{"id":527789,"date":"2026-10-24T16:00:00","date_gmt":"2026-10-24T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/24\/8-kali-reshuffle-prabowo-disorot-haus-kekuasaan-demi-pilpres-2029\/"},"modified":"2026-10-24T16:02:21","modified_gmt":"2026-10-24T09:02:21","slug":"8-kali-reshuffle-prabowo-disorot-haus-kekuasaan-demi-pilpres-2029","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/24\/8-kali-reshuffle-prabowo-disorot-haus-kekuasaan-demi-pilpres-2029\/","title":{"rendered":"8 Kali Reshuffle, Prabowo Disorot Haus Kekuasaan demi Pilpres 2029"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b>\u00a0 \u2013 Pengamat Kebijakan Publik Fernando Emas menyoroti frekuensi perombakan kabinet Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang disebut telah mencapai delapan kali.\u00a0<\/p>\n<p>Ia mempertanyakan apakah reshuffle benar-benar didasarkan pada evaluasi kinerja menteri atau justru menjadi instrumen untuk mengakomodasi kepentingan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> menjelang Pilpres 2029.<\/p>\n<p>Kepada Monitorindonesia.com, Sabtu (24\/10\/2026), Fernando mengatakan, pergantian anggota kabinet yang berulang memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan utama Presiden dalam menentukan komposisi pemerintahannya.<\/p>\n<p>\u201cKalau mencermati pernyataan tersebut, kemungkinan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> Subianto di sisa masa jabatannya akan sering melakukan reshuffle kabinet. Pemerintahan Prabowo Subianto masih berjalan dua tahun, tetapi sudah melakukan delapan kali reshuffle kabinet,\u201d ujar Fernando.<\/p>\n<p>Ia mengibaratkan reshuffle seperti pergantian pemain dalam pertandingan sepak bola. Menurutnya, sejumlah nama yang berada di luar kabinet bisa saja telah disiapkan untuk menggantikan menteri yang sedang menjabat.<\/p>\n<p>\u201cSama seperti pemain sepak bola, pemain cadangan berada di luar lapangan. Berarti Prabowo sudah mempersiapkan beberapa nama yang akan dimasukkan dalam kabinet menggantikan para anggota kabinet saat ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Fernando mempertanyakan apakah pergantian tersebut benar-benar mengutamakan kinerja dan kompetensi. Ia menilai reshuffle berpotensi menjadi sarana mengakomodasi berbagai kelompok politik untuk memperkuat dukungan terhadap pemerintahan.<\/p>\n<p>\u201cReshuffle dilakukan hanya untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada yang pro dan kontra terhadap pemerintahan bisa menikmati masuk menjadi anggota kabinet. Tujuannya agar bisa memuluskan untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2029,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Fernando bahkan melontarkan kritik keras terhadap arah politik tersebut. \u201cSehingga semakin memperjelas bahwa Prabowo haus kekuasaan dan ingin melanggengkan kekuasaannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan prediksi politik mengenai masa depan kepemimpinan Prabowo. \u201cNamun, sepertinya hal tersebut akan sia-sia karena saya perkirakan Prabowo Subianto tidak akan menuntaskan kepemimpinannya sampai akhir masa jabatannya dan Pilpres 2029 tanpa Prabowo Subianto,\u201d pungkas Fernando.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut merupakan penilaian dan prediksi politik Fernando Emas, bukan kepastian mengenai kelangsungan masa jabatan Presiden<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0 \u2013 Pengamat Kebijakan Publik Fernando Emas menyoroti frekuensi perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto yang disebut telah mencapai delapan kali.\u00a0 Ia mempertanyakan apakah reshuffle benar-benar didasarkan pada evaluasi kinerja menteri atau justru menjadi instrumen untuk mengakomodasi kepentingan Politik menjelang Pilpres 2029. Kepada Monitorindonesia.com, Sabtu (24\/10\/2026), Fernando mengatakan, pergantian anggota kabinet yang berulang memunculkan pertanyaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":527790,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-527789","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527789","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=527789"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":527791,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527789\/revisions\/527791"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/527790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=527789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=527789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=527789"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=527789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}