{"id":528346,"date":"2026-10-28T10:43:00","date_gmt":"2026-10-28T03:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/28\/caexpo-perusahaan-indonesia-mengambil-keputusan-bisnis-paling-pragmatis-mengubah-peluang-dari-tiongkok-menjadi-keuntungan-nyata\/"},"modified":"2026-10-28T11:13:04","modified_gmt":"2026-10-28T04:13:04","slug":"caexpo-perusahaan-indonesia-ubah-peluang-dari-tiongkok-menjadi-keuntungan-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/28\/caexpo-perusahaan-indonesia-ubah-peluang-dari-tiongkok-menjadi-keuntungan-nyata\/","title":{"rendered":"CAEXPO: Perusahaan Indonesia Ubah Peluang dari Tiongkok Menjadi Keuntungan Nyata"},"content":{"rendered":"<p><strong>TIONGKOK<\/strong> &#8211; Pada 17 September, aroma kopi khas Indonesia berpadu dengan wangi minyak sawit yang menguar dari area pameran Indonesia hingga ke lorong-lorong Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Nanning.<\/p>\n<p>Hari itu merupakan hari pertama penyelenggaraan China-ASEAN Expo (<a title=\"CAEXPO\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/caexpo\/\">CAEXPO<\/a>) ke-23. Tahun ini, total area pameran mencapai 170.000 meter persegi, meningkat sekitar 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 3.400 perusahaan berpartisipasi dalam pameran yang diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Nanning, Komunitas Nanning ASEAN (NAN A), dan Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Guilin. Sekitar 50 kegiatan perdagangan dan ekonomi juga dijadwalkan berlangsung selama pameran.<\/p>\n<p>Tema tahun ini adalah \u201cBerbagi Peluang 3.0, Bersama Mewujudkan Kehidupan yang Lebih Baik\u201d. Sekilas, tema tersebut mungkin terdengar seperti slogan resmi pada umumnya. Namun, cukup dengan mengunjungi paviliun Indonesia, pengunjung akan menyadari bahwa pesan tersebut bukan sekadar jargon.<\/p>\n<p>Sebanyak 78 perusahaan Indonesia hadir dalam pameran kali ini, menjadikan Indonesia salah satu negara ASEAN dengan jumlah peserta terbesar. Dengan luas area hampir 2.000 meter persegi, Indonesia berada di jajaran teratas peserta ASEAN bersama Malaysia dan Thailand.<\/p>\n<p>Perusahaan yang hadir pun beragam. Ada Pertamina, perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500; Golden Agri-Resources, salah satu pemimpin industri; PT Wahana Telekomunikasi yang bergerak di bidang komunikasi satelit; serta perusahaan pengolahan minyak sawit, eksportir furnitur, dan produsen makanan serta minuman. Mulai dari komoditas tradisional hingga kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi hijau, berbagai sektor industri Indonesia turut ambil bagian.<\/p>\n<p>Mungkin muncul pertanyaan: mengapa perusahaan Indonesia begitu antusias?<\/p>\n<p>Jawabannya sederhana: karena Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.<\/p>\n<p>Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Tiongkok telah melampaui 100 miliar dolar AS. Minyak sawit, bijih nikel, kopi, dan karet dari Indonesia, serta kendaraan listrik, modul fotovoltaik, dan mesin konstruksi dari Tiongkok, telah membentuk hubungan rantai industri yang sangat erat antara kedua negara.<\/p>\n<p>Bagi perusahaan Indonesia, persoalannya bukan lagi apakah mereka perlu menghadiri CAEXPO, melainkan bagaimana mereka berpartisipasi dan produk atau teknologi apa yang perlu mereka tampilkan.<\/p>\n<p>Perubahan pada paviliun Indonesia tahun ini menjadi bukti paling jelas.<\/p>\n<p>Dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya, paviliun Indonesia lebih banyak menonjolkan produk konsumsi tradisional seperti kopi, furnitur, dan kerajinan tangan. Namun, tahun ini situasinya berbeda.<\/p>\n<p>Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) secara langsung memimpin penyelenggaraan pameran khusus mengenai ekonomi digital dan ekosistem inovasi AI di area teknologi tinggi.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan promosi CAEXPO yang diselenggarakan di Jakarta pada Mei lalu, Ketua MASTEL, Salvador, menyampaikan pandangannya secara lugas:<\/p>\n<p>\u201cPasar telekomunikasi Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Kami berharap dapat menjalin hubungan dengan lebih banyak perusahaan kecerdasan buatan dan investor dari Tiongkok melalui CAEXPO, sehingga dapat memberikan fondasi yang lebih kuat bagi peningkatan dan pengembangan industri elektronik dan telekomunikasi nasional.\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan.<\/p>\n<p>Kebutuhan Indonesia terhadap penerapan teknologi AI sedang meningkat pesat. Mulai dari pertanian, perikanan, kota pintar, hingga pembayaran digital, setiap sektor membutuhkan peningkatan teknologi. Sementara itu, Tiongkok telah menunjukkan kemajuan dalam penerapan AI secara praktis di berbagai industri.<\/p>\n<p>Tahun ini, CAEXPO secara khusus menghadirkan \u201cAI Supermarket\u201d, sebuah area yang memamerkan lebih dari 500 produk. Untuk pertama kalinya, pameran ini juga menyediakan \u201cZona Kebutuhan Negara-Negara ASEAN\u201d, yang secara terbuka menampilkan kebutuhan teknologi, peralatan, dan solusi dari berbagai negara ASEAN agar perusahaan Tiongkok dapat menjajaki peluang kerja sama secara langsung.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, CAEXPO kini telah berkembang dari sekadar tempat untuk menjual produk menjadi platform untuk membangun kemitraan dan mengembangkan rantai industri.<\/p>\n<p>Konsul Urusan APEC Indonesia, Retno Supeni, menyampaikan kepada media pada acara pembukaan:<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok secara aktif menjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi hijau dan ekonomi digital, termasuk energi terbarukan. Kami senang melihat kerja sama ini akan semakin memperkuat pembangunan rantai pasok dan mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p>Perhatikan istilah yang digunakannya: \u201cpembangunan rantai pasok\u201d, bukan sekadar \u201cpembelian barang\u201d.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok sedang bergerak dari perdagangan konvensional menuju integrasi industri yang saling mendukung.<\/p>\n<p>Ada pula satu hal menarik lainnya.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan promosi di Jakarta pada Mei lalu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Wijaya, menyatakan:<\/p>\n<p>\u201cTarget Indonesia dalam CAEXPO tahun ini adalah mencapai kerja sama dalam skala yang lebih besar, khususnya di bidang ekonomi digital, teknologi hijau, dan industri manufaktur masa depan.\u201d<\/p>\n<p>KADIN juga mengorganisasi partisipasi perusahaan Indonesia dengan standar yang lebih tinggi. Para pelaku usaha mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk secara langsung kepada calon pembeli dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN lainnya, sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p>Apa artinya?<\/p>\n<p>Artinya, perusahaan Indonesia kini memandang CAEXPO sebagai jalur reguler untuk memasuki pasar Tiongkok, bukan lagi sekadar pilihan alternatif yang sesekali dicoba.<\/p>\n<p>Tentu saja, arti penting CAEXPO tidak terbatas pada Indonesia.<\/p>\n<p>Tahun ini menandai peringatan lima tahun terjalinnya Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN. Untuk pertama kalinya, Timor-Leste juga tampil dalam CAEXPO sebagai anggota resmi ASEAN, sehingga seluruh 11 negara ASEAN berkumpul bersama di Nanning.<\/p>\n<p>Vietnam kembali berpartisipasi dengan satu paviliun khusus. Thailand membawa 100 perusahaan, sedangkan Filipina, sebagai Negara Kehormatan tahun ini, mengirimkan salah satu delegasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<p>Struktur produk yang ditampilkan di seluruh kawasan pameran ASEAN pun mengalami perubahan mendasar. Dari durian, kopi, dan kayu mahoni, kini pameran turut menampilkan teknologi kecerdasan buatan, solusi hijau rendah karbon, serta komunikasi digital.<\/p>\n<p>Sebagian media di luar kawasan kerap mengangkat narasi tentang \u201cperluasan pengaruh Tiongkok\u201d, seolah-olah semakin eratnya hubungan negara-negara ASEAN dengan Tiongkok berarti mereka sedang memilih pihak dalam persaingan geopolitik.<\/p>\n<p>Namun, jika berjalan menyusuri ruang pameran di Nanning, mendengar peserta pameran Indonesia bernegosiasi dalam bahasa Mandarin dengan calon pembeli, menyaksikan perusahaan Vietnam memamerkan produk AI mereka, atau menerima sampel makanan yang dibagikan dengan antusias oleh peserta Thailand, gambaran yang muncul sangat berbeda.<\/p>\n<p>Bagi perusahaan-perusahaan tersebut, narasi geopolitik bukanlah perhatian utama.<\/p>\n<p>Yang mereka cari adalah pesanan, teknologi, akses pasar, dan keuntungan bisnis yang nyata.<\/p>\n<p>Seorang pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Tiongkok bahkan menyampaikan secara informal sebuah pernyataan yang sangat terus terang:<\/p>\n<p>\u201cCAEXPO adalah pameran yang wajib kami hadiri setiap tahun. Mengapa? Karena para pembeli di sini benar-benar datang untuk membeli produk, bukan sekadar menghadiri acara seremonial.\u201d<\/p>\n<p>Inilah daya tarik CAEXPO yang paling mendasar.<\/p>\n<p>Pameran ini tidak hanya mengandalkan slogan atau agenda ideologis, melainkan menyediakan platform nyata bagi perusahaan untuk berbisnis, mempertemukan teknologi dengan kebutuhan pasar, serta menghubungkan para pelaku usaha di berbagai tahap rantai industri.<\/p>\n<p>Selama 23 tahun penyelenggaraannya, CAEXPO secara kumulatif telah menarik hampir 50.000 perusahaan peserta dan lebih dari 1,5 juta pembeli. Berbagai kesepakatan kerja sama dan proyek yang berhasil direalisasikan telah menghasilkan manfaat ekonomi yang konkret.<\/p>\n<p>Bagi Tiongkok, CAEXPO merupakan platform terpadu untuk \u201cBerbelanja di Tiongkok, Mengekspor ke Tiongkok, dan Berinvestasi di Tiongkok\u201d.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, CAEXPO menjadi akselerator untuk mengubah keunggulan sumber daya nasional menjadi kekuatan industri.<\/p>\n<p>Sementara bagi ASEAN secara keseluruhan, CAEXPO merupakan salah satu pendorong paling pragmatis bagi integrasi ekonomi kawasan.<\/p>\n<p>Tema CAEXPO tahun ini adalah \u201cBerbagi Peluang 3.0\u201d.<\/p>\n<p>Angka \u201c3.0\u201d merujuk pada versi 3.0 Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok (ACFTA). Untuk pertama kalinya, kerangka kerja sama tersebut memasukkan ekonomi digital, ekonomi hijau, serta konektivitas rantai industri dan rantai pasok sebagai bidang penting.<\/p>\n<p>Langkah ini mendorong kerja sama kedua pihak melampaui pengurangan tarif perdagangan tradisional menuju penyelarasan yang lebih mendalam dalam aspek aturan, regulasi, dan standar.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok pada masa depan tidak lagi hanya berupa transaksi sederhana antara penjual dan pembeli, melainkan berkembang menjadi ekosistem industri yang saling terhubung dan saling bergantung.<\/p>\n<p>Bijih nikel Indonesia menjadi bahan baku bagi pabrik baterai di Tiongkok. Teknologi fotovoltaik Tiongkok membantu Indonesia membangun pembangkit listrik ramah lingkungan. Sistem pembayaran digital Indonesia terhubung dengan ekosistem teknologi finansial Tiongkok.<\/p>\n<p>Integrasi mendalam seperti inilah yang sesungguhnya mencerminkan makna era \u201c3.0\u201d.<\/p>\n<p>Karena itu, berbagai narasi yang mengalihkan perhatian dari manfaat nyata kerja sama ekonomi tidak perlu menjadi fokus utama.<\/p>\n<p>Perusahaan Indonesia telah membuat pilihan bisnis yang paling pragmatis.<\/p>\n<p>Sebanyak 78 perusahaan berpartisipasi, area pameran hampir 2.000 meter persegi disiapkan, dan berbagai sektor mulai dari komoditas hingga teknologi AI ditampilkan. Semua ini merupakan jawaban yang paling kuat melalui tindakan nyata.<\/p>\n<p>CAEXPO bukanlah papan catur geopolitik.<\/p>\n<p>CAEXPO adalah pasar tempat para pelaku bisnis bertemu, panggung bagi para wirausahawan, sekaligus jembatan yang mempertemukan dua pasar dan dua kelompok sumber daya secara efisien.<\/p>\n<p>Selama platform ini terus tersedia dan perusahaan masih dapat menemukan pesanan serta mitra kerja sama di dalamnya, CAEXPO akan selalu memiliki daya hidup dan relevansi.<\/p>\n<p>Dan Indonesia telah membuktikan melalui tindakan nyata bahwa negara ini merupakan salah satu peserta yang paling konsisten dan berkomitmen dalam memanfaatkan platform tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari itu merupakan hari pertama penyelenggaraan China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-23.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":528352,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"427","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"CAEXPO","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[427,32],"tags":[1420,274908,372450],"series":[],"class_list":["post-528346","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","category-ekonomi","tag-peristiwa","tag-berita","tag-caexpo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528346","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528346"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528346\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":528353,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528346\/revisions\/528353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528346"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528346"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528346"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528346"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}