{"id":528441,"date":"2026-10-28T20:48:00","date_gmt":"2026-10-28T13:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=528441"},"modified":"2026-10-28T20:48:00","modified_gmt":"2026-10-28T13:48:00","slug":"sekjend-badan-narkotika-china-temui-kapolri-bahas-jaringan-sabu-12-ton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/28\/sekjend-badan-narkotika-china-temui-kapolri-bahas-jaringan-sabu-12-ton\/","title":{"rendered":"Sekjend Badan Narkotika China Temui Kapolri, Bahas Jaringan Sabu 1,2 Ton"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Pengungkapan laboratorium gelap <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/narkotika\/\">narkotika<\/a> di Kabupaten <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/pidie\/\">Pidie<\/a>, Aceh, yang menyita sekitar <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/1,2ton\/\">1,2 ton<\/a> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/harianaceh.co.id\/sabu\/\">sabu<\/a> kini memasuki babak lanjutan. Kepolisian tidak hanya membidik para pelaku yang terlibat dalam produksi, tetapi juga memburu pihak yang diduga menyediakan modal serta mengendalikan jaringan di balik operasi tersebut.<\/p>\n<p>Langkah itu mengemuka setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pengendali Narkotika China (<em>National Narcotics Control Commission<\/em>\/NNCC), Lan Weihong, di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama lintas negara untuk membongkar jaringan narkotika yang beroperasi hingga ke Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya pada Rabu, 28 Oktober 2026, Suyudi menegaskan bahwa kolaborasi dengan otoritas China akan terus diperluas. Pengungkapan laboratorium di Aceh dinilai bukan akhir dari operasi, melainkan pintu masuk untuk mengejar pihak-pihak lain yang diduga masih berada di balik jaringan tersebut.<\/p>\n<p>Kapolri memastikan penyidik masih mendalami perkara itu, terutama untuk mengidentifikasi pendana dan pihak yang mendukung operasional laboratorium. Aparat juga menelusuri kemungkinan keterkaitan kasus tersebut dengan jaringan narkotika lain yang telah terungkap di kawasan Sumatera.<\/p>\n<p>\u201cKerja sama dengan China akan berlanjut karena masih ada target-target lain,\u201d demikian penegasan Suyudi sebagaimana diberitakan detikNews pada Rabu, 28 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa penindakan terhadap pelaku di lapangan belum cukup untuk memutus rantai kejahatan narkotika. Penyelidikan kini diarahkan pada struktur jaringan yang lebih luas, termasuk aliran dana, jalur pengiriman bahan baku, serta pihak-pihak yang diduga mengatur proses produksi dan distribusi.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 16px\">Jaringan Lintas Negara Mulai Terkuak<\/span><\/h2>\n<p>Wakil Sekretaris Jenderal NNCC China, Lan Weihong, mengungkapkan bahwa penyelidikan terhadap jaringan penyelundupan narkotika cair tersebut telah berlangsung sejak 2025. Informasi awal yang diperoleh otoritas China berkaitan dengan kelompok kejahatan yang diduga mengirimkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya pada Rabu, 28 Oktober 2026, Lan menjelaskan bahwa penyelidikan intensif selama sekitar satu tahun membantu otoritasnya memetakan aktivitas kelompok tersebut. Pengiriman narkotika cair ke Indonesia disebut telah dilakukan berulang kali sebelum laboratorium di Aceh berhasil dibongkar.<\/p>\n<p>Informasi intelijen itu kemudian disampaikan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada September 2026. Setelah koordinasi dilakukan, otoritas Indonesia, China, dan Malaysia memperkuat kerja sama untuk menindak jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan lintas negara.<\/p>\n<p>Operasi bersama pada Oktober 2026 akhirnya mengarah pada pengungkapan laboratorium yang diduga digunakan untuk mengolah sabu cair menjadi sabu kristal di Kabupaten Pidie. Lan juga menyampaikan bahwa otoritas China telah menangkap tujuh orang di negaranya yang diduga berkaitan dengan jaringan narkotika tersebut.<\/p>\n<p>Informasi mengenai perkembangan penyelidikan itu disampaikan ANTARA dalam pemberitaan bertanggal Rabu, 28 Oktober 2026. Meski sejumlah pelaku telah diamankan, penelusuran terhadap jaringan internasional dan pihak yang mengendalikan peredaran narkotika masih terus berlangsung.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 16px\">Sebanyak 10 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka<\/span><\/h2>\n<p>Kasus laboratorium gelap di Pidie terungkap melalui operasi gabungan yang melibatkan Polri, BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta dukungan informasi dari mitra luar negeri.<\/p>\n<p>Berdasarkan keterangan kepolisian yang dipublikasikan pada Oktober 2026, petugas mengamankan 11 orang dalam pengungkapan tersebut. Setelah pemeriksaan dan penyidikan, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan satu orang lainnya berstatus saksi.<\/p>\n<p>Sepuluh tersangka itu terdiri atas dua warga negara China dan delapan warga negara Indonesia. Kedua warga negara China tersebut diduga berperan sebagai ahli kimia atau peracik yang menangani proses pengolahan sabu cair menjadi sabu kristal.<\/p>\n<p>Sementara itu, sejumlah tersangka warga negara Indonesia diduga memiliki peran berbeda, mulai dari membantu pengolahan dan pengemasan, menyediakan kebutuhan operasional, mengurus perlengkapan produksi, hingga menjemput dan mengantarkan para ahli kimia menuju lokasi laboratorium.<\/p>\n<p>Pemetaan peran tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan perkara. Penyidik perlu mengungkap apakah para tersangka hanya menjalankan tugas masing-masing atau terhubung dengan struktur organisasi yang lebih besar, termasuk pihak yang diduga membiayai dan mengendalikan seluruh kegiatan.<\/p>\n<p>Namun, status tersangka tidak dapat disamakan dengan putusan bersalah. Pembuktian terhadap peran setiap orang tetap harus dilakukan melalui proses hukum yang berlaku.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 16px\">Barang Bukti Mencapai 1,2 Ton<\/span><\/h2>\n<p>Laboratorium narkotika itu ditemukan di kawasan rumah toko di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Tempat tersebut diduga dimanfaatkan untuk mengolah narkotika cair menjadi sabu kristal melalui tahapan produksi yang telah disiapkan di dalam bangunan.<\/p>\n<p>Dalam operasi tersebut, aparat menemukan sekitar 20 drum berisi bahan narkotika cair, kurang lebih 500 kilogram sabu kristal, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi. Jika dihitung secara keseluruhan, barang bukti yang disita mencapai sekitar 1,2 ton.<\/p>\n<p>Kepolisian menyebut pengungkapan ini sebagai salah satu penindakan besar terhadap laboratorium narkotika ilegal di Indonesia. Temuan tersebut sekaligus memperkuat dugaan bahwa wilayah Indonesia tidak hanya menjadi sasaran peredaran narkotika, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi produksi oleh jaringan kejahatan internasional.<\/p>\n<p>Dalam laporan yang dipublikasikan pada 24 Oktober 2026, situs resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia berbahasa Inggris, INP, menyebut penyidik masih menelusuri hubungan para pelaku dengan jaringan narkotika internasional. Aparat juga berupaya mengidentifikasi pihak yang masuk dalam daftar pencarian orang serta menelusuri dugaan aliran hasil kejahatan.<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 16px\">Pengusutan Pendana Jadi Kunci<\/span><\/h2>\n<p>Pengembangan kasus laboratorium sabu di Aceh kini mengarah pada pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang menyediakan modal, mengatur pasokan bahan, dan memperoleh keuntungan dari produksi narkotika dalam jumlah besar tersebut?<\/p>\n<p>Penangkapan para pelaku yang berada di lokasi memang menjadi langkah penting. Namun, tanpa pengungkapan pihak yang diduga menjadi pengendali dan penyandang dana, jaringan serupa berpotensi membangun kembali operasinya melalui orang-orang baru dan lokasi berbeda.<\/p>\n<p>Karena itu, kerja sama Indonesia dengan China dan Malaysia memiliki arti strategis, terutama untuk menyatukan informasi intelijen, menelusuri pergerakan pelaku lintas negara, serta mengungkap jalur pengiriman narkotika dan sumber pembiayaannya.<\/p>\n<p>Sampai Rabu, 28 Oktober 2026, Kapolri menyatakan penyidik masih mengembangkan perkara untuk mengejar pendana dan target lain yang berkaitan dengan jaringan tersebut. Belum ada dasar untuk menyimpulkan siapa pengendali utama sebelum penyidik mengumumkan hasil penyelidikan dan pembuktiannya melalui proses hukum.<\/p>\n<p>Pengungkapan laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie pada akhirnya bukan hanya soal besarnya barang bukti yang disita. Ujian sesungguhnya bagi aparat adalah membongkar seluruh mata rantai kejahatan, menelusuri aliran uang, dan membawa pihak yang terbukti bertanggung jawab ke pengadilan.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Pengungkapan laboratorium gelap narkotika di Kabupaten Pidie, Aceh, yang menyita sekitar 1,2 ton sabu kini memasuki babak lanjutan. Kepolisian tidak hanya membidik para pelaku yang terlibat dalam produksi, tetapi juga memburu pihak yang diduga menyediakan modal serta mengendalikan jaringan di balik operasi tersebut. Langkah itu mengemuka setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4152,"featured_media":528445,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[34],"tags":[14207,33367,46017,373092],"series":[],"class_list":["post-528441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-narkotika","tag-sabu","tag-pidie","tag-1-2-ton"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/4152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528441"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528441\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":528449,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528441\/revisions\/528449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528441"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}