kedua Nusron. Kehadirannya akan menjadi kesempatan bagi penyidik untuk menggali keterangan secara langsung, sekaligus memperjelas fakta-fakta yang dibutuhkan dalam pengusutan dugaan suap pengurusan HGB Summarecon<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526081?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2014 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang\/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR\/BPN) Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15\/10\/2026), setelah Nusron tidak memenuhi panggilan pertama pada 7 Oktober [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":526082,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,68,243,231,64881,1420],"series":[],"class_list":["post-526081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-headline","tag-hukum","tag-kpk","tag-nusron-wahid","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=526081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526083,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526081\/revisions\/526083"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/526082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=526081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=526081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=526081"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=526081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}