{"id":527842,"date":"2026-10-25T00:28:00","date_gmt":"2026-10-24T17:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/25\/caexpo-perusahaan-indonesia-mengambil-langkah-bisnis-pragmatis-mengubah-peluang-dari-tiongkok-menjadi-keuntungan-nyata\/"},"modified":"2026-10-25T01:15:32","modified_gmt":"2026-10-24T18:15:32","slug":"caexpo-perusahaan-indonesia-ubah-peluang-tiongkok-jadi-profit-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/25\/caexpo-perusahaan-indonesia-ubah-peluang-tiongkok-jadi-profit-nyata\/","title":{"rendered":"CAEXPO: Perusahaan Indonesia Ubah Peluang Tiongkok Jadi Profit Nyata"},"content":{"rendered":"<p><strong>TIONGKOK<\/strong> &#8211; Pada 17 September, aroma kopi khas Indonesia berpadu dengan aroma minyak sawit yang tercium hingga ke lorong-lorong pameran di Nanning International Convention and Exhibition Center.<\/p>\n<p>Hari itu menandai pembukaan China-ASEAN Expo (<a title=\"CAEXPO\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/caexpo\/\">CAEXPO<\/a>) ke-23. Tahun ini, pameran menempati area seluas 170.000 meter persegi, meningkat sekitar 6% dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>Lebih dari 3.400 perusahaan berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning ASEAN (NAN A) Community, dan Guilin International Convention and Exhibition Center.<\/p>\n<p>Sekitar 50 kegiatan perdagangan dan ekonomi juga dijadwalkan berlangsung selama pameran.<\/p>\n<p>Mengusung tema &#8220;Berbagi Peluang 3.0, Mewujudkan Kehidupan yang Lebih Baik Bersama&#8221;, acara ini sekilas terdengar seperti agenda kerja sama ekonomi pada umumnya. Namun, suasana di paviliun Indonesia menunjukkan bahwa tema tersebut memiliki makna bisnis yang konkret.<\/p>\n<p>Tahun ini, sebanyak 78 perusahaan Indonesia mengikuti CAEXPO, menjadikan Indonesia salah satu peserta dengan kehadiran terbesar di antara negara-negara ASEAN. Dengan luas paviliun hampir 2.000 meter persegi, Indonesia berada di kelompok teratas bersama Malaysia dan Thailand dalam hal skala partisipasi.<\/p>\n<p>Sejumlah perusahaan besar turut hadir, termasuk Pertamina, perusahaan energi Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500; Golden Peak Group, salah satu pemain utama di industrinya; serta PT Wahana Telekomunikasi yang bergerak di bidang komunikasi satelit. Perusahaan pengolahan produk turunan kelapa sawit, eksportir furnitur, serta produsen makanan dan minuman juga ambil bagian. Kehadiran mereka mencerminkan semakin beragamnya sektor bisnis Indonesia, mulai dari komoditas tradisional hingga kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi hijau.<\/p>\n<p>Lantas, mengapa perusahaan Indonesia begitu antusias mengikuti pameran ini?<\/p>\n<p>Jawabannya cukup sederhana. Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara telah melampaui US$100 miliar.<\/p>\n<p>Minyak sawit, bijih nikel, kopi, dan karet dari Indonesia, serta kendaraan listrik, modul fotovoltaik, dan mesin konstruksi dari Tiongkok, telah menjadi bagian dari hubungan rantai pasok yang semakin erat antara kedua negara. Karena itu, bagi banyak perusahaan Indonesia, pertanyaannya bukan lagi apakah mereka perlu mengikuti CAEXPO, melainkan bagaimana memanfaatkan partisipasi tersebut dan produk atau solusi apa yang perlu mereka tawarkan.<\/p>\n<p>Perubahan komposisi peserta di paviliun Indonesia tahun ini menjadi gambaran paling jelas dari perkembangan tersebut.<\/p>\n<p>Pada penyelenggaraan sebelumnya, paviliun Indonesia lebih banyak menampilkan produk konsumsi tradisional seperti kopi, furnitur, dan kerajinan tangan. Namun, tahun ini, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) mengambil inisiatif untuk menghadirkan pameran khusus mengenai ekonomi digital dan ekosistem inovasi AI di area teknologi tinggi.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan promosi CAEXPO di Jakarta pada Mei, Ketua Umum MASTEL, Salvador, menyampaikan pandangannya secara terbuka:<\/p>\n<p>&#8220;Pasar telekomunikasi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Melalui CAEXPO, kami berharap dapat menjalin hubungan dengan lebih banyak perusahaan kecerdasan buatan dan investor asal Tiongkok, sehingga dapat memperkuat fondasi peningkatan dan pengembangan industri elektronika dan telekomunikasi nasional.&#8221;<\/p>\n<p>Harapan tersebut didukung oleh kebutuhan nyata di pasar Indonesia.<\/p>\n<p>Permintaan terhadap penerapan AI terus berkembang, mulai dari pertanian, perikanan, kota pintar, hingga pembayaran digital. Seluruh sektor tersebut membutuhkan peningkatan teknologi untuk mendorong produktivitas dan efisiensi. Sementara itu, Tiongkok memiliki pengalaman yang semakin luas dalam penerapan AI di berbagai sektor industri.<\/p>\n<p>Untuk mempertemukan kebutuhan tersebut, CAEXPO tahun ini menghadirkan area khusus bertajuk &#8220;AI Supermarket&#8221; yang menampilkan lebih dari 500 produk. Untuk pertama kalinya, penyelenggara juga membuka &#8220;ASEAN Countries Demand Zone&#8221;, sebuah area yang memperlihatkan kebutuhan negara-negara ASEAN terhadap teknologi, peralatan, dan solusi industri secara lebih terperinci.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan ini, perusahaan Tiongkok dapat mengidentifikasi kebutuhan calon mitra bisnis secara lebih langsung dan menjajaki peluang kerja sama yang sesuai.<\/p>\n<p>Artinya, CAEXPO kini tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi jual beli produk. Pameran ini berkembang menjadi wadah untuk membangun kemitraan, mempertemukan kebutuhan teknologi, serta memperkuat rantai industri regional.<\/p>\n<p>Retno Supeni, Konsul Urusan APEC Indonesia, dalam keterangannya kepada media pada acara pembukaan, menyoroti arah kerja sama tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok secara aktif menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi hijau dan ekonomi digital, termasuk energi terbarukan. Kami menyambut baik kerja sama ini karena akan semakin mendorong pembangunan rantai pasok dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.&#8221;<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menggarisbawahi perubahan penting dalam hubungan ekonomi kedua negara. Fokus kerja sama tidak lagi terbatas pada perdagangan barang, tetapi semakin mencakup pembangunan rantai pasok dan keterhubungan industri.<\/p>\n<p>Hal serupa disampaikan oleh Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Wijaya, dalam kegiatan promosi di Jakarta pada Mei.<\/p>\n<p>&#8220;Target Indonesia dalam CAEXPO kali ini adalah mencapai kerja sama dalam skala yang lebih besar, terutama di bidang ekonomi digital, teknologi hijau, dan industri manufaktur masa depan.&#8221;<\/p>\n<p>KADIN juga mendorong partisipasi perusahaan Indonesia pada tingkat yang lebih tinggi. Melalui pameran ini, para pelaku usaha dapat memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli dari Tiongkok maupun negara-negara ASEAN, sekaligus menjajaki akses ke pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p>Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa bagi perusahaan Indonesia, CAEXPO semakin dipandang sebagai salah satu jalur bisnis yang dapat dimanfaatkan secara rutin untuk memasuki pasar Tiongkok, bukan sekadar kesempatan promosi yang dicoba sesekali.<\/p>\n<p>Tentu saja, arti penting CAEXPO tidak hanya terbatas pada Indonesia.<\/p>\n<p>Tahun ini menandai lima tahun terjalinnya Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN. CAEXPO juga menjadi ajang pertama bagi Timor-Leste untuk berpartisipasi sebagai anggota resmi ASEAN, sehingga untuk pertama kalinya seluruh 11 negara anggota ASEAN hadir bersama di Nanning.<\/p>\n<p>Vietnam kembali berpartisipasi dengan paviliun tersendiri, sementara Thailand menghadirkan 100 perusahaan. Filipina, yang menjadi negara kehormatan tahun ini, mengirimkan salah satu delegasi terbesarnya dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Di seluruh area pameran ASEAN, perubahan komposisi produk semakin terlihat. Durian, kopi, dan furnitur kayu berkualitas tetap menjadi daya tarik, tetapi kini berdampingan dengan teknologi AI, solusi rendah karbon, ekonomi hijau, serta komunikasi digital.<\/p>\n<p>Perubahan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi ASEAN-Tiongkok tengah bergerak menuju bentuk kerja sama yang semakin beragam dan berorientasi pada pengembangan industri.<\/p>\n<p>Sebagian media di luar kawasan kerap membingkai semakin eratnya hubungan ASEAN dengan Tiongkok sebagai bentuk perluasan pengaruh geopolitik, seolah-olah negara-negara ASEAN sedang dihadapkan pada pilihan untuk berpihak kepada salah satu kekuatan besar.<\/p>\n<p>Namun, situasi di lantai pameran Nanning memperlihatkan perspektif yang lebih praktis.<\/p>\n<p>Para pelaku usaha Indonesia terlihat bernegosiasi dengan calon pembeli menggunakan bahasa Mandarin. Perusahaan Vietnam memperkenalkan inovasi AI mereka, sementara peserta Thailand dengan antusias menawarkan sampel produk kepada pengunjung.<\/p>\n<p>Bagi para pelaku usaha tersebut, pertimbangan utama dalam mengikuti pameran bukanlah narasi geopolitik, melainkan peluang mendapatkan pesanan, akses teknologi, perluasan pasar, dan keuntungan bisnis yang dapat diukur.<\/p>\n<p>Seorang pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok, dalam percakapan informal, menyampaikan pandangan yang mencerminkan hal tersebut:<\/p>\n<p>&#8220;CAEXPO merupakan pameran yang wajib kami ikuti setiap tahun. Mengapa? Karena para pembeli di sini benar-benar datang untuk bertransaksi, bukan sekadar menghadiri acara seremonial.&#8221;<\/p>\n<p>Di situlah daya tarik utama CAEXPO.<\/p>\n<p>Alih-alih hanya menjadi forum diplomasi dan pertukaran pandangan, pameran ini menyediakan ruang bagi perusahaan untuk bernegosiasi secara langsung, mempertemukan teknologi dengan kebutuhan pasar, serta menghubungkan pelaku industri di sepanjang rantai pasok.<\/p>\n<p>Selama 23 tahun penyelenggaraannya, CAEXPO secara kumulatif telah menarik hampir 50.000 perusahaan peserta dan lebih dari 1,5 juta pembeli. Berbagai kesepakatan kerja sama dan proyek yang dihasilkan mencerminkan nilai ekonomi nyata dari hubungan bisnis yang terbangun melalui platform tersebut.<\/p>\n<p>Bagi Tiongkok, CAEXPO merupakan platform terpadu untuk mendorong pembelian produk Tiongkok, ekspor ke pasar Tiongkok, serta investasi di negara tersebut.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, CAEXPO berperan sebagai akselerator untuk mengubah keunggulan sumber daya nasional menjadi keunggulan industri yang memiliki nilai tambah.<\/p>\n<p>Sementara bagi ASEAN secara keseluruhan, pameran ini menjadi salah satu sarana praktis untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan.<\/p>\n<p>Tema CAEXPO tahun ini, &#8220;Berbagi Peluang 3.0&#8221;, merujuk pada peningkatan kerja sama melalui ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) versi 3.0.<\/p>\n<p>Kerangka kerja sama tersebut untuk pertama kalinya memasukkan ekonomi digital, ekonomi hijau, serta konektivitas rantai pasok dan industri sebagai bidang penting. Dengan demikian, kerja sama ASEAN-Tiongkok diharapkan berkembang dari penurunan tarif perdagangan tradisional menuju penyelarasan aturan, regulasi, dan standar yang lebih mendalam.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, masa depan hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok tidak lagi hanya bergantung pada pola sederhana berupa penjual dan pembeli. Kedua negara semakin memiliki peluang untuk membangun ekosistem industri yang saling terhubung dan saling melengkapi.<\/p>\n<p>Bijih nikel Indonesia, misalnya, dapat menjadi bahan baku bagi industri baterai Tiongkok. Teknologi fotovoltaik Tiongkok dapat mendukung pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan di Indonesia. Di sektor digital, sistem pembayaran Indonesia juga berpeluang membangun keterhubungan yang lebih erat dengan ekosistem teknologi finansial Tiongkok.<\/p>\n<p>Integrasi semacam inilah yang mencerminkan arah kerja sama ekonomi pada era 3.0.<\/p>\n<p>Karena itu, di tengah berbagai perdebatan geopolitik, keputusan perusahaan Indonesia untuk meningkatkan partisipasi dalam CAEXPO memberikan gambaran yang jelas tentang prioritas dunia usaha.<\/p>\n<p>Kehadiran 78 perusahaan, paviliun seluas hampir 2.000 meter persegi, serta cakupan sektor bisnis yang membentang dari komoditas hingga AI menunjukkan bahwa Indonesia melihat peluang ekonomi yang konkret melalui platform ini.<\/p>\n<p>CAEXPO bukan semata-mata arena persaingan geopolitik. Bagi para pelaku usaha, pameran ini adalah tempat mempertemukan pembeli dan penjual, membuka peluang bagi para wirausahawan, serta menjembatani kebutuhan dan sumber daya dari dua pasar yang saling melengkapi.<\/p>\n<p>Selama platform ini mampu mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli, mitra teknologi, dan peluang investasi, relevansinya bagi dunia usaha akan tetap terjaga.<\/p>\n<p>Melalui partisipasinya tahun ini, Indonesia kembali memperlihatkan posisinya sebagai salah satu peserta yang aktif dan berkomitmen dalam memanfaatkan peluang kerja sama ekonomi melalui CAEXPO.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari itu menandai pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23. Tahun ini, pameran menempati area seluas 170.000 meter persegi, meningkat sekitar 6% dibandingkan tahun sebelumnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":527845,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"427","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"caexpo,tiongkok","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[427,32],"tags":[274908,372450,1420,77983],"series":[],"class_list":["post-527842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-ekonomi","tag-berita","tag-caexpo","tag-peristiwa","tag-tiongkok"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=527842"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":527848,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/527842\/revisions\/527848"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/527845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=527842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=527842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=527842"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=527842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}