{"id":529285,"date":"2026-11-02T10:06:00","date_gmt":"2026-11-02T03:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/02\/gibran-dikepung-isu-pemakzulan-akankah-dasco-kembali-gelar-makan-siang-penyelamat\/"},"modified":"2026-11-02T10:06:00","modified_gmt":"2026-11-02T03:06:00","slug":"gibran-dikepung-isu-pemakzulan-akankah-dasco-kembali-gelar-makan-siang-penyelamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/02\/gibran-dikepung-isu-pemakzulan-akankah-dasco-kembali-gelar-makan-siang-penyelamat\/","title":{"rendered":"Gibran Dikepung Isu Pemakzulan, Akankah Dasco Kembali Gelar Makan Siang Penyelamat?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Makan siang sederhana bisa memiliki makna <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> yang tidak sederhana. Itulah yang pernah terjadi ketika Wakil Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/gibran-rakabuming-raka\/\">Gibran Rakabuming Raka<\/a> duduk satu meja dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Agustus 2025.<\/p>\n<p>Kini, lebih dari setahun setelah momen tersebut, publik kembali memiliki alasan untuk mengingatnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Anak Buah AHY Guncang Legitimasi Gibran: Putusan MA Jadi Tamparan Keras, Wapres Sebaiknya Mundur<\/h2>\n<p>Situasi politik Gibran tengah menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi terkait keabsahan surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan SMA miliknya. Melalui Putusan Nomor 742 K\/TUN\/2026, MA menyatakan surat keterangan tersebut tidak sah dan batal demi hukum.<\/p>\n<p>Putusan yang diketok pada Jumat (30\/10\/2026) itu menjadi babak baru polemik administrasi pendidikan Gibran yang sebelumnya digunakan dalam proses pencalonannya sebagai Wakil Presiden pada <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pilpres-2024\/\">Pilpres 2024<\/a>.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut semakin menarik perhatian setelah sejumlah pihak mempertanyakan konsekuensi hukum dan politik dari putusan MA. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/mahfud-md\/\">Mahfud MD<\/a>, bahkan memberikan penafsiran bahwa penggunaan kata \u201cbatal\u201d dalam amar putusan mengarah pada konsekuensi berlaku surut atau ex-tunc.<\/p>\n<p>Di sisi lain, kuasa hukum Gibran menyatakan putusan tersebut tidak memengaruhi kedudukan kliennya sebagai Wakil Presiden. <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/kpu\/\">KPU<\/a> juga menyampaikan pandangan bahwa tahapan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pemilu-2024\/\">Pemilu 2024<\/a> telah berakhir dengan pelantikan pasangan calon terpilih.<\/p>\n<p>Dengan demikian, polemik ini belum berhenti pada persoalan keabsahan dokumen, tetapi juga berkembang menjadi perdebatan mengenai konsekuensi hukum dan politiknya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Makan Siang Plus-Plus yang Pernah Menjadi Sinyal Politik<\/h2>\n<p>Di tengah situasi tersebut, menarik untuk kembali melihat pertemuan Gibran dan Dasco pada Agustus 2025.<\/p>\n<p>Kala itu, Gibran mengunggah foto makan siang bersama Dasco melalui akun Instagram pribadinya. Dasco juga membagikan momen serupa.<\/p>\n<p>Keduanya tampak kompak menatap kamera. Menu yang tersaji pun terbilang sederhana: mi bakso, nasi dendeng balado, dan tumis daun pepaya.<\/p>\n<p>\u201cMakan siang bersama Wakil Ketua DPR RI Bapak @sufmi_dasco. Menunya Mie Bakso, Nasi Dendeng Balado dan Tumis Daun Pepaya. Selamat berakhir pekan untuk kawan-kawan semua,\u201d tulis Gibran.<\/p>\n<p>Namun, pertemuan itu tidak sekadar dibaca sebagai agenda kuliner biasa.<\/p>\n<p>Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, kala itu menyebut pertemuan tersebut sebagai makan siang plus-plus. Menurutnya, ada kemungkinan banyak hal yang dibicarakan, terutama mengenai kondisi politik terkini dan program pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPublik melihatnya ini semacam makan siang plus-plus persisnya. Satu sisi hanya sebatas makan siang bersama, tapi sisi yang lainnya pastinya banyak hal yang dibicarakan, terutama soal kondisi politik terkini, salah satunya program populis pemerintah,\u201d kata Adi kepada wartawan, Minggu (10\/8\/2025).<\/p>\n<p>Adi juga menilai pertemuan tersebut memiliki pesan simbolis. Gibran mewakili eksekutif, sementara Dasco merupakan salah satu pimpinan legislatif.<\/p>\n<p>\u201cApapun judulnya, Gibran adalah wapres mewakili unsur eksekutif. Dasco adalah pimpinan DPR merepresentasikan legislatif. Secara simbol ini menjadi penanda hubungan wapres (eksekutif) dan legislatif akur, isu soal pemakzulan wassalam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bahkan, pertemuan itu sempat ditafsirkan sebagai sinyal bahwa hubungan politik Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> dengan Presiden ke-7 RI <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/joko-widodo\/\">Joko Widodo<\/a> masih terjaga, di tengah berbagai spekulasi mengenai kerenggangan hubungan keduanya.<\/p>\n<p>\u201cBahkan secara simbolik ada yang menafsirkan ini sebagai bentuk hubungan baik 08 (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a>) dengan Solo (<a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/jokowi\/\">Jokowi<\/a>) yang belakangan ini kerap dispekulasikan rada renggang,\u201d kata Adi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Kini Gibran Menghadapi Ujian Politik Berbeda<\/h2>\n<p>Lebih dari setahun kemudian, konteks politiknya berubah.<\/p>\n<p>Jika pada 2025 pertemuan Gibran-Dasco dibaca sebagai simbol harmonisasi eksekutif dan legislatif, kini pertemuan serupa berpotensi menjadi perhatian lebih besar karena berlangsung setelah putusan MA.<\/p>\n<p>Belum lagi desakan Forum Purnawirawan TNI yang meminta DPR dan MPR memproses pemakzulan Gibran dari jabatan Wakil Presiden.<\/p>\n<p>Hingga kini, DPR belum membahas usulan tersebut. Namun, kemunculan desakan pemakzulan bersamaan dengan polemik putusan MA membuat dinamika politik Gibran semakin menjadi perhatian.<\/p>\n<p>Dalam situasi seperti ini, posisi Dasco menjadi menarik untuk dicermati.<\/p>\n<p>Sebagai Wakil Ketua DPR dan Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco memiliki posisi strategis dalam komunikasi politik di Senayan. Karena itu, pertemuannya dengan Gibran, jika kembali terjadi, hampir pasti akan menjadi perhatian publik.<\/p>\n<p>Apakah hanya makan siang biasa? Ataukah ada komunikasi politik yang lebih luas mengenai perkembangan situasi nasional dan polemik yang tengah membelit Wakil Presiden?<\/p>\n<p>Tentu, pertemuan dua tokoh tidak otomatis menjadi jaminan dukungan politik. Begitu pula, kedekatan simbolis antara eksekutif dan legislatif tidak serta-merta menentukan hasil proses pemakzulan yang memiliki mekanisme konstitusional tersendiri.<\/p>\n<p>Namun, publik tentu masih ingat bagaimana makan siang pada 2025 pernah dimaknai sebagai pesan bahwa hubungan eksekutif dan legislatif tetap harmonis.<\/p>\n<p>Kini pertanyaannya, apakah Dasco akan kembali memperlihatkan sinyal serupa?<\/p>\n<p>Mungkinkah makan siang Gibran-Dasco jilid dua menjadi pesan bahwa komunikasi politik di lingkaran kekuasaan tetap terjaga? Ataukah justru kali ini publik akan melihat dinamika politik yang berbeda setelah putusan MA?<\/p>\n<p>Sebab, di tengah polemik yang berkembang, satu foto makan siang saja bisa kembali memantik beragam tafsir politik di Senayan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Makan siang sederhana bisa memiliki makna Politik yang tidak sederhana. Itulah yang pernah terjadi ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk satu meja dengan Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, Agustus 2025. Kini, lebih dari setahun setelah momen tersebut, publik kembali memiliki alasan untuk mengingatnya. Anak Buah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":529286,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,11613,68,1420],"series":[],"class_list":["post-529285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-gibran-rakabuming-raka","tag-headline","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=529285"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529285\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529287,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529285\/revisions\/529287"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/529286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=529285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=529285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=529285"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=529285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}