{"id":60316,"date":"2022-07-17T08:25:00","date_gmt":"2022-07-17T01:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/07\/17\/ini-rupanya-biang-kerok-anjloknya-harga-sawit\/"},"modified":"2022-07-17T08:30:54","modified_gmt":"2022-07-17T01:30:54","slug":"ini-rupanya-biang-kerok-anjloknya-harga-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/07\/17\/ini-rupanya-biang-kerok-anjloknya-harga-sawit\/","title":{"rendered":"Ini Rupanya Biang Kerok Anjloknya Harga Sawit"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Anjloknya harga sawit di Indonesia bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah karena sawit Indonesia kalah bersaing di mana pasar ekspor direbut negara lain. Selain karena pasar sawit global kini semakin ketat.<\/p>\n<p>\u201cKhusus untuk harga CPO (crude palm oil\/minyak mentah) di pasar global saat ini sedang turun tajam,\u201d kata pengamat ekonomi Universita Syiah Kuala (USK), Rustam Effendi, di Banda Aceh, Sabtu (16\/7).<\/p>\n<p>Rustam menyebutkan, pekan lalu harga CPO dibandrol sekitar 1.720 dolar AS per ton. Kini harganya di bawah 1.500 dolar AS per ton.<\/p>\n<p>Menurut dia, dorongan ekspor CPO masih lemah berdampak pada kelancaran ekspor. Sehingga CPO masih banyak yang belum terjual, serta jauh dari target.<\/p>\n<p>\u201cEkspor CPO ditargetkan sebanyak 1 juta ton, itu belum tercapai,\u201d paparnya. \u201cDengan kondisi ini akan berdampak pada kemampuan menyerap tanda buah segar (TBS) sawit dari petani.\u201d<\/p>\n<p>Kejadian itu, membuat serapan TBS dari petani menjadi rendah. Berbanding terbalik dengan hasil panen yang berlimpah, padahal permintaan berkurang.<\/p>\n<p>Di samping itu, Rustam menilai persoalan yang paling rumit ialah perusahaan produsen CPO memiliki kebun sawit sendiri. Otomatis mereka lebih fokus menggunakan CPO dari mereka sendiri.<\/p>\n<p>Di sisi lain, menurut Rustam, penentuan harga tertinggi (HET) minyak goreng oleh pemerintah juga mengekang pembelian CPO oleh pihak produsen migor.<\/p>\n<p>\u201cSituasi ini ikut berpengaruh dan menjadikan rendahnya harga sawit,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Rustam menilai, persoalan tersebut masih belum terselesaikan hingga sekarang, juga menjadi biang kerok harga sawit rendah.<\/p>\n<p>\u201cMalah harga sawit petani tidak laku meski ditawarkan dengan harga rendah. Jauh di bawah harga domestic price obligation (DPO),\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Menurut Rustam, jika dulu harga minyak goreng dilepas ke pasar dengan tidak adanya larangan ekspor CPO, harga sawit tentu masih mahal. Meski keran ekspor CPO dibuka, kata dia, sayangnya pasar CPO Indonesia sudah direbut oleh negara lain.<\/p>\n<p>\u201cSeperti Malaysia. Nah, sekarang kabarnya di Malaysia panen besar,\u201d sebut Rustam.<\/p>\n<p>Sehingga solusi yang tepat agar harga sawit menjadi lebih mahal yaitu dengan mencari pasar ekspor yang baru. Sehingga penjualan CPO meningkat. Termasuk membuka peluang alternatif menggunakan CPO sebagai sumber untuk bioenergi.<\/p>\n<p>\u201cIni dimungkinkan, mengingat mahalnya harga bahan bakar berbasis fosil di dunia saat ini,\u201d demikian Rustam.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Anjloknya harga sawit di Indonesia bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah karena sawit Indonesia kalah bersaing di mana pasar ekspor direbut negara lain. Selain karena pasar sawit global kini semakin ketat. \u201cKhusus untuk harga CPO (crude palm oil\/minyak mentah) di pasar global saat ini sedang turun tajam,\u201d kata pengamat ekonomi Universita Syiah Kuala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":60317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-60316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/60316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=60316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/60316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/60317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=60316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=60316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=60316"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=60316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}