{"id":526325,"date":"2026-10-16T13:18:00","date_gmt":"2026-10-16T06:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/16\/dinkes-sabang-bagikan-5-000-masker-untuk-lindungi-warga-dari-paparan-asap\/"},"modified":"2026-10-16T13:18:00","modified_gmt":"2026-10-16T06:18:00","slug":"dinkes-sabang-bagikan-5-000-masker-untuk-lindungi-warga-dari-paparan-asap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/16\/dinkes-sabang-bagikan-5-000-masker-untuk-lindungi-warga-dari-paparan-asap\/","title":{"rendered":"Dinkes Sabang Bagikan 5.000 Masker untuk Lindungi Warga dari Paparan Asap"},"content":{"rendered":"<p>Berdasarkan informasi INWCCA Aceh pada Kamis (15\/10\/2026), indeks kualitas udara di Kota Sabang tercatat sebesar 152, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan data kualitas udara dari IQAir, indeks kualitas udara (<em>Air Quality Index<\/em>\/AQI) di Kota Sabang tercatat sebesar 64 pada Kamis (15\/10\/2026) pukul 16.00 WIB dan 61 pada Jumat (16\/10\/2026) pukul 07.00 WIB. Kedua angka tersebut masuk kategori sedang.<\/p>\n<p>Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, mengatakan pembagian masker merupakan upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan upaya preventif untuk melindungi masyarakat. Kami melihat kabut asap semakin tebal sehingga perlu mengambil langkah antisipasi agar masyarakat dapat mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar rumah,\u201d kata Rinaldi, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, sebanyak 4.000 masker didistribusikan di empat titik, yakni Simpang Garuda, Simpang Pujasera, Simpang Tugu Cengkeh, dan kawasan Sabang Fair. Sebanyak 1.000 masker tambahan dibagikan di Simpang Garuda karena tingginya aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang melintas di kawasan tersebut. Dengan demikian, total masker yang dibagikan mencapai 5.000 buah.<\/p>\n<p>\u201cPembagian masker ini tidak hanya dilakukan di titik-titik keramaian, tetapi juga akan kami lanjutkan melalui seluruh puskesmas di Kota Sabang. Selain itu, kami juga akan menyasar kelompok rentan, terutama anak-anak dan ibu hamil, melalui kegiatan posyandu serta kunjungan dari rumah ke rumah dengan melibatkan bidan desa dan kader kesehatan,\u201d tambah Rinaldi.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut turut didukung oleh Dinas Perhubungan Kota Sabang dan petugas kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk memastikan pembagian masker berlangsung tertib, terutama di persimpangan yang ramai aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang, Mayuni, mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap. Salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga daya tahan tubuh.<\/p>\n<p>\u201cKami akan terus mengupayakan langkah preventif melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan puskesmas,\u201d ujar Mayuni.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa pembagian masker akan terus dilakukan secara bertahap kepada masyarakat Kota Sabang. Sejalan dengan upaya tersebut, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi buah-buahan.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap berlangsung. Anak-anak dan ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Melalui pembagian masker dan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas, Dinkes dan KB Kota Sabang berharap upaya pencegahan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan serta mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.[]<\/p>\n<p>Catatan redaksi: Terdapat perbedaan angka indeks kualitas udara yang cukup besar antara INWCCA Aceh (152) dan IQAir (64 dan 61). Sebaiknya pastikan kembali waktu pengukuran dan sumber data masing-masing sebelum berita diterbitkan agar pembaca tidak keliru memahami kondisi kualitas udara di Sabang.[]<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526325?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan informasi INWCCA Aceh pada Kamis (15\/10\/2026), indeks kualitas udara di Kota Sabang tercatat sebesar 152, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sementara itu, berdasarkan data kualitas udara dari IQAir, indeks kualitas udara (Air Quality Index\/AQI) di Kota Sabang tercatat sebesar 64 pada Kamis (15\/10\/2026) pukul 16.00 WIB dan 61 pada Jumat (16\/10\/2026) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":526326,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-526325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=526325"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526325\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/526326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=526325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=526325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=526325"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=526325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}