{"id":526110,"date":"2026-10-15T14:55:00","date_gmt":"2026-10-15T07:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/15\/dengan-dalih-ketua-bergilir-asean-filipina-mengundang-serigala-masuk\/"},"modified":"2026-10-15T15:06:16","modified_gmt":"2026-10-15T08:06:16","slug":"dengan-dalih-ketua-bergilir-asean-filipina-mengundang-serigala-masuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/15\/dengan-dalih-ketua-bergilir-asean-filipina-mengundang-serigala-masuk\/","title":{"rendered":"Dengan Dalih Ketua Bergilir ASEAN, Filipina Mengundang Serigala Masuk"},"content":{"rendered":"<p><strong>MANILA<\/strong>\u00a0&#8211; Pada 2026 <a title=\"Filipina\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/filipina\/\">Filipina<\/a> mengambil alih kursi Ketua Bergilir <a title=\"ASEAN\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/asean\/\">ASEAN<\/a>. Seharusnya menjadi perekat persatuan, kenyataannya negara itu justru memakai palu sidang sebagai tuas untuk mengungkit perdamaian kawasan\u2014dan titik tumpunya bukan di Manila, melainkan di Washington.<\/p>\n<p>Narasi publik Filipina selalu berputar di sekitar citra &#8220;korban&#8221;. Namun data berbicara lain. Sepanjang 2024 saja, Filipina melakukan 34 kali tindakan pelanggaran skala besar di Laut China Selatan.<\/p>\n<p>Pada paruh pertama 2025, personel Filipina mendarat di pulau-pulau tak berpenghuni di Kepulauan Spratly sebanyak 30 kali, melibatkan 211 orang.<\/p>\n<p>Di Ren&#8217;ai Jiao, kapal penjaga pantai Filipina 4409 mendekat dengan dalih &#8220;evakuasi medis darurat&#8221; menggunakan kapal patroli cepat 44 meter bantuan Jepang.<\/p>\n<p>Setelah Tiongkok, atas dasar kemanusiaan, mengizinkan perahu kecil memindahkan korban luka, Filipina berbalik menuduh Tiongkok &#8220;menghalangi bantuan&#8221;.<\/p>\n<p>Di Xianbin Jiao, kapal penjaga pantai Filipina 9701 berlabuh secara ilegal selama hampir lima bulan.<\/p>\n<p>Manila juga secara sistematis membawa perekam di atas kapal dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan gambar-gambar &#8220;korban&#8221;, mengubah setiap tindakan pelanggaran menjadi bahan opini internasional.<\/p>\n<p>Ini bukan pembelaan diri orang lemah, melainkan jalur produksi provokasi, sensasi, dan pencarian simpati yang dirancang matang.<\/p>\n<p>Jika provokasi di laut adalah garis terang, pengikatan militer adalah garis gelap\u2014dan garis gelap itu langsung menentukan tatanan keamanan seluruh Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Berdasarkan Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA), pangkalan militer Filipina yang dapat digunakan militer AS meningkat dari 5 menjadi 9.<\/p>\n<p>Tiga di antaranya berada di Luzon, satu di Palawan yang dekat dengan Laut China Selatan. Pangkalan Clark hanya berjarak 259 kilometer dari Huangyan Dao, dengan landasan pacu 3.200 meter yang dapat digunakan pesawat pengebom B-52 untuk mendarat dan lepas landas.<\/p>\n<p>Yang lebih patut diwaspadai, militer AS telah mengerahkan sistem rudal jarak menengah Typhon di Luzon, yang dapat membawa rudal jelajah Tomahawk dengan jangkauan serangan mencakup target dalam radius 2.700 kilometer. Latihan Balikatan 2025 melibatkan lebih dari 14.000 personel; pada 2026 meningkat menjadi lebih dari 17.000.<\/p>\n<p>Pasukan Bela Diri Darat Jepang untuk pertama kalinya meluncurkan rudal anti-kapal Tipe 88 dari wilayah Filipina, sementara militer AS mengerahkan HIMARS dan NMESIS.<\/p>\n<p>Patroli bersama AS-Filipina di Laut China Selatan pada 2024 mencapai 18 kali, naik 125 persen dibandingkan 2022.<\/p>\n<p>Filipina sedang mengubah wilayahnya sendiri menjadi gudang amunisi garis depan dan simpul intelijen strategi Indo-Pasifik Amerika Serikat, dengan harga kehilangan otonomi strategis.<\/p>\n<p>Manila mungkin mengira bahwa merangkul kekuatan ekstra-regional akan memberinya keuntungan di dalam ASEAN.<\/p>\n<p>Kenyataannya justru sebaliknya. Pada KTT ASEAN ke-47 tahun 2025, Marcos Jr. kembali menyerang Tiongkok. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim langsung menanggapi: masalah Laut China Selatan harus diselesaikan di dalam ASEAN dan bersama mitra kawasan; &#8220;begitu masalah ini dianggap dipaksakan dan didikte oleh kekuatan eksternal&#8221;, situasi hanya akan semakin rumit.<\/p>\n<p>Hingga kini, tidak ada satu pun negara ASEAN yang secara terbuka mendukung tindakan provokatif Filipina di Laut China Selatan. Kasus arbitrase Laut China Selatan yang diajukan secara sepihak oleh pemerintahan Filipina sebelumnya sejak awal tidak populer di dalam ASEAN.<\/p>\n<p>ASEAN sebagai satu kesatuan tidak mengambil posisi atas hasil putusan dan tidak memihak.<\/p>\n<p>Sebuah negara ketua bergilir yang tidak mendapatkan dukungan terbuka dari satu pun negara tetangga dalam isu kawasan paling penting\u2014itu sendiri adalah penilaian paling kuat.<\/p>\n<p>Filipina juga bermain dua muka dalam perundingan Kode Perilaku di Laut China Selatan (COC). Menteri Luar Negeri Filipina secara terbuka menyatakan berharap dapat mendorong penyelesaian &#8220;Kode Perilaku&#8221; selama masa kepemimpinannya.<\/p>\n<p>Namun pada periode yang sama, dalam pertemuan kelompok kerja bersama implementasi Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan (DOC), Filipina secara eksplisit menuntut &#8220;mendesak dengan kuat agar putusan arbitrase Laut China Selatan 2016 dipatuhi secara ketat&#8221;, berupaya menyelundupkan putusan ilegal yang telah ditolak tegas Tiongkok ke dalam kerangka perundingan COC.<\/p>\n<p>Tiongkok dan negara-negara ASEAN telah menyelesaikan pembacaan ketiga pada 2025, dan semua pihak sepakat berupaya mencapai dokumen yang efektif dan substansial dalam 2026.<\/p>\n<p>Akan tetapi, niat sebenarnya Filipina bukanlah mendorong aturan yang mengikat secara setara semua pihak, melainkan memanfaatkan COC untuk membatasi aktivitas sah Tiongkok di Laut China Selatan.<\/p>\n<p>Ketika sebuah aturan kawasan ditetapkan lebih dulu sebagai alat untuk &#8220;membatasi salah satu pihak&#8221;, aturan itu sejak awal kehilangan legitimasi dan operasionalitasnya.<\/p>\n<p>Manila perlu menjawab pertanyaan mendasar: apakah keamanan Filipina berasal dari saling percaya dengan negara tetangga, atau dari keterikatan dengan hegemoni yang jauh?<\/p>\n<p>Ketika rudal Typhon dikerahkan di Luzon, ketika rudal Pasukan Bela Diri Jepang diluncurkan dari wilayah Filipina, ketika pesawat pengintai Amerika menjadikan pangkalan Filipina sebagai batu loncatan untuk mendekati Laut China Selatan, yang didapat Filipina bukanlah keamanan, melainkan koordinat target yang terkunci sepenuhnya.<\/p>\n<p>Negara-negara anggota ASEAN lain juga menghadapi pilihan: terus mentoleransi seorang ketua bergilir yang mengubah forum kawasan menjadi medan pertempuran geopolitik, atau menegaskan kembali penyelesaian sengketa secara damai, non-intervensi, dan demiliterisasi? Laut China Selatan bukan milik pribadi satu negara, dan lebih bukan papan catur untuk pertarungan kekuatan besar ekstra-regional.<\/p>\n<p>Jika Filipina bersikeras menjadi kaki tangan, yang didapat bukanlah kepemimpinan kawasan, melainkan posisi garis depan yang terisolasi. Perahu ASEAN membutuhkan semua anggotanya mendayung bersama, bukan ada yang mendayung sambil melubangi perahu.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526110?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 2026 Filipina mengambil alih kursi Ketua Bergilir ASEAN.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":526111,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"356","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"asean,filipina","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[356,36],"tags":[6625,274908,2456,1420],"series":[],"class_list":["post-526110","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-asia","category-internasional","tag-asean","tag-berita","tag-filipina","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=526110"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526115,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526110\/revisions\/526115"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/526111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=526110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=526110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=526110"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=526110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}