{"id":529676,"date":"2026-11-03T21:42:19","date_gmt":"2026-11-03T14:42:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/?p=529676"},"modified":"2026-11-03T21:15:24","modified_gmt":"2026-11-03T14:15:24","slug":"olah-daun-kari-jadi-bumbu-tabur-instan-tim-ppg-usk-raih-juara-ii-terbaik-gelar-karya-projek-kepemimpinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/03\/olah-daun-kari-jadi-bumbu-tabur-instan-tim-ppg-usk-raih-juara-ii-terbaik-gelar-karya-projek-kepemimpinan\/","title":{"rendered":"Olah Daun Kari Jadi Bumbu Tabur Instan, Tim PPG USK Raih Juara II Terbaik Gelar Karya Projek Kepemimpinan"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Inovasi pengolahan daun kari menjadi bumbu tabur instan mengantarkan Tim Seni Budaya dan Kuliner Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Syiah Kuala (USK) meraih Juara II Terbaik dalam Gelar Karya Projek Kepemimpinan PPG USK, Senin (2\/11\/2026).<\/p>\n<p>Tim tersebut berhasil meraih posisi kedua terbaik dari 12 tim peserta melalui proyek bertajuk <em>\u201cInovasi Pengolahan Daun Kari Menjadi Bumbu Tabur Instan, Praktis dan Bernilai Ekonomis\u201d<\/em>. Hasil karya itu dipamerkan di Lantai 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Inovasi ini berangkat dari upaya mengoptimalkan potensi bahan lokal, khususnya daun kari yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pelengkap masakan tradisional. Melalui proses pengolahan dan pengembangan produk, daun kari diolah menjadi bumbu tabur instan yang praktis, memiliki cita rasa khas, serta berpotensi menjadi alternatif penyedap dan pelengkap berbagai jenis makanan.<\/p>\n<p>Tidak hanya berorientasi pada pengembangan produk, proyek ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan daun kari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 26 September 2026 dengan melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjong Deah, Kabupaten Aceh Besar.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan itu, tim memperkenalkan potensi daun kari sebagai bahan baku inovasi kuliner sekaligus memperagakan tahapan pengolahannya menjadi bumbu tabur instan. Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka terhadap proses pembuatan dan peluang pemanfaatan bahan lokal yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Respons positif masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa inovasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain memberikan alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal, produk ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ketua PPG Universitas Syiah Kuala, Drs. Abu Bakar, M.Si., berharap inovasi bumbu tabur instan berbahan daun kari tersebut tidak berhenti pada kegiatan gelar karya. Menurutnya, produk ini perlu terus dikembangkan, terutama dari sisi kualitas, kemasan, standardisasi produksi, dan strategi pemasaran agar mampu bersaing serta berpeluang menjadi produk unggulan berbasis kearifan lokal.<\/p>\n<p>Ia juga berharap pengalaman dalam proyek tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa PPG untuk membangun jiwa kepemimpinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, pembimbing proyek, Laili Suhairi, S.Pd., M.Si., menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi, baik dalam peningkatan kualitas produk maupun pemanfaatannya di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari pencapaian saat pameran, tetapi juga dari manfaat nyata dan keberlanjutan program setelah kegiatan berakhir. Ia berharap bumbu tabur instan daun kari dapat menjadi alternatif inovasi kuliner yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif mengolah potensi bahan lokal.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Kelompok Seni Budaya dan Kuliner, Arifin Harza, S.Sn., menyampaikan bahwa raihan Juara II Terbaik merupakan hasil kolaborasi, komitmen, dan kontribusi seluruh anggota tim sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pengembangan produk, hingga presentasi karya.<\/p>\n<p>Ia berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan sehingga tidak hanya menjadi hasil pembelajaran akademis, tetapi juga memiliki peluang untuk diperkenalkan dan dikembangkan secara lebih luas di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Adapun anggota Tim Seni Budaya dan Kuliner yang terlibat dalam proyek ini terdiri atas Rayda Muna Sarah, Maryulan Ulfa, Josa Aldin, Zuhri Aradika, Sri Wahyuni, Khairina Putri, Nur Fadhilah, Cut Raihan, Annisa, Santi Ahmalia, dan Ulfa Maulida. Seluruh anggota berkolaborasi dan berbagi peran dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pengembangan produk, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pelaksanaan gelar karya.<\/p>\n<p>Pencapaian ini menunjukkan bahwa Projek Kepemimpinan dalam program PPG dapat menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kreativitas, inovasi, kerja sama, dan kepedulian sosial. Melalui pengembangan ide sederhana yang berangkat dari potensi lokal, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Projek Kepemimpinan merupakan salah satu bentuk aktivitas pembelajaran dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang bertujuan mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, pemecahan masalah, serta kepedulian sosial mahasiswa melalui perencanaan dan pelaksanaan proyek yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Inovasi pengolahan daun kari menjadi bumbu tabur instan mengantarkan Tim Seni Budaya dan Kuliner Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Syiah Kuala (USK) meraih Juara II Terbaik dalam Gelar Karya Projek Kepemimpinan PPG USK, Senin (2\/11\/2026). Tim tersebut berhasil meraih posisi kedua terbaik dari 12 tim peserta melalui proyek bertajuk \u201cInovasi Pengolahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":529683,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[60],"tags":[373241,327826,373242],"series":[],"class_list":["post-529676","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-bumbu-tabur-instan","tag-daun-kari","tag-ppg-usk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=529676"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529684,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529676\/revisions\/529684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/529683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=529676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=529676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=529676"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=529676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}