{"id":529755,"date":"2026-11-04T08:41:00","date_gmt":"2026-11-04T01:41:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/04\/sosok-ini-ungkap-dugaan-motif-listyo-sigit-sadap-prabowo\/"},"modified":"2026-11-04T08:41:00","modified_gmt":"2026-11-04T01:41:00","slug":"sosok-ini-ungkap-dugaan-motif-listyo-sigit-sadap-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/04\/sosok-ini-ungkap-dugaan-motif-listyo-sigit-sadap-prabowo\/","title":{"rendered":"Sosok Ini Ungkap Dugaan Motif Listyo Sigit Sadap Prabowo"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Dugaan penyadapan terhadap Presiden <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo-subianto\/\">Prabowo Subianto<\/a> yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/prabowo\/\">Prabowo<\/a> memunculkan pertanyaan mengenai motif di balik tindakan tersebut.<\/p>\n<p>Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012-2016, Adrianus Meliala, menduga penyadapan tersebut bukan dilakukan untuk kepentingan negara maupun institusi Polri.<\/p>\n<p>Adrianus justru mencurigai adanya kepentingan pihak lain di balik dugaan penyadapan tersebut.<\/p>\n<p>Kriminolog Universitas Indonesia (UI) itu bahkan menyinggung kemungkinan adanya kepentingan <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> hingga utang budi politik.<\/p>\n<p>&#8220;Kuat dugaan, penyadapan tersebut bukan untuk kepentingan negara atau kepentingan Polri, tetapi untuk kepentingan pihak lain,&#8221; kata Adrianus kepada Kompas.com, Rabu (4\/11\/2026).<\/p>\n<p>Ia pun mempertanyakan alasan pimpinan Polri saat itu melakukan penyadapan yang diduga ditujukan untuk kepentingan pihak lain.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Adrianus Meliala Singgung Dugaan Utang Budi Politik<\/h2>\n<p>Adrianus menduga peristiwa penyadapan tersebut berkaitan dengan praktik politik atau adanya utang budi politik.<\/p>\n<p>Menurutnya, keputusan menetapkan Listyo Sigit sebagai tersangka merupakan perkembangan yang tidak banyak diperkirakan sebelumnya.<\/p>\n<p>Namun, ia menilai hal tersebut dapat dipahami dalam konteks dugaan keterlibatan Polri dalam aktivitas politik.<\/p>\n<p>&#8220;Tentu keputusan menersangkakan LSP ini tidak ada yang menyangka. Namun, mengingat hal ini benar-benar terjadi, kelihatannya masih dapat dimengerti dalam konteks politicking tersebut. Siapa bermain politik, harus siap dengan implikasi politik pula,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Adrianus juga menyoroti posisi dan pangkat para pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.<\/p>\n<p>Menurutnya, jabatan dan kewenangan dapat menjadi salah satu aspek untuk menelusuri pihak yang diduga memiliki peran utama dalam pengambilan keputusan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira pendekatan pangkat juga menentukan siapa yang paling bersalah. Yang pangkatnya paling tinggi tentu bisa diduga yang menjadi intellectuelle dader dan sekaligus paling punya motif dan sekaligus intensi\/tujuan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia memperkirakan apabila penyidikan berkembang dan menetapkan tersangka tambahan, pihak tersebut kemungkinan berasal dari jajaran pelaksana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memunculkan pertanyaan mengenai motif di balik tindakan tersebut. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012-2016, Adrianus Meliala, menduga penyadapan tersebut bukan dilakukan untuk kepentingan negara maupun institusi Polri. Adrianus justru mencurigai adanya kepentingan pihak lain di balik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":529756,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420,274908],"series":[],"class_list":["post-529755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa","tag-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=529755"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":529757,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/529755\/revisions\/529757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/529756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=529755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=529755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=529755"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=529755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}