{"id":530663,"date":"2026-11-07T20:46:00","date_gmt":"2026-11-07T13:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/kepala-bbpom-aceh-perkuat-peran-apoteker-sebagai-garda-terdepan-keamanan-dan-mutu-obat\/"},"modified":"2026-11-07T20:46:00","modified_gmt":"2026-11-07T13:46:00","slug":"kepala-bbpom-aceh-perkuat-peran-apoteker-sebagai-garda-terdepan-keamanan-dan-mutu-obat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2026\/11\/07\/kepala-bbpom-aceh-perkuat-peran-apoteker-sebagai-garda-terdepan-keamanan-dan-mutu-obat\/","title":{"rendered":"Kepala BBPOM Aceh Perkuat Peran Apoteker sebagai Garda Terdepan Keamanan dan Mutu Obat"},"content":{"rendered":"<p><strong><\/strong> ACEH BESAR \u2013 Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, menegaskan pentingnya penguatan peran apoteker dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat obat yang beredar di masyarakat.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penutupan dan Sesi Pleno Puncak Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh sekaligus peringatan World Pharmacists Day (WPD) 2026 di The Padee Hotel, Aceh Besar, Sabtu (7\/11\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan yang mengusung tema \u201cUnited Pharmacist, One Standard for Seamless Pharmaceutical Care\u201d tersebut diikuti sekitar 300 apoteker dari berbagai daerah di Aceh maupun provinsi lainnya. Pertemuan ilmiah ini menjadi ruang bagi para apoteker untuk memperbarui pengetahuan, meningkatkan kompetensi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Riyanto menyampaikan apresiasi kepada PD IAI Aceh dan seluruh panitia atas terselenggaranya PIT 2026. Menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman tenaga kefarmasian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan regulasi, sekaligus mendorong pelayanan yang semakin berkualitas.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa pengawasan obat bukan hanya menjadi tanggung jawab BPOM. Apoteker dan seluruh tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan mutu obat, mulai dari pengelolaan, penyimpanan, distribusi, hingga penyerahan kepada pasien.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Riyanto menyoroti pentingnya implementasi Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dan Fasilitas Lain serta Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025 tentang Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).<\/p>\n<p>Kedua regulasi tersebut menjadi landasan dalam memastikan pengelolaan dan distribusi obat dilaksanakan sesuai standar sehingga mutu, keamanan, dan keabsahan obat tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.<\/p>\n<p>Riyanto juga mengingatkan pentingnya penerapan rantai dingin (cold chain) untuk produk biologi, vaksin, dan sediaan termolabil. Selain itu, kepatuhan terhadap ketentuan penyerahan obat, termasuk larangan menyerahkan obat keras tanpa resep dokter, harus menjadi perhatian seluruh tenaga kefarmasian.<\/p>\n<p>Penguatan manajemen mutu di fasilitas pelayanan kefarmasian juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain investigasi kesalahan pengobatan (medication error), penerapan Root Cause Analysis (RCA), tindakan perbaikan dan pencegahan (Corrective and Preventive Action\/CAPA), serta penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) berdasarkan data yang akurat.<\/p>\n<p>Riyanto turut menyampaikan dukungan BPOM terhadap program nasional Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih (KDMP), khususnya dalam memastikan pengelolaan dan peredaran obat di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>BPOM berperan memastikan produk obat, sediaan farmasi, dan obat bahan alam yang beredar melalui sarana di bawah program KDMP memenuhi persyaratan keamanan dan mutu. Pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan produk dalam negeri serta melindungi masyarakat dari peredaran produk ilegal.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberadaan apotek maupun klinik desa di bawah KDMP perlu didukung pembinaan dan pengawasan bersama. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap obat dapat semakin baik tanpa mengabaikan aspek legalitas, mutu, dan keamanan produk.<\/p>\n<p>Pengendalian resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) juga menjadi perhatian dalam pemaparan Riyanto. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor 400.7\/18668 tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai salah satu langkah memperkuat pengawasan penggunaan antibiotik di masyarakat.<\/p>\n<p>Melalui kebijakan tersebut, pemerintah kabupaten\/kota di Aceh didorong untuk memperketat pengawasan penyerahan antibiotik tanpa resep dokter sekaligus meningkatkan edukasi mengenai penggunaan antimikroba secara bijak.<\/p>\n<p>Riyanto mengajak para apoteker mengambil peran aktif dengan memastikan antibiotik diserahkan sesuai ketentuan serta memberikan konseling kepada pasien mengenai penggunaan obat secara rasional. Edukasi yang tepat diharapkan dapat mencegah penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dan menekan risiko resistensi antimikroba.<\/p>\n<p>Selain AMR, ia juga menyoroti masih ditemukannya sarana tidak berizin yang menjual obat keras maupun obat-obatan tanpa kewenangan. Dalam penanganannya, BBPOM Aceh mengedepankan pengawasan berbasis data, pendekatan persuasif, serta pembinaan yang humanis dan edukatif.<\/p>\n<p>Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara petugas pemeriksaan dan tim Informasi dan Komunikasi (Infokom) BBPOM Aceh untuk memperluas edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat, termasuk melalui sosialisasi di sekolah serta perguruan tinggi.<\/p>\n<p>Menutup sambutannya, Riyanto berharap momentum PIT dan World Pharmacists Day 2026 dapat semakin memperkuat kompetensi, komitmen, dan integritas profesi apoteker. Ia mendorong seluruh anggota IAI untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam pelayanan kefarmasian, memberikan edukasi kepada pasien, mendukung pendampingan sarana kefarmasian di tingkat desa, serta berperan aktif mencegah peredaran obat ilegal.<\/p>\n<p>Sinergi antara BPOM, IAI, pemerintah daerah, dan seluruh tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pengelolaan obat yang aman, bermutu, dan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, BBPOM Aceh bersama Ikatan Apoteker Indonesia berkomitmen mendukung pelayanan kefarmasian yang berkualitas serta memastikan obat yang beredar di masyarakat memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat.<\/p>\n<p>Apoteker bersatu, standar diperkuat, masyarakat terlindungi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2013 Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh), Riyanto, menegaskan pentingnya penguatan peran apoteker dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat obat yang beredar di masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penutupan dan Sesi Pleno Puncak Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh sekaligus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":530664,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[35],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-530663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=530663"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/530663\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/530664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=530663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=530663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=530663"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=530663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}