{"id":528464,"date":"2026-10-28T19:28:00","date_gmt":"2026-10-28T12:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/28\/dari-anggaran-rp18-miliar-bnnp-aceh-hanya-punya-rp1-miliar-untuk-berantas-narkoba\/"},"modified":"2026-10-28T19:28:00","modified_gmt":"2026-10-28T12:28:00","slug":"dari-anggaran-rp18-miliar-bnnp-aceh-hanya-punya-rp1-miliar-untuk-berantas-narkoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/28\/dari-anggaran-rp18-miliar-bnnp-aceh-hanya-punya-rp1-miliar-untuk-berantas-narkoba\/","title":{"rendered":"Dari Anggaran Rp18 Miliar, BNNP Aceh Hanya Punya Rp1 Miliar untuk Berantas Narkoba"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>, BANDA ACEH \u2013 Anggaran terbatas membuat ruang gerak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dalam memberantas peredaran narkotika masih terkendala. Dari total anggaran Rp18 miliar yang tersedia pada 2026, hanya sekitar Rp1 miliar yang dapat digunakan untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba di provinsi paling barat Indonesia tersebut.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Dedy Tabrani dalam kegiatan silaturahmi bersama wartawan di  Rabu (28\/10\/2026).<\/p>\n<p>Ia mengatakan, sekitar Rp16 miliar dari anggaran tersebut digunakan untuk membayar gaji pegawai. Sementara itu, anggaran yang tersisa harus dibagi untuk kebutuhan operasional dan kegiatan pemberantasan narkotika.<\/p>\n<p>\u201cPada 2026, BNNP Aceh memperoleh anggaran Rp18 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp16 miliar digunakan untuk membayar gaji pegawai. Dengan demikian, anggaran yang tersedia untuk kebutuhan lainnya sangat terbatas,\u201d kata Dedy dalam kegiatan silaturahmi bersama wartawan di  Rabu, 28 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Dedy menjelaskan, dari sisa anggaran sekitar Rp2 miliar, separuhnya digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional kantor, seperti listrik, air, dan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan dinas. Adapun Rp1 miliar lainnya dialokasikan untuk kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga penindakan narkotika.<\/p>\n<p>Keterbatasan anggaran tersebut menjadi salah satu tantangan bagi BNNP Aceh dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Meski demikian, lembaga itu tetap melakukan penindakan terhadap peredaran gelap narkoba.<\/p>\n<p>Sepanjang 2026, BNNP Aceh telah melakukan lima kali penindakan. Namun, hanya dua kegiatan yang dibiayai oleh negara, sedangkan tiga lainnya menggunakan biaya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cSepanjang 2026, kami telah melakukan lima kali penindakan. Dua kegiatan dibiayai oleh negara, sementara tiga lainnya kami tanggung dengan biaya sendiri,\u201d ujar Dedy.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan masyarakat. Menurut dia, upaya tersebut tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat penegak hukum karena pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba juga memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh. Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan aparat, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama,\u201d kata dia.<\/p>\n<h3>Komisi III DPR RI Dorong Penguatan Anggaran<\/h3>\n<p>Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, H. T. Ibrahim, ST, MM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti keterbatasan anggaran yang dihadapi BNNP Aceh. Ia mengapresiasi upaya Dedy Tabrani beserta jajaran dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika di tengah keterbatasan sumber daya.<\/p>\n<p>Menurut Ibrahim, dukungan anggaran yang memadai diperlukan agar program pencegahan, sosialisasi, rehabilitasi, dan penindakan dapat berjalan lebih optimal.<\/p>\n<p>\u201cKeterbatasan anggaran tentu menjadi tantangan dalam menjalankan program pemberantasan narkoba. Karena itu, kami di Komisi III DPR RI sebagai mitra BNN terus mendorong penguatan anggaran agar upaya pencegahan dan penindakan dapat dilakukan secara lebih maksimal,\u201d kata Ibrahim.<\/p>\n<p>Ia menyebutkan, Komisi III DPR RI telah berupaya mengusulkan penambahan anggaran BNN untuk tahun berikutnya. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga dalam menghadapi ancaman peredaran narkotika.<\/p>\n<p>\u201cKami telah mengupayakan penambahan anggaran BNN untuk tahun depan. Harapannya, dukungan anggaran yang lebih memadai dapat memperkuat upaya pemberantasan narkoba, termasuk di Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3>Ajak Masyarakat Laporkan Keluarga yang Terpapar Narkoba<\/h3>\n<p>Selain menyoroti persoalan anggaran, Ibrahim mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menangani penyalahgunaan narkotika, terutama dengan membantu anggota keluarga yang telah terpapar agar memperoleh rehabilitasi.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan masyarakat agar tidak merasa malu atau takut melaporkan anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan. Menurut dia, pemerintah desa dan kecamatan dapat menjadi jalur awal untuk menyampaikan laporan dan mencari bantuan.<\/p>\n<p>\u201cJangan malu untuk melaporkan anggota keluarga yang sudah terpapar narkoba. Kita harus membantu mereka mendapatkan rehabilitasi. Masyarakat bisa berkoordinasi dengan keuchik atau camat agar mereka memperoleh penanganan yang tepat,\u201d kata Ibrahim.<\/p>\n<p>Ia menilai, pendekatan rehabilitasi perlu berjalan beriringan dengan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika. Dengan demikian, upaya pemberantasan tidak hanya menyasar peredaran gelap, tetapi juga memberikan kesempatan pemulihan bagi pengguna yang membutuhkan penanganan.<\/p>\n<p>Ibrahim berharap dukungan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan lembaga terkait dapat memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan narkotika di Aceh, khususnya untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.<\/p>\n<p>Ia juga mengapresiasi komitmen Kepala BNNP Aceh, Dedy Tabrani, yang dinilainya terus menyuarakan persoalan narkotika di tengah berbagai keterbatasan.<\/p>\n<p>Menurut Ibrahim, penguatan anggaran dan keterlibatan masyarakat perlu berjalan beriringan agar penanganan persoalan narkotika di Aceh dapat dilakukan secara berkelanjutan. [aw\/*]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, BANDA ACEH \u2013 Anggaran terbatas membuat ruang gerak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dalam memberantas peredaran narkotika masih terkendala. Dari total anggaran Rp18 miliar yang tersedia pada 2026, hanya sekitar Rp1 miliar yang dapat digunakan untuk mendukung upaya pemberantasan narkoba di provinsi paling barat Indonesia tersebut. Hal itu disampaikan Kepala BNNP Aceh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":528465,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-528464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528464\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528464"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}