{"id":528238,"date":"2026-10-27T20:04:35","date_gmt":"2026-10-27T13:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/27\/titik-nol-kreativitas-usk-di-bawah-rindang-pohon-panggung-tanpa-nama-antara-jejak-ulama-dan-asa-mahasiswa\/"},"modified":"2026-10-27T20:04:35","modified_gmt":"2026-10-27T13:04:35","slug":"titik-nol-kreativitas-usk-di-bawah-rindang-pohon-panggung-tanpa-nama-antara-jejak-ulama-dan-asa-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/27\/titik-nol-kreativitas-usk-di-bawah-rindang-pohon-panggung-tanpa-nama-antara-jejak-ulama-dan-asa-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Titik Nol Kreativitas USK: Di Bawah Rindang Pohon Panggung Tanpa Nama, Antara Jejak Ulama dan Asa Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tanyakan<\/strong> kepada siapa saja di Universitas Syiah Kuala (USK) tentang tempat nongkrong atau lokasi latihan paling legendaris, dan jawabannya sering kali keluar begitu saja tanpa perlu pikir panjang: <em>&#8220;Belakang AAC aja.&#8221;<\/em> Tidak ada pin peta digital yang diperlukan. Tidak ada instruksi rumit yang harus dijelaskan.<\/p>\n<p>Letaknya sangat strategis namun bersahaja. Persis diapit oleh gedung AAC Dayan Dawod, kantin utama, deretan ATM, BSI KCP USK, hingga USK store. Siang hari, area berpagar rapi ini berfungsi ganda sebagai tempat berteduh sekaligus kantin terbuka. Mahasiswa lalu-lalang menyantap makan siang di bawah teriknya matahari Banda Aceh, sementara angin menyapu dedaunan rindang.<\/p>\n<p>Namun, begitu jarum jam menunjuk pukul empat sore, suasana bergeser total.<\/p>\n<p>Meja-meja makan berangsur kosong. Panggung terbuka di tengah naungan pohon besar itu mendadak hidup. Dari ruang publik biasa, tempat ini berubah menjadi panggung kreatif tanpa nama\u2014jantung tersembunyi tempat denyut seni mahasiswa USK berdetak dari masa ke masa.<\/p>\n<p>Ada pemandangan kontras yang justru menghidupkan tempat ini. Tepat di bawah naungan ranting-ranting pohon besar tersebut, berdiri sebuah kompleks makam kecil berpagar. Sebuah prasasti mencatat dengan jelas kalimat penuh sejarah: <em>&#8220;Di tempat ini disemayamkan para ulama yang menyebarkan Islam di Aceh Besar.&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Tertulis lima nama ulama sepuh yang bersemayam di sana: H. Achmad Qasturi (1316\u20131389), Tgk. Malem Panyang (1337\u20131339), Datok Nafi, Muda Selangor, dan Abu Said. Di sinilah letak magisnya. Hanya berjarak beberapa meter dari pusara para penyebar agama masa lampau, energi muda kreativitas modern bergolak tanpa henti setiap harinya.<\/p>\n<p>Begitu petang menjelang, pelataran ini riuh oleh berbagai aktivitas seni. Mahasiswa lintas program studi berkumpul melebur tanpa sekat. Ada yang berlatih teater, menghafal naskah drama, merangkai gerak tari tradisional maupun kontemporer, membaca puisi dengan intonasi tajam, hingga menabuh ritme <em>Rapa&#8217;i<\/em> yang menggema.<\/p>\n<p>Ketika musim pementasan atau festival besar kampus semakin dekat, kapasitas tempat ini diuji. Panggung utama langsung penuh sesak. Para peserta latihan tumpah ruah hingga ke teras samping Kantin AAC dan sudut-sudut gang gedung. Setiap jengkal ruang di sekitar pohon tersebut berubah menjadi zona gladi resik.<\/p>\n<p>Dulu, cerita tentang tempat ini punya babak malam yang panjang. Para alumni senior kerap mengenang bagaimana mereka berlatih di bawah panggung tanpa nama ini hingga larut malam\u2014bahkan melewati tengah malam. Batasan waktu seolah tidak berlaku demi sebuah pementasan yang sempurna.<\/p>\n<p>Kini, ritme itu sedikit melambat. Faktor keamanan membuat pihak kampus menerapkan aturan tegas: aktivitas malam dibatasi maksimal hingga pukul 11 malam, terutama demi melindungi keselamatan mahasiswa perempuan yang hendak pulang ke kos atau rumah masing-masing.<\/p>\n<p>Meski jam malam dipangkas, nyala semangatnya tidak ikut padam. Tempat ini tetap menjadi saksi bisu lahirnya bakat-bakat besar dari rahim USK. Ribuan momentum panggung, gelak tawa proses kreativitas, hingga peluh keringat perjuangan berproses bermula dari petak sederhana di belakang AAC Dayan Dawod.<\/p>\n<p>Bagi mahasiswa USK, tempat ini lebih dari sekadar petak ruang terbuka. Ia adalah rumah kedua, monumen persahabatan lintas angkatan, sekaligus titik tolak di mana sejarah masa lalu dan masa depan kreativitas anak muda Aceh bertemu dalam satu naungan yang sama.(*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi mahasiswa USK, tempat ini lebih dari sekadar petak ruang terbuka. Ia adalah rumah kedua, monumen persahabatan lintas angkatan, sekaligus titik tolak di mana sejarah masa lalu dan masa depan kreativitas anak muda Aceh bertemu dalam satu naungan yang sama.<\/p>\n","protected":false},"author":4168,"featured_media":528239,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[13434,4756,3017,33043,8461],"series":[],"class_list":["post-528238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-kreatifitas","tag-mahasiswa","tag-seni","tag-usk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/4168"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528238"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528238\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528238"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}