{"id":528859,"date":"2026-10-30T05:25:56","date_gmt":"2026-10-29T22:25:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=528859"},"modified":"2026-10-31T05:18:20","modified_gmt":"2026-10-30T22:18:20","slug":"founder-kpa-gras-ikuti-pelatihan-pengelolaan-sampah-organik-di-bbpvp-medan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/10\/30\/founder-kpa-gras-ikuti-pelatihan-pengelolaan-sampah-organik-di-bbpvp-medan\/","title":{"rendered":"Founder KPA GRAS Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik di BBPVP Medan"},"content":{"rendered":"<p><strong>MEDAN<\/strong> &#8211; Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (<a title=\"BBPVP\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bbpvp\/\">BBPVP<\/a>) Medan, Amran secara resmi membuka empat paket program pelatihan vokasi batch 6 tahun 2026 sekaligus menutup empat paket pelatihan sebelumnya.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung di gedung serbaguna BBPVP Medan, Jl. Amal No.9, Sunggal, Kec.Medan Sunggal, Kota Medan Sumatera Utara, pada Kamis (29\/10\/2026) ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat sinergi antara lembaga pelatihan, kepolisian, dan dunia industri.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, dalam rangka kunjungan kerja untuk melakukan verifikasi dan pengecekan langsung terhadap perkembangan peserta pelatihan yang tergabung dalam program inovatif Poliran (Polisi Peduli Pengangguran).<\/p>\n<p>Turut hadir Kasat Intel Polrestabes Medan, Kasat Binmas Polrestabes Medan, para Kapolsek wilayah Polrestabes Medan, serta Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Medan yang hadir mewakili ketua APINDO Kota Medan. Hadir pula para koordinator, subkoordinator, dan instruktur di lingkungan BBPVP Medan.<\/p>\n<p>Kehadiran unsur kepolisian, perwakilan dunia usaha, dan jajaran BBPVP Medan mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelatihan vokasi, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Medan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai persoalan sosial, khususnya pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran.<\/p>\n<p>Salah satu peserta pelatihan vokasi nasional Batch 6 Tahun 2026 adalah Nurhabli Ridwan, warga Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia merupakan Wisudawan Terbaik Program Pendidikan Green Leadership Indonesia Batch 1, GENRIES Alumni Forest Youthverse Sumatera 2025 Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan, Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, sekaligus pendiri (founder) Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS).<\/p>\n<p>Pada 2026, Nurhabli meraih Juara I Apresiasi Wana Lestari Tingkat Provinsi Sumatera Utara kategori Kader Konservasi Alam. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian dalam kiprah terbaiknya menggerakkan kegiatan konservasi alam dan pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Dalam pelatihan vokasi bacth 6 ini, Nurhabli mengikuti program pelatihan Pengelolaan Limbah Organik yang termasuk dalam bidang green job atau pekerjaan ramah lingkungan. Keikutsertaannya menjadi langkah strategis untuk memperluas kompetensi profesional sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian pembukaan pelatihan, Nurhabli mendapat kesempatan maju ke depan untuk menerima fasilitas seragam peserta secara simbolis dari Kepala BBPVP Medan, Amran, S.T. Penyerahan tersebut turut didampingi Kapolrestabes Medan dan Sekretaris APINDO Kota Medan. Nurhabli menerima seragam tersebut sebagai perwakilan peserta pelatihan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"830\" height=\"467\" class=\"size-medium wp-image-528861 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-830x467.webp\" alt=\"Polisi memakaikan rompi biru kepada seorang pria.\" srcset=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-830x467.webp 830w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-768x432.webp 768w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-1536x864.webp 1536w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-750x422.webp 750w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-1140x641.webp 1140w, https:\/\/www.harianaceh.co.id\/media\/2026\/10\/img-20261030-wa0008-scaled.webp 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 830px) 100vw, 830px\" \/><\/p>\n<p>Dalam rangkaian kegiatan tersebut, koordinator penyelenggara pelatihan Caroline K. Dewi, B.Eng., menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi Batch 6 Tahun 2026 di BBPVP Medan. Laporan tersebut mencakup dasar pelaksanaan, jenis program pelatihan, tujuan, jumlah peserta, metode pembelajaran, hingga sumber pembiayaan kegiatan.<\/p>\n<p>Caroline menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan berdasarkan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran BBPVP Medan Nomor 2.8\/802\/804\/805858\/LP.00.04\/X\/2026 tanggal 22 September 2026 tentang penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.<\/p>\n<p>Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa terdapat empat paket pelatihan yang secara resmi dibuka, meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li>Memangkas Rambut Pria (Barbershop), bidang industri dan jasa, dengan durasi 80 jam pelajaran.<\/li>\n<li>Asisten Pembuatan Pakaian, bidang industri dan jasa, dengan durasi 180 jam pelajaran.<\/li>\n<li>Pengelolaan Limbah Organik Skala Rumah Tangga, bidang green job, dengan durasi 140 jam pelajaran.<\/li>\n<li>Pengolahan Makanan Komersial, bidang pariwisata dan industri kreatif, dengan durasi 180 jam pelajaran.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain membuka empat paket pelatihan baru, BBPVP Medan juga menutup empat paket pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu Asisten Pembuatan Pakaian, Penyiapan Produk Pastry dan Kue, Teknisi Instalasi Tenaga, serta Teknisi Perawatan AC Residential.<\/p>\n<p>Program Teknisi Perawatan AC Residential tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Gabungan Pengusaha Tata Ruang dan Refrigerasi Kota Medan (GAPENTAR).<\/p>\n<p>Caroline menjelaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi bertujuan meningkatkan kompetensi angkatan kerja sesuai kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan kompetensi yang dimiliki, sekaligus meningkatkan kualitas, produktivitas, serta daya saing angkatan kerja.<\/p>\n<p>Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di BBPVP Medan dan dijadwalkan secara bertahap mulai September hingga November 2026. Berdasarkan laporan penyelenggara, empat paket pelatihan yang dibuka diikuti sekitar 64 peserta, sedangkan empat paket pelatihan yang ditutup juga diikuti sekitar 64 peserta.<\/p>\n<p>Metode pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi meliputi pembelajaran teori, praktik, dan uji kompetensi melalui skema sertifikasi yang melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pembiayaan kegiatan dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BBPVP Medan, Kementerian Ketenagakerjaan, Tahun Anggaran 2026.<\/p>\n<p>Pada akhir laporannya, Caroline memohon kesediaan Kapolrestabes Medan untuk memberikan pengarahan kepada peserta, serta meminta Kepala BBPVP Medan untuk membuka dan menutup rangkaian program pelatihan secara resmi.<\/p>\n<h3>Sejumlah program prioritas Kapolri<\/h3>\n<p>Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan bahwa Polrestabes Medan mengimplementasikan sejumlah program prioritas Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, di antaranya Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pangan, Polisi Peduli Lingkungan (Green Policy), Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Subuh Keliling, serta berbagai kegiatan sosial dan pendekatan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menyoroti pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran sebagai persoalan yang saling berkaitan sehingga membutuhkan penanganan bersama.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan besar yang kita hadapi adalah pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan mengurangi pengangguran, kita berharap dapat menekan penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, peran kepolisian tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui pendekatan sosial yang menyentuh persoalan mendasar di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk komitmen memperkuat program Poliran, pada 22 Oktober 2026, Polrestabes Medan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama BBPVP Medan dan APINDO Medan.<\/p>\n<p>Kerja sama tersebut menjadi landasan kolaborasi dalam mendukung pelatihan keterampilan, proses perekrutan, serta peningkatan kesiapan pencari kerja agar dapat memasuki dunia industri sesuai kebutuhan pasar kerja.<\/p>\n<p>Melalui sinergi ini, kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja kompeten diharapkan dapat dipertemukan dengan ketersediaan sumber daya manusia yang telah memperoleh pelatihan dan pembekalan keterampilan.<\/p>\n<h3>BBPVP Medan Tekankan Knowledge, Skill, dan Attitude<\/h3>\n<p>Kepala BBPVP Medan, Amran, S.T., menegaskan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa pelatihan di BBPVP Medan mencakup dua aspek utama, yakni soft skill dan hard skill. Soft skill berkaitan dengan sikap, perilaku, kedisiplinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. Sementara itu, hard skill merupakan kemampuan teknis sesuai bidang pelatihan, termasuk pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta pelaksanaan berbagai jenis pekerjaan.<\/p>\n<p>Menurut Amran, peserta perlu menguasai prinsip KSA, yaitu Knowledge (pengetahuan), Skill (keterampilan), dan Attitude (sikap). Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting untuk meningkatkan daya saing dan kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi tuntutan dunia industri.<\/p>\n<p>Peserta juga diharapkan memenuhi ketentuan kehadiran minimal 80 persen dari total jam pelajaran. Amran mengingatkan bahwa ketidakhadiran selama tiga hari dapat berakibat pada dikeluarkannya peserta dari pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan memperoleh sertifikat pelatihan dan berkesempatan mengikuti uji kompetensi. Peserta yang dinyatakan kompeten dapat memperoleh sertifikat kompetensi melalui skema sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).<\/p>\n<p>Ia turut mendorong para peserta untuk memanfaatkan jejaring BBPVP Medan dan APINDO dalam memperoleh informasi peluang kerja serta membangun koneksi dengan dunia usaha dan industri.<\/p>\n<h3>BBPVP Medan Terapkan Tiga Pendekatan Pelatihan Vokasi<\/h3>\n<p>Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, lembaga, dan perkembangan industri, BBPVP Medan menerapkan tiga pendekatan pelatihan vokasi, yaitu Pelatihan Umum atau Reguler Berbasis Kompetensi, Tailor Made Training (TMT), dan Project Based Learning (PBL).<\/p>\n<p>Pertama, Pelatihan Umum atau Reguler Berbasis Kompetensi, yakni pelatihan yang diselenggarakan di BBPVP Medan. Pesertanya berasal dari masyarakat yang mendaftar melalui pembukaan gelombang pelatihan resmi maupun melalui kerja sama dengan mitra, termasuk lembaga atau instansi yang membutuhkan peningkatan kompetensi tenaga kerja.<\/p>\n<p>Kedua, Tailor Made Training (TMT), yaitu pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan kompetensi lembaga atau mitra tertentu. Materi dan pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sasaran, termasuk pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan masyarakat agar manfaatnya lebih tepat guna.<\/p>\n<p>Ketiga, Project Based Learning (PBL), yaitu pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada teknologi. Bidang yang dikembangkan meliputi smart technology, smart farming, smart supply chain, smart industry, dan smart building. Program ini umumnya ditujukan kepada peserta dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang sesuai, termasuk lulusan sarjana untuk bidang teknologi tingkat lanjut.<\/p>\n<p>Selain ketiga pendekatan tersebut, BBPVP Medan juga menjalankan program pelatihan bagi masyarakat yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara secara lebih luas. Program ini menjadi salah satu upaya membantu tenaga kerja meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri untuk kembali memasuki pasar kerja.<\/p>\n<p>Beragam pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan mitra, masyarakat, dan kelompok tenaga kerja yang memerlukan dukungan peningkatan kompetensi.<\/p>\n<h3>Empat Paket Pelatihan Sebelumnya Resmi Ditutup<\/h3>\n<p>Dalam kegiatan yang sama, Kepala BBPVP Medan secara resmi menutup empat paket program pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Asisten Pembuatan Pakaian, bidang industri dan jasa.<\/li>\n<li>Penyiapan Produk Pastry dan Kue, bidang pariwisata dan industri kreatif.<\/li>\n<li>Teknisi Instalasi Tenaga, bidang industri dan jasa.<\/li>\n<li>Teknisi Perawatan AC Residential, bidang industri dan jasa, melalui kerja sama dengan GAPENTAR.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penutupan tersebut menandai berakhirnya tahapan pembelajaran peserta dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang pelatihan masing-masing. Para peserta diharapkan mampu menerapkan kompetensi yang telah dipelajari serta memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.<\/p>\n<p>Sementara itu, empat paket pelatihan vokasi Batch 6 Tahun 2026 mencakup bidang industri dan jasa, pengelolaan lingkungan, serta pariwisata dan industri kreatif secara resmi di buka.<\/p>\n<p>Kehadiran program Pengelolaan Limbah Organik Skala Rumah Tangga dalam kategori green job menunjukkan bahwa pelatihan vokasi juga membuka ruang bagi pengembangan keterampilan di bidang lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Program ini diharapkan membekali peserta dengan kemampuan yang bermanfaat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan produktif yang mendukung pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<h3>Nurhabli Ridwan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Sampah Organik<\/h3>\n<p>Bagi Nurhabli Ridwan, keikutsertaan dalam Pelatihan Pengelolaan Limbah Organik merupakan kesempatan untuk memperoleh sertifikasi kompetensi BNSP dalam Pengelolaan Sampah Organik serta memperdalam pengetahuan, memperoleh keterampilan praktis, dan meningkatkan kompetensi profesional yang dapat diterapkan dalam kegiatan konservasi.<\/p>\n<p>Sebagai kader konservasi, ia menilai bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak hanya terbatas pada perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, dan habitat satwa liar, tetapi juga mencakup pembangunan perilaku masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.<\/p>\n<p>Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air serta menambah tekanan terhadap ekosistem. Karena itu, pengurangan sampah, pemilahan, dan pengolahan limbah organik menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Nurhabli mengatakan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi dapat menjadi bekal untuk memperluas dampak kegiatan konservasi di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama generasi muda dan komunitas lingkungan, melalui edukasi, perubahan perilaku, serta penerapan metode pengelolaan sampah yang tepat.<\/p>\n<p>Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan melalui edukasi lingkungan, kampanye pengurangan sampah, serta praktik pengelolaan limbah organik skala rumah tangga bersama masyarakat dan komunitas.<\/p>\n<p>Melalui GRAS, keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan berbasis komunitas, seperti edukasi pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan hasil pengolahan untuk mendukung kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, konservasi perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini nantinya diharapkan dapat saya terapkan dalam edukasi lingkungan dan aksi nyata bersama komunitas dan masyarakat,\u201d ujar Nurhabli.<\/p>\n<p>Ia juga menargetkan dapat mengikuti uji kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas dan memperoleh pengakuan kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>Menurutnya, keterampilan pengelolaan limbah organik berpotensi mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha dan aktivitas produktif yang memperhatikan kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat menjadi titik temu antara gerakan konservasi, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Dari Konservasi Menuju Green Job<\/h3>\n<p>Keikutsertaan Nurhabli Ridwan dalam pelatihan vokasi ini menggambarkan keterkaitan antara gerakan konservasi dan pengembangan kompetensi di bidang green job. Keterampilan pengelolaan sampah organik dapat menjadi bekal untuk mendukung edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kegiatan produktif yang memperhatikan keberlanjutan alam.<\/p>\n<p>Bagi kader konservasi dan komunitas lingkungan, peningkatan kompetensi membuka peluang untuk memperluas kontribusi, bukan hanya dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Sementara itu, sinergi BBPVP Medan, Polrestabes Medan, dan APINDO Medan melalui program Poliran diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha, sehingga lulusan memiliki akses yang lebih baik terhadap peluang kerja.<\/p>\n<p>Melalui integrasi peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan, pelatihan vokasi diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Founder KPA GRAS, Nurhabli Ridwan, mengikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Batch 6 Tahun 2026 di BBPVP Medan sebagai upaya meningkatkan kompetensi di bidang green job. <\/p>\n","protected":false},"author":1529,"featured_media":528860,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[1],"tags":[324267,324698,328266,373145],"series":[],"class_list":["post-528859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan","tag-gras","tag-explore-vipho-gras","tag-nurhabli-ridwan","tag-sampah-organik","reaction-gras","reaction-explore-vipho-gras"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1529"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=528859"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":528870,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/528859\/revisions\/528870"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/528860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=528859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=528859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=528859"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=528859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}