{"id":530505,"date":"2026-11-07T19:19:00","date_gmt":"2026-11-07T12:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/bantah-terlibat-penyadapan-ilegal-bahlil-ini-ulah-abuleke\/"},"modified":"2026-11-07T19:19:00","modified_gmt":"2026-11-07T12:19:00","slug":"bantah-terlibat-penyadapan-ilegal-bahlil-ini-ulah-abuleke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/bantah-terlibat-penyadapan-ilegal-bahlil-ini-ulah-abuleke\/","title":{"rendered":"Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan keterlibatannya dalam dugaan kasus penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri.<\/p>\n<p>Bahlil bahkan mengancam akan melayangkan somasi kepada pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan pertemuan bersama sejumlah jenderal Polri sebelum mereka ditangkap.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam sambutannya pada acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, dikutip Sabtu, 7 November 2026.<\/p>\n<p>Bahlil mengaku justru menjadi salah satu korban penyadapan. Karena itu, ia mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita Partai Golkar mendukung secara penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Bahlil kemudian menyoroti informasi yang menyebut adanya pertemuan antara ketua umum partai <a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/politik\/\">Politik<\/a> dengan sejumlah jenderal, tiga jam sebelum para perwira tersebut ditangkap.\u00a0<\/p>\n<p>Ia mengaku terkejut karena informasi yang awalnya tidak terlalu diperhatikannya itu belakangan justru mengarah kepada dirinya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mau sampaikan di dalam mimbar ini karena menuduh ketum partai, saya sengaja bicara di forum ini, segera klarifikasi itu,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Bahlil justru meminta kepolisian mengusut dan membuka secara transparan informasi mengenai dugaan pertemuan tersebut. Ia juga menantang pihak yang menuding dirinya untuk membuktikan tuduhan itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan, kalau tidak saya akan somasi.\u00a0 Kalau tidak saya akan proses secara hukum. Karena ini berbahaya. Tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menilai tuduhan tanpa bukti dapat merusak reputasi seseorang maupun institusi partai politik.<\/p>\n<p>Ia pun memberikan tenggat waktu 3 x 24 jam kepada pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut untuk memberikan klarifikasi. Jika tidak, dirinya akan menempuh jalur hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Saya akan kasih waktu ya, 3X24 jam lah. Saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita kan negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Bahlil menegaskan tidak akan mundur menghadapi pihak-pihak yang berupaya menyeret Golkar dalam polemik penyadapan ilegal. Ia bahkan menyindir pihak yang membangun tudingan tersebut dengan sebutan &#8216;Abuleke&#8217;.\u00a0<\/p>\n<p>Abuleke adalah kata berasal dari bahasa Maluku (terutama Ambon dan sekitarnya), yang artinya munafik atau bermuka dua, atau suka berbohong.<\/p>\n<p>&#8220;Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap? Abuleke ini. Asli ilmu Abuleke ini,&#8221; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah tudingan keterlibatannya dalam dugaan kasus penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri. Bahlil bahkan mengancam akan melayangkan somasi kepada pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan pertemuan bersama sejumlah jenderal Polri sebelum mereka ditangkap. Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam sambutannya pada acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":530506,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[274908,1420],"series":[],"class_list":["post-530505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-berita","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=530505"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530505\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":530507,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530505\/revisions\/530507"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/530506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=530505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=530505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=530505"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=530505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}