{"id":56342,"date":"2022-07-10T15:22:00","date_gmt":"2022-07-10T08:22:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/07\/10\/dugaan-penyelewengan-dana-act-mantan-pengurus-ahyudin-saya-ini-ustadz-saya-hanya-mengambil-apa-yang-jadi-hak-saya\/"},"modified":"2022-07-10T16:14:55","modified_gmt":"2022-07-10T09:14:55","slug":"dugaan-penyelewengan-dana-act-mantan-pengurus-ahyudin-saya-ini-ustadz-saya-hanya-mengambil-apa-yang-jadi-hak-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/07\/10\/dugaan-penyelewengan-dana-act-mantan-pengurus-ahyudin-saya-ini-ustadz-saya-hanya-mengambil-apa-yang-jadi-hak-saya\/","title":{"rendered":"Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Ahyudin: Saya Ini Ustadz, Saya Hanya Ambil Hak Saya"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Viral di media sosial sebuah video berisi kutipan pernyataan <a title=\"Ahyudin\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/ahyudin\/\">Ahyudin<\/a>, mantan pengurus <a title=\"ACT\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/act\/\">ACT<\/a> yang menegaskan bahwa sebagai ustadz dirinya tidak mungkin melakukan korupsi dana umat di lembaga filantropi itu.<\/p>\n<p>Video itu diunggah pengguna twitter Katrinrienks, seperti dilihat pada Minggu 10 Juli 2022. Dilihat dari video itu, tampak terlihat kolase vide dan foto tangkapan layar narasi soal gaji besar petinggi lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT).<\/p>\n<p>Dalam tayangan itu, tampak pendiri ACT Ahyudin mengatakan sebagai ustadz ia tak melakukan korupsi. Menurutnya, ia hanya mengambil apa yang menjadi haknya.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya korupsi, yah silahkan aja. Saya gini-gini ustadz. Saya hanya mengambil apa yang menjadi hak saya,\u201d ujar Ahyudin.<\/p>\n<p>Dalam narasi cuitan itu juga tertulis sebagian besar petinggi ACT yang merupakan pendiri yayasan kemanusiaan itu mendapat gaji ratusan juta.<\/p>\n<p>Tak hanya mendapat gaji ratusan juta, menurut isi narasi itu juga disebutkan para petinggi ACT itu juga mendapat fasilitas dan uang saku saat mereka berkunjung ke sejumlah wilayah.<\/p>\n<p>\u201cGaji Besar Petinggi ACT. Para petinggi Aksi Cepat Tanggap sebagian besar adalah pendiri yayasan mendapat gaji ratusan juta rupiah per bulan. Belum termasuk fasilitas dan uang saku saat kunjungan,\u201d demikian narasi tertulis dalam video itu.<\/p>\n<p>Ahyudin pun menegaskan bahwa ia mendirikan lembaga ACT dengan uang triliunan rupiah dan dana itu bukan berasal dari zakat.<\/p>\n<p>\u201cAnda bayangkan seorang saya yang melahirkan lembaga ini, triliun lembaga ini, dan itu bukan dana zakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ahyudin selaku pendiri ACT juga blak-blakan menyebut bahwa lembaga itu hidup dari dana project program kemanusiaan. \u201cDana program. Tidak ada project program, tidak ada dana. Semua project program,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Viral di media sosial sebuah video berisi kutipan pernyataan Ahyudin, mantan pengurus ACT yang menegaskan bahwa sebagai ustadz dirinya tidak mungkin melakukan korupsi dana umat di lembaga filantropi itu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":56367,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[68,243,36697,50814,51156,51713],"series":[],"class_list":["post-56342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-hukum","tag-act","tag-aksi-cepat-tanggap","tag-ahyudin","tag-dugaan-penyelewengan-dana-act"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/56342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=56342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/56342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/56367"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=56342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=56342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=56342"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=56342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}