{"id":529357,"date":"2026-11-02T14:41:00","date_gmt":"2026-11-02T07:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/02\/binance-janji-ganti-aset-pengguna-usai-diretas-hacker\/"},"modified":"2026-11-02T14:41:00","modified_gmt":"2026-11-02T07:41:00","slug":"binance-janji-ganti-aset-pengguna-usai-diretas-hacker","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/02\/binance-janji-ganti-aset-pengguna-usai-diretas-hacker\/","title":{"rendered":"Binance Janji Ganti Aset Pengguna Usai Diretas Hacker"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; <a title=\"Binance\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/binance\/\">Binance<\/a> kembali membuka layanan penarikan <a title=\"Bitcoin\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/bitcoin\/\">Bitcoin<\/a> dan sejumlah mata uang kripto lainnya setelah menghentikan sementara transaksi akibat pencurian aset digital senilai 6,3 miliar Dolar AS.<\/p>\n<p>Bursa kripto terbesar di dunia itu mengklaim telah memulihkan dukungan hingga 90 persen dari aset yang terdampak dan memastikan kerugian akibat peretasan tidak akan dibebankan kepada pengguna.<\/p>\n<p>Binance mengumumkan pembukaan kembali penarikan dana secara bertahap pada Minggu, 1 November 2026.<\/p>\n<p>Jaringan Bitcoin menjadi yang pertama kembali beroperasi, disusul jaringan Ethereum dan BNB Smart Chain.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya melalui platform X, Binance menyebut telah menyediakan kembali dukungan untuk sekitar 90 persen aset yang terdampak pencurian.<\/p>\n<p>Namun, angka tersebut bukan berarti perusahaan berhasil merebut kembali 90 persen dana yang dicuri dari tangan peretas.<\/p>\n<p>Binance melakukan penggantian dan penambahan aset menggunakan sejumlah sumber dana perusahaan.<\/p>\n<p>Binance juga berkomitmen membeli aset token yang masih belum tercukupi melalui pasar terbuka maupun transaksi langsung (over-the-counter\/OTC) hingga seluruh aset yang terdampak kembali memiliki dukungan 100 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Binance akan menanggung dampak finansial dari dana yang dicuri ini, bukan pengguna kami,&#8221; demikian pernyataan perusahaan, dikutip dari CNBC International, Senin 2 November 2026.<\/p>\n<p>Binance menjelaskan, aset Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), BNB, Solana (SOL), USD Coin (USDC), XRP, USD1, RLUSD, dan Zcash (ZEC) kini telah didukung sepenuhnya atau 100 persen.<\/p>\n<p>Sementara itu, sekitar 10 persen aset lainnya masih dalam proses pemulihan karena berasal dari token di luar 10 aset kripto terbesar yang memiliki likuiditas lebih rendah.<\/p>\n<p>Untuk menutup kekurangan tersebut, Binance menggunakan sebagian dana Secure Asset Fund for Users (SAFU), dana asuransi perdagangan berjangka (futures), serta kas perusahaan.<\/p>\n<p>Binance menyatakan akan terus melaporkan perkembangan pemulihan aset secara transparan.<\/p>\n<p>Di tengah upaya pemulihan, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian tersebut.<\/p>\n<p>FBI menyebut para pelaku mencuci aset hasil kejahatan dengan mengonversinya menjadi Ethereum sebelum memindahkannya untuk proses pencucian lanjutan.<\/p>\n<p>Perusahaan intelijen blockchain TRM Labs sebelumnya juga mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok peretas Korea Utara.<\/p>\n<p>Sejumlah pola serangan dinilai memiliki kemiripan dengan peretasan Bybit dan KelpDAO pada April 2026.<\/p>\n<p>Meski demikian, mekanisme pasti peretasan Binance masih belum terungkap.<\/p>\n<p>Awalnya, perusahaan menduga serangan bermula dari laptop seorang insinyur DevOps yang diretas sehingga pelaku dapat mengakses sistem layanan dan mengirimkan transaksi penarikan tanpa izin.<\/p>\n<p>Namun, Co-CEO Binance Richard Teng kemudian menyatakan serangan tersebut melibatkan proses yang lebih kompleks daripada sekadar penyalahgunaan akses seorang insinyur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Binance kembali membuka layanan penarikan Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto lainnya setelah menghentikan sementara transaksi akibat pencurian aset digital senilai 6,3 miliar Dolar AS.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":529358,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":true},"categories":[32,425],"tags":[274908,373167,966,1420,3730,5053,40497],"series":[],"class_list":["post-529357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-digital","tag-berita","tag-binance","tag-kripto","tag-peristiwa","tag-aset-kripto","tag-bitcoin","tag-hacker"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=529357"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529376,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529357\/revisions\/529376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/529358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=529357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=529357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=529357"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=529357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}