{"id":526685,"date":"2026-10-19T07:50:04","date_gmt":"2026-10-19T00:50:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=526685"},"modified":"2026-10-19T20:47:32","modified_gmt":"2026-10-19T13:47:32","slug":"asap-karhutla-selimuti-medan-sejumlah-organisasi-bagikan-500-masker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/19\/asap-karhutla-selimuti-medan-sejumlah-organisasi-bagikan-500-masker\/","title":{"rendered":"Asap Karhutla Selimuti Medan, Sejumlah Organisasi Bagikan 500 Masker"},"content":{"rendered":"<div class=\"fpm_start\"><\/div>\n<p><strong>MEDAN<\/strong> &#8211; Ancaman <a title=\"asap\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/asap\/\">asap<\/a> akibat kebakaran hutan dan lahan (<a title=\"karhutla\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/karhutla\/\">karhutla<\/a>) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil tindakan nyata.<\/p>\n<p>Di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla di Sumatera Utara, kepedulian terhadap warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan empat organisasi melalui aksi pembagian 500 masker di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (18\/10\/2026).<\/p>\n<p>Aksi sosial tersebut digelar oleh Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) yang merupakan kelompok pencinta alam (KPA) binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara, Generasi Pelestari Hutan (Genries) Sumatera Utara, Rimbapala Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), dan Relawan Indonesia (Relindo) Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Pembagian masker dilakukan kepada masyarakat dan pengguna jalan di persimpangan lampu lalu lintas kawasan Fly Over Jamin Ginting, Medan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.<\/p>\n<p>Aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang beraktivitas di tengah paparan asap karhutla. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi lingkungan, kesehatan, dan kehidupan manusia.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, pada 16 Oktober 2026 terdeteksi sebanyak 9.324 titik panas (hotspot) yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Data tersebut menggambarkan luasnya wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Titik panas menjadi indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan karena tidak seluruh titik panas secara otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran.<\/p>\n<p>Pemantauan secara berkelanjutan, deteksi dini, dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana ekologis yang tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup masyarakat. Asap yang ditimbulkan mengandung partikel halus dan polutan yang dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau gangguan kesehatan tertentu.<\/p><script data-noptimize=\"\" data-wpfc-render=\"false\">\nfpm_start( \"true\" );\n<\/script>\n\n<h3>Asap Karhutla Terdeteksi di Seluruh Wilayah Sumatera Utara<\/h3>\n<p>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa berdasarkan pemantauan citra sebaran asap kebakaran hutan dan lahan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) dan stasiun pemantau lingkungan pada 14 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, kualitas udara di Kota Medan menunjukkan kondisi yang bervariasi, mulai dari kategori sedang hingga tidak sehat.<\/p>\n<p>Kawasan Jalan Pinang Baris, Medan Sunggal, tercatat berada dalam kategori tidak sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 136. Adapun kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor, berada dalam kategori sedang dengan ISPU sebesar 83.<\/p>\n<p>Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara dapat bervariasi antarwilayah dan waktu pengukuran. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi kualitas udara terkini dan mengambil langkah perlindungan sesuai kondisi di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<h3>Pembagian Masker sebagai Bentuk Kepedulian Kemanusiaan<\/h3>\n<p>Founder Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), Nurhabli Ridwan yang merupakan kader konservasi alam (KKA) binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, mengatakan bahwa pembagian masker merupakan langkah nyata untuk membantu masyarakat menghadapi dampak asap karhutla.<\/p>\n<p>\u201cDi tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla, kami ingin hadir membantu masyarakat melalui aksi sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat. Pembagian masker ini merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus pengingat bahwa persoalan karhutla harus menjadi perhatian bersama,\u201d ujar Nurhabli.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa upaya melindungi masyarakat dari paparan asap harus berjalan beriringan dengan langkah nyata mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKarhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komunitas, mahasiswa, relawan, pemerintah, perusahaan hingga masyarakat luas untuk memperkuat pencegahan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3>Generasi Muda Bergerak untuk Lingkungan<\/h3>\n<p>Perwakilan Generasi Pelestari Hutan (Genries) Sumatera Utara, M. Nur Salim, yang merupakan alumni Forest Youthverse Resilience Sumatera Utara 2026, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah paparan asap karhutla.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, Genries Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan sekaligus mengambil bagian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>\u201cPembagian masker ini merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kelestarian hutan agar kejadian serupa tidak terus berulang,\u201d demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"830\" height=\"623\" class=\"size-medium wp-image-526686 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842-830x623.jpg\" alt=\"img 20261019 044842\" srcset=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842-830x623.jpg 830w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842-750x563.jpg 750w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842-1140x855.jpg 1140w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img_20261019_044842.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px\" \/><\/p>\n<p>Ketua Umum Rimbapala Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Gideon Moris Purba, turut menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa kehutanan dalam merespons persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSebagai mahasiswa kehutanan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Asap akibat kebakaran hutan dan lahan bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Melalui aksi pembagian masker ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gideon berharap kegiatan kolaboratif tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah karhutla serta mendorong semakin banyak generasi muda untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Menurutnya, menjaga hutan bukan sekadar melindungi ekosistem, melainkan juga menjaga kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.<\/p>\n<h3>Langkah Perlindungan Diri di Tengah Kabut Asap<\/h3>\n<p>Di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polusi udara.<\/p>\n<p>Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Menggunakan masker yang sesuai. Gunakan masker respirator N95 atau KN95 yang terpasang rapat di wajah ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Masker tersebut dapat menyaring partikel halus dengan lebih efektif dibandingkan masker kain biasa.<\/li>\n<li>Mengurangi aktivitas di luar ruangan. Batasi kegiatan fisik di luar rumah, terutama saat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit pernapasan perlu memberikan perhatian lebih terhadap risiko paparan asap.<\/li>\n<li>Mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Tutup jendela dan pintu ketika udara di luar memburuk. Jika tersedia, gunakan penyaring udara dengan filter HEPA di dalam ruangan.<\/li>\n<li>Menjaga kondisi tubuh. Penuhi kebutuhan cairan dan hindari aktivitas fisik berat ketika kualitas udara tidak sehat. Pantau informasi kualitas udara dari sumber resmi untuk menentukan langkah perlindungan yang diperlukan.<\/li>\n<li>Mengenali gejala gangguan kesehatan. Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, batuk berat, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang semakin memburuk. Hubungi layanan panggilan darurat call center 112.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pengendara juga perlu mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman ketika melintasi kawasan dengan jarak pandang terbatas akibat asap. Kewaspadaan selama berkendara penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.<\/p>\n<p>Masyarakat perlu memahami bahwa masker merupakan salah satu langkah perlindungan, bukan jaminan untuk sepenuhnya terhindar dari dampak asap. Mengurangi paparan dan mengikuti anjuran otoritas kesehatan tetap menjadi hal utama.<\/p>\n<h3>Kolaborasi untuk Lingkungan dan Kemanusiaan<\/h3>\n<p>Kolaborasi GRAS, Genries Sumatera Utara, Rimbapala Kehutanan USU, dan Relindo Sumatera Utara menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.<\/p>\n<p>Sebanyak 500 masker yang dibagikan di kawasan persimpangan lampu merah Fly Over Jamin Ginting diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri ketika kualitas udara memburuk akibat asap.<\/p>\n<p>Namun, penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pembagian masker, pemadaman, dan penanganan dampak asap. Diperlukan pula langkah pencegahan kebakaran, perlindungan kawasan hutan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, serta kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, mahasiswa, relawan, dan masyarakat luas.<\/p>\n<p>Upaya tanggap darurat harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan pemulihan lingkungan agar kebakaran tidak terus berulang dan masyarakat tidak terus-menerus menghadapi dampak buruk asap.<\/p>\n<p>Melalui semangat kolaborasi, keempat organisasi berharap semakin banyak pihak tergerak untuk mengambil peran dalam aksi kemanusiaan dan pelestarian alam.<\/p>\n<p>Asap karhutla adalah peringatan bagi kita semua. Menjaga hutan berarti melindungi kehidupan. Mencegah kebakaran merupakan tanggung jawab bersama demi lingkungan yang lestari, udara yang lebih bersih, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi mendatang.<\/p>\n<div class=\"fpm_end\"><\/div>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526685?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ancaman asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil tindakan nyata.<\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":526687,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"114056","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"karhutla,masker,asap karhutla","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[114056],"tags":[324698,372824,372882,372900,1376,64313,324267],"series":[],"class_list":["post-526685","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunitas","tag-explore-vipho-gras","tag-asap","tag-asap-karhutla","tag-bagi-masker","tag-masker","tag-karhutla","tag-gras"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=526685"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":526851,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/526685\/revisions\/526851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/526687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=526685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=526685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=526685"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=526685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}