{"id":526317,"date":"2026-10-16T14:43:00","date_gmt":"2026-10-16T07:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/16\/profil-yadi-timo-aktor-senior-yang-meninggal-dunia-di-usia-66-tahun\/"},"modified":"2026-10-16T14:44:02","modified_gmt":"2026-10-16T07:44:02","slug":"profil-yadi-timo-aktor-senior-yang-meninggal-dunia-di-usia-66-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/16\/profil-yadi-timo-aktor-senior-yang-meninggal-dunia-di-usia-66-tahun\/","title":{"rendered":"Profil Yadi Timo, Aktor Senior yang Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2013 Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor seniorYadi Timomeninggal dunia pada Jumat (16\/10\/2026) di usia 66 tahun.\u00a0<\/p>\n<p>Kepergiannya meninggalkan jejak panjang di dunia seni peran Indonesia, mulai dari panggung teater, layar lebar, hingga berbagai judul sinetron yang menghiasi televisi.<\/p>\n<p>Nama Yadi Timo mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi wajahnya cukup akrab bagi penonton film dan sinetron Indonesia. Ia dikenal sebagai aktor karakter yang mampu menghidupkan beragam tokoh, mulai dari sosok antagonis yang licik hingga figur ayah dengan kisah hidup penuh pergulatan.<\/p>\n<p>Kabar meninggalnya Yadi Timo disampaikan penulis skenario Joko Nugroho melalui akun Instagram. Sutradara Hanung Bramantyo juga menyampaikan belasungkawa dan mengenang Yadi sebagai guru sekaligus senior yang berjasa pada awal perjalanan kariernya.<\/p>\n<p>Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Yadi Timo semasa hidupnya? Berikut ulasannya.<\/p>\n<p>Profil Yadi Timo<\/p>\n<p>Yadi Timo merupakan aktor Indonesia yang memiliki nama lengkap Yadi Djoerica Marton Timo. Ia lahir di Bogor pada 12 Februari 1960. Berdasarkan tanggal kelahiran dan wafatnya, Yadi meninggal dunia pada usia 66 tahun.<\/p>\n<p>Yadi menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Fakultas Seni Pertunjukan, jurusan Teater. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal dalam perjalanan panjangnya menekuni seni peran.<\/p>\n<p>Berikut biodata singkat Yadi Timo:<\/p>\n<p>\u00a0Samarinda Tak Bakar Lahan<\/p>\n<p>* Nama panggung: Yadi Timo<\/p>\n<p>* Nama lengkap: Yadi Djoerica Marton Timo<\/p>\n<p>* Nama lain: Yadi Mulyadi<\/p>\n<p>* Tempat, tanggal lahir: Bogor, 12 Februari 1960<\/p>\n<p>* Usia: 66 tahun<\/p>\n<p>* Profesi: Aktor film dan televisi<\/p>\n<p>* Pendidikan: Institut Kesenian Jakarta, jurusan Teater<\/p>\n<p>* Tanggal meninggal dunia: 16 Oktober 2026<\/p>\n<p>Informasi mengenai identitas dan latar belakang pendidikannya tercantum dalam sejumlah profil serta pemberitaan tentang sang aktor.<\/p>\n<p>Mengawali Perjalanan dari Dunia Seni Peran<\/p>\n<p>Sebelum dikenal luas melalui berbagai tayangan televisi dan film, Yadi Timo memiliki latar belakang pendidikan teater. Pengalaman di bidang seni pertunjukan menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya menekuni dunia akting secara profesional.<\/p>\n<p>Kariernya di televisi telah berlangsung sejak era 1990-an. Salah satu sinetron yang turut memperkenalkan namanya kepada penonton adalah Air Mata Ibu.<\/p>\n<p>Seiring berjalannya waktu, Yadi semakin sering muncul dalam berbagai produksi sinetron. Ia dikenal sebagai aktor pendukung yang mampu memberikan karakter tersendiri pada cerita, meski bukan selalu menjadi pemeran utama.<\/p>\n<p>Kehadirannya di layar kaca juga memperlihatkan kemampuannya memainkan berbagai tipe karakter. Yadi tidak hanya dikenal melalui tokoh antagonis, tetapi juga pernah memerankan figur ayah dan karakter dengan persoalan kehidupan yang dekat dengan cerita sehari-hari.<\/p>\n<p>Dikenal sebagai Mastur, Penculik dalam Petualangan Sherina<\/p>\n<p>Salah satu peran Yadi Timo yang paling mudah dikenali penonton adalah Mastur dalam film Petualangan Sherina.<\/p>\n<p>Film yang dirilis pada 2000 tersebut menjadi salah satu film musikal anak Indonesia yang populer lintas generasi. Dalam ceritanya, Yadi memerankan salah satu anggota kelompok penculik yang terlibat dalam petualangan Sherina dan Sadam.<\/p>\n<p>Karakter Mastur menjadi bagian dari kelompok antagonis yang memberikan konflik sekaligus warna tersendiri dalam cerita. Penampilan Yadi dalam film tersebut membuat wajahnya lekat dalam ingatan penonton, terutama mereka yang tumbuh bersama film karya Riri Riza itu.<\/p>\n<p>Meski dikenal melalui peran tersebut, perjalanan Yadi di layar lebar tidak berhenti di sana. Ia juga membintangi sejumlah film lain, termasuk Petualangan 100 Jam, Brownies, Banyu Biru, dan Marley.<\/p>\n<p>Dalam Brownies, Yadi memerankan Pak Donny, sedangkan dalam Marley yang dirilis pada 2022, ia berperan sebagai Pak Broto. Deretan karya itu memperlihatkan konsistensinya berkiprah di industri perfilman Indonesia.<\/p>\n<p>Membintangi Berbagai Sinetron Populer<\/p>\n<p>Selain film, Yadi Timo memiliki perjalanan panjang di dunia sinetron. Namanya tercatat dalam berbagai produksi televisi, mulai dari tayangan era 1990-an hingga sinetron yang lebih modern.<\/p>\n<p>Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya antara lain Lorong Waktu, Jin &#038; Jun, Kisah Sedih di Hari Minggu, Doaku Harapanku, Buku Harian Seorang Istri, Dewi Rindu, dan Ikatan Cinta.<\/p>\n<p>Ia juga pernah tampil dalam Cowok Impian, Benci Bilang Cinta, serta Soleha.<\/p>\n<p>Yadi kerap mendapatkan karakter pendukung dengan kepribadian kuat. Tak jarang, ia memerankan tokoh antagonis yang memancing emosi penonton. Namun, pengalaman panjangnya membuat ia juga mampu menghadirkan karakter dengan sisi emosional yang berbeda.<\/p>\n<p>Konsistensinya tampil dalam film dan sinetron menjadikan Yadi sebagai salah satu aktor karakter yang wajahnya akrab bagi pemirsa televisi Indonesia.<\/p>\n<p>Dikenang sebagai Guru oleh Hanung Bramantyo<\/p>\n<p>Kepergian Yadi Timo tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi penonton, tetapi juga bagi rekan-rekan yang pernah bekerja dan belajar bersamanya.<\/p>\n<p>Sutradara Hanung Bramantyo menjadi salah satu sineas yang menyampaikan penghormatan kepada mendiang. Melalui Instagram Story, Hanung mengenang Yadi sebagai sosok guru, senior, dan aktor yang hadir pada awal perjalanan kariernya.<\/p>\n<p>\u201cYa Allah, guruku, seniorku, aktorku, di awal-awal karierku. Selamat jalan, Bang,\u201d tulis Hanung dalam unggahannya, dikutip Jumat (16\/10\/2026).\u00a0<\/p>\n<p>Kesaksian lain datang dari penulis skenario Joko Nugroho. Dalam unggahan belasungkawanya, Joko mengenang Yadi sebagai kakak kelas, teman baik, sekaligus sosok yang memberikan kritik tajam untuk mendorong orang lain menghasilkan karya terbaik.<\/p>\n<p>Joko juga menceritakan bagaimana Yadi pernah mengajaknya ke lokasi syuting dan membagikan honor yang diterimanya agar Joko dapat merasakan pengalaman bekerja di dunia produksi.<\/p>\n<p>Kenangan tersebut memperlihatkan sisi lain Yadi Timo di luar layar, yakni sebagai rekan yang memberikan pengalaman, dukungan, dan pelajaran kepada orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n<p>Penyebab Meninggalnya Yadi Timo Belum Diketahui<\/p>\n<p>Kabar meninggalnya Yadi Timo diumumkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Informasi tersebut dibagikan melalui media sosial oleh orang-orang yang mengenal dan pernah bekerja bersama sang aktor.<\/p>\n<p>Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan publik yang memastikan penyebab meninggalnya Yadi Timo. Informasi resmi mengenai detail kepergiannya juga masih terbatas.<\/p>\n<p>Kepergian Yadi menambah daftar kabar duka dari dunia hiburan Indonesia. Ia meninggalkan rekam jejak panjang melalui film, sinetron, dan seni pertunjukan yang menjadi bagian dari perjalanan perfilman Tanah Air.<\/p>\n<p>Bagi penonton, sosoknya akan tetap diingat melalui berbagai karakter yang pernah ia perankan. Sementara bagi rekan seprofesi, Yadi Timo dikenang bukan hanya sebagai aktor senior, tetapi juga sebagai sosok yang turut memberikan warna dalam perjalanan karier para pekerja seni.<\/p>\n<p>Demikian profil Yadi Timo, aktor senior yang meninggal dunia di usia 66 tahun. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526317?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2013 Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor seniorYadi Timomeninggal dunia pada Jumat (16\/10\/2026) di usia 66 tahun.\u00a0 Kepergiannya meninggalkan jejak panjang di dunia seni peran Indonesia, mulai dari panggung teater, layar lebar, hingga berbagai judul sinetron yang menghiasi televisi. Nama Yadi Timo mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi wajahnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":526318,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-526317","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=526317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526319,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526317\/revisions\/526319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/526318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=526317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=526317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=526317"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=526317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}