{"id":5834,"date":"2022-04-10T19:53:00","date_gmt":"2022-04-10T12:53:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/04\/10\/jelang-demo-11-april-mantan-presiden-bem-uns-solo-dituduh-sebagai-provokator\/"},"modified":"2022-04-10T19:57:54","modified_gmt":"2022-04-10T12:57:54","slug":"jelang-demo-11-april-mantan-presiden-bem-uns-solo-dituduh-sebagai-provokator","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/04\/10\/jelang-demo-11-april-mantan-presiden-bem-uns-solo-dituduh-sebagai-provokator\/","title":{"rendered":"Jelang Demo 11 April, Mantan Presiden BEM UNS Solo Dituduh sebagai Provokator"},"content":{"rendered":"<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgkUmlDPo9rqZ6h-tlPJ-8y3IZms15v-7zdTGcgln7WywSkv4ME7jACXprRTI9jcQXwV6y2QAVKVSlm9j-DvgMQ7AoJUel_Ev5i_9zJ_GdGxHq59OfP5MN4ENKtwAYD16sdC6QGHN7RjQhCFMiXxk99DX6k5eF_iAoOOPNqAxg-6e6uO3xj8O9jgVNI9Q\/s640\/madb09ioadbdab.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\" rel=\"noopener\" data-lasso-id=\"534\"><\/a><b><\/b><\/p>\n<p><b> &#8211; <\/b>Akun media sosial (medsos) mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS), Zakky Musthofa, diteror orang tak dikenal menjelang hari H unjuk rasa BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Negara, Jakarta.<\/p>\n<p>Serangan berupa tuduhan sebagai &#8216;provokator&#8217; itu dilayangkan kepada Zakky, melalui akun Instagram, Twitter dan Facebook miliknya.<\/p>\n<p>\u201cSerangan dengan postingan tuduhan, serangan kolom komentar hingga ke personal chat,\u201d ungkapnya, Minggu (10\/04\/2022).<\/p>\n<p>Beberapa tuduhan itu bahkan menggunakan kalimat yang tak pantas.<\/p>\n<p>\u201cPadahal di BEM (UNS) saja saya sudah purna sejak bulan lalu.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Zakky, tuduhan-tuduhan itu berlangsung sejak beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p>\u201dSaya nggak paham motivasi mereka apa, menganggap (saya) sebagai provokator,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia hanya memperkirakan, tuduhan-tuduhan tersebut adalah reaksi dari beberapa pihak yang merasa tertekan.<\/p>\n<p>\u201cMungkin ada yang tertekan, ada yang terdesak dengan kondisi yang kayak gini. Ya biasanya mereka menghadirkan tekanan kepada pihak yang dirasa membuat suatu arahan,\u201d urai dia.<\/p>\n<p>Zakky mengatakan, seandainya tuduhan itu terkait dengan rencana demo mahasiswa 11 April maka hal tersebut telah mencederai kebebasan berpendapat.<\/p>\n<p>Pasalnya, unjuk rasa itu merupakan ekspresi kebebasan berpendapat di negara demokrasi.<\/p>\n<p>\u201cMungkin ini yang agak mencederai nilai kebebasan berpendapat secara moral dan kultural.\u201d<\/p>\n<p>Meski demikian, teror tersebut tak melunturkan semangatnya untuk mengikuti aksi di Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cInsya Allah di Jakarta,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Zakky juga mengaku, serangan serupa sudah diperolehnya sejak tahun lalu.<\/p>\n<p>\u201cTahun lalu saat aksi KPK pertama, ketika masuk di salah satu stasiun televisi, hampir semua dapat peretasan,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>&#8220;Dianggap provokator, dianggap mahasiswa bayaran, ya seperti itu tuduhannya,\u201d lanjut Zakky.<\/p>\n<p>Sebelumnya BEM UNS berencana bergabung dengan BEM SI dalam unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta pada Senin (11\/04\/2022).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8211; Akun media sosial (medsos) mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS), Zakky Musthofa, diteror orang tak dikenal menjelang hari H unjuk rasa BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Negara, Jakarta. Serangan berupa tuduhan sebagai &#8216;provokator&#8217; itu dilayangkan kepada Zakky, melalui akun Instagram, Twitter dan Facebook miliknya. \u201cSerangan dengan postingan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5835,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243,1420,242],"series":[],"class_list":["post-5834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum","tag-peristiwa","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/5834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=5834"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/5834\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/5835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=5834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=5834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=5834"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=5834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}