{"id":528054,"date":"2026-10-26T18:30:00","date_gmt":"2026-10-26T11:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/26\/jimly-puji-presiden-brasil-cuma-tamat-sd-netizen-jawab-menohok-dia-gak-punya-paman-di-mk\/"},"modified":"2026-10-26T18:32:15","modified_gmt":"2026-10-26T11:32:15","slug":"jimly-puji-presiden-brasil-cuma-tamat-sd-netizen-jawab-menohok-dia-gak-punya-paman-di-mk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/26\/jimly-puji-presiden-brasil-cuma-tamat-sd-netizen-jawab-menohok-dia-gak-punya-paman-di-mk\/","title":{"rendered":"Jimly Puji Presiden Brasil Cuma Tamat SD, Netizen Jawab Menohok: Dia Gak Punya Paman di MK"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie memuji keberhasilan Luiz In\u00e1cio Lula da Silva yang kembali terpilih sebagai Presiden Brasil untuk keempat kalinya pada Minggu (25\/10\/2026). Lula, yang berusia 81 tahun, memenangi putaran kedua dengan 51,79% suara mengalahkan Fl\u00e1vio Bolsonaro (48,21%), meski sebelumnya tertinggal di putaran pertama.<\/p>\n<p>Melalui akun X @JimlyAs, Jimly menulis bahwa pencapaian itu \u201chebat\u201d karena Lula hanya tamat SD dan mengikuti kursus keterampilan. Ia merujuk Pasal 14 ayat (4) UUD Brasil yang mensyaratkan kandidat terdaftar sebagai pemilih dan tidak buta huruf, tanpa syarat pendidikan formal tinggi.<\/p>\n<p><i>&#8220;Hebat, Presiden Brazil Lula da Silva kmbali trpilih jadi Presiden ke4 kalinya. Pdhal cuma tamat SD &#038; kursus ktrampilan. Karena di Pasal 14 ayat (4) UUD Brazil, smua kandidat pemilu baik parlemen maupun pres\/wapres hrs trdaftar sbg pemilih &#038; tdk buta huruf&#8221;<\/i>, cuitnya.<\/p>\n<p>Pujian ini memicu reaksi netizen yang membandingkan perjalanan Lula dengan Wakil Presiden RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a>. Banyak yang menyebut Lula \u201cbukan anak karbitan\u201d seperti Gibran, yang dinilai naik cepat berkat dinasti <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dan dukungan ayahnya, mantan Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a>. Istilah \u201canak karbitan\u201d merujuk pada seseorang yang dipercepat naik tanpa proses alami, mirip buah yang dimatangkan dengan karbit.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Perjalanan Panjang Lula: Dari Kemiskinan hingga Istana Presiden<\/h2>\n<p>Lula lahir 27 Oktober 1945 di Garanhuns, Pernambuco, dari keluarga petani miskin. Ia anak ketujuh dari delapan bersaudara; orang tuanya buta huruf. Sejak kecil ia bekerja sebagai penyemir sepatu, penjual kacang, dan pembantu di pabrik pewarna. Ia baru belajar membaca di usia sekitar 10 tahun dan putus sekolah setelah pendidikan dasar (setara SD\/awal SMP) untuk membantu keluarga.<\/p>\n<p>Di usia 14 tahun, Lula pindah ke S\u00e3o Paulo dan bekerja di pabrik sekrup sambil mengikuti kursus tiga tahun di Servi\u00e7o Nacional de Aprendizagem Industrial (SENAI) sebagai <i>torneiro mec\u00e2nico<\/i> (operator mesin bubut). Ia kehilangan jari kelingking tangan kiri akibat kecelakaan kerja di pabrik. Pengalaman sebagai buruh logam membawanya aktif di serikat pekerja, menjadi ketua serikat metalurgi S\u00e3o Bernardo do Campo pada 1975, dan memimpin mogok besar era kediktatoran militer. Ia ikut mendirikan Partai Buruh (PT) pada 1980.<\/p>\n<p>Lula gagal tiga kali di pilpres (1989, 1994, 1998) sebelum menang pada 2002 dan 2006 (masa jabatan 2003\u20132010). Ia kembali menang pada 2022 dan kini 2026. Selama pemerintahannya, program seperti Bolsa Fam\u00edlia membantu mengentaskan puluhan juta orang dari kemiskinan. Ia pernah dipenjara dalam kasus korupsi (kemudian dibebaskan), namun tetap bangkit. Lula sering menekankan bahwa ia adalah metalurgi tanpa gelar universitas yang terpilih secara demokratis empat kali.<\/p>\n<p>Pendidikan formal Lula memang terbatas\u2014menyelesaikan pendidikan primer dan diploma keterampilan SENAI\u2014namun kualifikasi politiknya dibangun melalui perjuangan panjang di lapangan. Di Brasil, syarat pencalonan relatif longgar dibandingkan Indonesia yang mensyaratkan ijazah minimal SMA atau sederajat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Konteks Indonesia dan Reaksi Netizen<\/h2>\n<p>Unggahan Jimly muncul di tengah polemik berkepanjangan soal dokumen pendidikan Gibran, termasuk putusan MK yang menyebut tidak ada bukti meyakinkan ijazah SMA atau setara. Jimly sendiri pernah mengusulkan penghapusan syarat ijazah bagi capres-cawapres, dengan menyinggung contoh Lula dan Buya Hamka, serta menekankan bahwa suara rakyat lebih tinggi dari gelar akademik. Ia menegaskan bukan membela Gibran secara pribadi.<\/p>\n<p>Reaksi netizen di kolom komentar dan quote post Jimly banyak menyoroti perbedaan jalur. Salah satu balasan populer menyarankan Gibran mencoba pilpres di Brasil, dengan nada sarkastik. Komentar lain menggarisbawahi bahwa Lula naik dari bawah melalui kerja, serikat buruh, dan partai yang dibangunnya sendiri, bukan \u201cdipaksa matang\u201d oleh kekuasaan keluarga atau perubahan aturan mendadak (seperti putusan MK soal batas usia 2023 yang membuka jalan bagi Gibran).<\/p>\n<p>@cynicstoic: <i>\u201cGibran nyapres di Brazil aja. Kali aja Lula buka lowongan\u201d<\/i><\/p>\n<p>@BR_Tamsyah: <i>\u201cApakah Lula da Silva punya paman di MK-nya Brasil (kalau ada sih)?\u201d<\/i><\/p>\n<p>@LocknLoll: <i>\u201cYg pasti adalah Presiden Brazil Lula da Silva tidak bikin IJAZAH PALSU <\/i>\ud83e\udee9\ud83e\udee9<i>\u201d<\/i><\/p>\n<p>@arifbalikpapan1: <i>\u201cHebat ya, Prof. Bandingkan Lula yang cuma SD tapi kerja keras, berjuang, dan dibangun dari bawah\u2026 sama Gibran yang \u2018tidak punya ijazah SMA\u2019 tapi tiba-tiba naik karena dinasti + transaksi politik. BEDA JAUH\u201d<\/i><\/p>\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">@JimlyAs Lula da Silva gak punya Paman di MK dan Bapaknya gak pernah menjabat presiden serta.. plis deh jgn samain Lula da Silva dgn Fufufafa.. Langit dan Bumi https:\/\/t.co\/d3JeUXjWuM<\/p>\n<p>\u2014 XPLSHX (@xplshx) October 26, 2026<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie memuji keberhasilan Luiz In\u00e1cio Lula da Silva yang kembali terpilih sebagai Presiden Brasil untuk keempat kalinya pada Minggu (25\/10\/2026). Lula, yang berusia 81 tahun, memenangi putaran kedua dengan 51,79% suara mengalahkan Fl\u00e1vio Bolsonaro (48,21%), meski sebelumnya tertinggal di putaran pertama. Melalui akun X @JimlyAs, Jimly [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":528055,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-528054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528054"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":528056,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528054\/revisions\/528056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528054"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}