{"id":530464,"date":"2026-11-07T14:17:00","date_gmt":"2026-11-07T07:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/pangdam-im-dan-yusril-bakal-usut-tuntas-insiden-di-pidie\/"},"modified":"2026-11-07T14:17:00","modified_gmt":"2026-11-07T07:17:00","slug":"pangdam-im-dan-yusril-bakal-usut-tuntas-insiden-di-pidie","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/pangdam-im-dan-yusril-bakal-usut-tuntas-insiden-di-pidie\/","title":{"rendered":"Pangdam IM dan Yusril Bakal Usut Tuntas Insiden di Pidie"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>, BANDA ACEH \u2013 Pemerintah bersama TNI menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas insiden yang terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada 4 November 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan 13 orang lainnya menjadi korban.<\/p>\n<p>Komitmen itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., dalam konferensi pers di Gedung VVIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (6\/11\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, Yusril didampingi Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi, S.A.P., M.M.<\/p>\n<p>Yusril mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan bersama Komnas HAM perwakilan Aceh. Tim Komnas HAM dijadwalkan turun ke Aceh pada Minggu (8\/11\/2026).<\/p>\n<p>Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap kronologi dan fakta peristiwa, termasuk memastikan penyebab luka yang dialami para korban.<\/p>\n<p>Yusril juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza (20). Ia berharap para korban lainnya segera pulih dan mendapatkan penanganan yang diperlukan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pangdam IM menyampaikan bahwa Kodam Iskandar Muda tengah melakukan investigasi secara menyeluruh guna memastikan insiden tersebut ditangani secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p>Terkait pengamanan di lokasi kejadian, Pangdam IM menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan awal dari prajurit yang bertugas, tidak seluruh personel membawa senjata api. Adapun munisi yang digunakan disebut berupa munisi hampa dan munisi karet.<\/p>\n<p>Keterangan tersebut, kata dia, masih menjadi bagian dari proses pendalaman untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi.<\/p>\n<p>Pangdam IM juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan serta keamanan di Aceh.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Yusril turut menegaskan bahwa pemerintah menghormati tradisi masyarakat Aceh dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak para ulama, teungku, dan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar persoalan pengibaran bendera bulan bintang tidak kembali memicu konflik.<\/p>\n<p>Kedua pejabat tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menghormati proses penyelidikan, serta mempercayakan penanganan perkara kepada pihak berwenang.<\/p>\n<p>Upaya tersebut diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Aceh tetap aman, damai, dan kondusif.[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH, BANDA ACEH \u2013 Pemerintah bersama TNI menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas insiden yang terjadi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada 4 November 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan 13 orang lainnya menjadi korban. Komitmen itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":530465,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-530464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=530464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530464\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/530465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=530464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=530464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=530464"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=530464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}