{"id":527735,"date":"2026-10-24T09:49:00","date_gmt":"2026-10-24T02:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/24\/angkat-anak-jadi-tenaga-ahli-kemenhaj-gus-irfan-singgung-kekurangan-pegawai\/"},"modified":"2026-10-24T09:51:13","modified_gmt":"2026-10-24T02:51:13","slug":"angkat-anak-jadi-tenaga-ahli-kemenhaj-gus-irfan-singgung-kekurangan-pegawai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/24\/angkat-anak-jadi-tenaga-ahli-kemenhaj-gus-irfan-singgung-kekurangan-pegawai\/","title":{"rendered":"Angkat Anak Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj, Gus Irfan Singgung Kekurangan Pegawai"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2014 Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menjelaskan awal keterlibatan anak dan sejumlah santrinya dalam pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), sebelum sebagian dari mereka diangkat menjadi tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).<\/p>\n<p>Gus Irfan mengatakan, anak dan para santrinya ikut membantu ketika BP Haji belum memiliki kantor, struktur organisasi, maupun staf pendukung yang memadai.<\/p>\n<p>Mereka disebut bekerja secara sukarela selama tiga hingga empat bulan tanpa menerima gaji.<\/p>\n<p>Keterlibatan tersebut bermula setelah Gus Irfan bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dilantik memimpin BP Haji pada akhir Oktober 2024.<\/p>\n<p>Saat itu, menurut Gus Irfan, BP Haji belum memiliki fasilitas dan sumber daya manusia untuk menjalankan tugas kelembagaan.<\/p>\n<p>&#8220;Keluar dari istana kita enggak punya staf, kita enggak punya kantor, kita enggak punya apa-apa,&#8221; kata Gus Irfan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23\/10\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kondisi tersebut, Irfan mengaku dibantu para santri dan anaknya untuk mempersiapkan pembentukan BP Haji.<\/p>\n<p>&#8220;Akhirnya Bang Dahnil (Wamenhaj sekarang) disambut timnya dari Kementerian Pertahanan, saya disambut santri-santri saya dan sama anak saya. Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama 3 atau 4 bulan. Itu yang terjadi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Seiring perkembangan BP Haji menjadi Kementerian Haji dan Umrah, sebagian orang yang sebelumnya membantu kemudian diangkat menjadi tenaga ahli. Gus Irfan menyebut pengangkatan dilakukan terhadap pihak yang dinilai memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lembaga.<\/p>\n<p>Sementara itu, sebagian lainnya kembali menjalankan aktivitas masing-masing, termasuk ke pondok pesantren.<\/p>\n<p>Baca juga: Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj Dianggap Nepotisme, Menteri Haji Gus Irfan Buka Suara<\/p>\n<p>&#8220;Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya tuh ada yang balik ke pondok, ada yang balik ini, karena mereka hanya sekadar ikhlas membantu,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Gus Irfan juga menjelaskan bahwa dirinya tidak menggunakan seluruh alokasi posisi tenaga pendukung yang tersedia untuk menteri.<\/p>\n<p>&#8220;Kementerian Haji, sebagai menteri saya punya hak untuk menetapkan tiga staf khusus, saya ambil cuma satu. Saya dapat lima tenaga ahli, saya ambil cuma empat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><b>Gus Irfan Paparkan Kekurangan Pegawai Kemenhaj<\/b><\/p>\n<p>Di luar polemik pengangkatan tenaga ahli, Gus Irfan turut memaparkan persoalan keterbatasan sumber daya manusia di Kemenhaj.<\/p>\n<p>Berdasarkan analisis jabatan, kebutuhan pegawai kementerian mencapai sekitar 7.000 orang.<\/p>\n<p>Sementara itu, Gus Irfan menyebut jumlah pegawai yang tersedia sekitar 3.200 orang.<\/p>\n<p>Adapun data internal kementerian mencatat jumlah pegawai saat ini sebanyak 3.631 orang.<\/p>\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenhaj tidak membuka rekrutmen ASN baru, melainkan memberikan kesempatan mutasi bagi ASN dari instansi lain.<\/p>\n<p>Proses mutasi tersebut telah berlangsung dalam dua gelombang.<\/p>\n<p>Meski demikian, sejumlah posisi masih belum terisi.<\/p>\n<p>Akibatnya, beberapa pejabat harus merangkap tugas untuk memastikan pelayanan dan operasional kementerian tetap berjalan.<\/p>\n<p>Gus Irfan mengatakan, kementerian mengerahkan sumber daya yang tersedia, termasuk tenaga alih daya atau outsourcing, untuk menutup kekurangan personel dalam penyelenggaraan ibadah haji.<\/p>\n<p>&#8220;Karena itu semua sumber daya kita kerahkan. Termasuk outsourcing-outsourcing kita kerahkan untuk menutup kekurangan itu. Dan alhamdulillah 2026 dianggap sebagai haji yang paling berhasil dibanding tahun-tahun sebelumnya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Gus Irfan, pengerahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan pelayanan kepada jemaah, di tengah proses pembentukan organisasi dan pemenuhan kebutuhan pegawai.<\/p>\n<p>&#8220;Karena itu dengan berbagai kelemahan, dengan kekurangan kita ambil mana yang bisa (sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan) dalam rangka memberikan pelayanan kepada jemaah haji,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, evaluasi terhadap kebutuhan dan penempatan personel akan dilakukan secara bertahap ketika kondisi sumber daya manusia kementerian semakin ideal dan kebutuhan pegawai telah terpenuhi.<\/p>\n<p>Kemenhaj menyatakan menghormati perhatian dan kritik masyarakat sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.<\/p>\n<p>Kementerian juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keterbukaan, memastikan pengisian personel dapat dipertanggungjawabkan, serta mengutamakan pelayanan yang dirasakan langsung oleh jemaah haji.<\/p>\n<p><b>Pengangkatan Dua Putra Gus Irfan Jadi Sorotan<\/b><\/p>\n<p>Informasi mengenai pengangkatan dua putra Gus Irfan sebagai tenaga ahli di kementerian yang dipimpinnya menjadi perbincangan di media sosial.<\/p>\n<p>Isu tersebut mencuat setelah beredar dokumen yang disebut sebagai lampiran Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah.<\/p>\n<p>Dokumen yang beredar itu memuat sembilan nama tenaga ahli.<\/p>\n<p>Dua nama di antaranya, Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, disebut dalam sejumlah pemberitaan sebagai putra Gus Irfan.<\/p>\n<p><b>Profil Gus Irfan<\/b><\/p>\n<p>Mochamad Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, merupakan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a>.<\/p>\n<p>Ia dilantik pada 8 September 2025 sebagai menteri pertama yang memimpin kementerian khusus urusan haji dan umrah.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Gus Irfan menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji sejak Oktober 2024.<\/p>\n<p>Gus Irfan lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 24 Juni 1962.<\/p>\n<p>Ia merupakan putra KH Muhammad Yusuf Hasyim, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, serta cucu KH Hasyim Asy\u2019ari, pendiri NU.<\/p>\n<p>Latar belakang pendidikannya mencakup gelar sarjana dan magister dari Universitas Brawijaya, Malang, serta gelar doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diraihnya pada Februari 2025<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2014 Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menjelaskan awal keterlibatan anak dan sejumlah santrinya dalam pembentukan Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), sebelum sebagian dari mereka diangkat menjadi tenaga ahli di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Gus Irfan mengatakan, anak dan para santrinya ikut membantu ketika BP Haji belum memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":527736,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-527735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=527735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":527737,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527735\/revisions\/527737"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/527736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=527735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=527735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=527735"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=527735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}