{"id":527666,"date":"2026-10-23T21:07:00","date_gmt":"2026-10-23T14:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/23\/jimly-politisi-tanpa-gelar-akademik-tetap-berhak-memimpin\/"},"modified":"2026-10-23T21:19:42","modified_gmt":"2026-10-23T14:19:42","slug":"jimly-asshiddiqie-politisi-tanpa-gelar-akademik-tetap-berhak-memimpin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/23\/jimly-asshiddiqie-politisi-tanpa-gelar-akademik-tetap-berhak-memimpin\/","title":{"rendered":"Jimly Asshiddiqie: Politisi Tanpa Gelar Akademik Tetap Berhak Memimpin"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Mantan Ketua <a title=\"Mahkamah Konstitusi\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahkamah-konstitusi\/\">Mahkamah Konstitusi<\/a> (<a title=\"MK\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mk\/\">MK<\/a>) <a title=\"Jimly Asshiddiqie\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jimly-asshiddiqie\/\">Jimly Asshiddiqie<\/a> mengusulkan agar syarat ijazah bagi calon presiden dan wakil presiden dikaji untuk dihapuskan.<\/p>\n<p>Menurut dia, dalam sistem demokrasi, mandat rakyat semestinya menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemimpin <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam diskusi di kanal YouTube Total Politik, Jimly membedakan persyaratan bagi pejabat politik yang dipilih melalui pemilu (elected office) dengan aparatur sipil negara (ASN).<\/p>\n<p>Ia menilai persyaratan pendidikan yang ketat lebih relevan diterapkan pada birokrat daripada kandidat yang memperoleh mandat langsung dari rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun sebetulnya yang ketat pakai ijazah itu (seharusnya) untuk ASN. Sedangkan untuk politik, ini soal perwakilan. Untuk pendidikan politik kedaulatan rakyat yang sesungguhnya, presiden dan wakil presiden enggak usahlah (pakai syarat ijazah). Supaya ada orang yang enggak sekolah sekalipun, kalau rakyat bisa percaya, kenapa tidak?&#8221; urai Jimly.<\/p>\n<p>Untuk mendukung pandangannya, Jimly menyinggung sistem di Jerman.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan bahwa individu dengan rekam jejak kontroversial, termasuk mantan simpatisan Nazi, dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk merepresentasikan aspirasi tertentu.<\/p>\n<p>Namun, menurut dia, terdapat perbedaan antara jabatan politik dan posisi dalam institusi pelayanan publik.<\/p>\n<p>Jimly juga mengkritik perdebatan mengenai keaslian ijazah dan keabsahan dokumen pendidikan yang terus berulang sejak Pilpres 2004.<\/p>\n<p>Ia menilai polemik tersebut menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai kedaulatan rakyat masih perlu diperkuat.<\/p>\n<p>&#8220;Berarti tingkat peradaban demokrasi kita ini baru setingkat kertas ijazah. Kita belum meyakini betul bahwa semua rakyat sebagai pemilik kedaulatan berhak menentukan (pemimpinnya),&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p>Jimly menegaskan bahwa usulan tersebut bukan dimaksudkan untuk membela Wakil Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> di tengah polemik persyaratan pencalonannya.<\/p>\n<p>Ia menyebut gagasan itu sebagai pemikiran mengenai desain ketatanegaraan untuk jangka panjang.<\/p>\n<p>Sementara itu, Jimly berpandangan bahwa persyaratan pendidikan bagi calon anggota legislatif tetap perlu dipertahankan.<\/p>\n<p>Bahkan, menurut dia, standar tersebut dapat ditingkatkan hingga tingkat sarjana (S1) untuk mendukung kapasitas para legislator dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n<p>Ia membedakan kebutuhan tersebut dengan jabatan presiden dan wakil presiden yang dipilih langsung oleh rakyat.<\/p>\n<p>Dalam pandangannya, kepercayaan pemilih dan mandat demokratis perlu mendapat tempat utama dalam menentukan siapa yang layak memimpin negara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar syarat ijazah bagi calon presiden dan wakil presiden dikaji untuk dihapuskan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":527667,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"34","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"Jimly Asshiddiqie,gibran,gibran rakabuming raka,mahkamah konstitusi","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[274908,21948,11613,88442,12618,1420],"series":[],"class_list":["post-527666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-gibran","tag-gibran-rakabuming-raka","tag-jimly-asshiddiqie","tag-mahkamah-konstitusi","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=527666"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":527670,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527666\/revisions\/527670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/527667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=527666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=527666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=527666"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=527666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}