{"id":60849,"date":"2022-07-18T10:06:00","date_gmt":"2022-07-18T03:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/07\/18\/pengacara-keluarga-brigadir-joshua-baku-tembak-nggak-mungkin-saling-membelakangi\/"},"modified":"2022-07-18T10:08:48","modified_gmt":"2022-07-18T03:08:48","slug":"pengacara-keluarga-brigadir-joshua-baku-tembak-nggak-mungkin-saling-membelakangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/07\/18\/pengacara-keluarga-brigadir-joshua-baku-tembak-nggak-mungkin-saling-membelakangi\/","title":{"rendered":"Pengacara Keluarga Brigadir Joshua : Baku Tembak Nggak Mungkin saling Membelakangi !"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat membantah pernyataan yang dibuat Mabes Polri.<\/p>\n<p>Itu terkait baku tembak antara Brigadir Joshua dengan Bharara E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.<\/p>\n<p>Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak bahkan menyebut baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu hanya klaim sepihak kepolisian.<\/p>\n<p>\u201cKalau baku tembak itu dua arah, saling tembak, tetapi mereka menyebut baku tembak. Tak ada buktinya,\u201d kata Kamaruddin kepada JPNN.com, Minggu (17\/7\/2022) dikutip PojokSatu.id.<\/p>\n<p>Sebaliknya, Kamaruddin menyebut bahwa baku tembak itu tidak lebih dari sekedar narasi.<\/p>\n<p>\u201cCuma narasi-narasi yang dibangun, sedangkan baku tembak itu enggak mungkin saling membelakangi,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Kamaruddin mengungkap, ada luka bekas sayatan senjata tajam di bagian belakang tubuh Brigadir Joshua.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ia tak mengetahui persis senjata tajam jenis apa yang meninggalkan luka tersebut.<\/p>\n<p>\u201cItu badik atau sangkur kami enggak tahu. Selebar satu jengkal sabetan benda tajam,\u201d kata Kamaruddin.<\/p>\n<p>Selain itu, luka sama juga terdapat di bawah mata sopir pribadi istri Ferdy Sambo itu.<\/p>\n<p>\u201cDi hidung sampai dijahit ada luka sajam. Di bibir juga ada luka sajam,\u201d<\/p>\n<p>\u201cKemudian di bahu ada luka (bekas) benda keras. Kemudian di ketiak ada bekas pemukulan benda tumpul,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Luka bekas senjata tajam juga ditemukan pada bagian kaki.<\/p>\n<p>\u201cJadi, kalau tembak itu bukan sajam, itu pistol. Lubangnya itu kecil, awalnya biru, kemudian hitam.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJadi, tujuh lubang itu ada bekas sajam. Kemudian di jarinya (putus, red),\u201d kata Kamaruddin.<\/p>\n<p>Sementara dalam tayangan video di Jabir TV, Kamaruddin menunjukkan bukti foto sosok Brigadir Joshua yang penuh luka.<\/p>\n<p>Luka itu cukup banyak. Mulai dari kepala, tangan, dada, hingga kaki.<\/p>\n<p>Kamaruddin menduga Brigadir Joshua meninggal bukan karena baku tembak, tapi akibat dianiaya.<\/p>\n<p>Ia memperlihatkan foto yang menunjukkan luka sobekan di tangan Brigadir Joshua.<\/p>\n<p>\u201cMembiru seperti bekas pukulan, kemudian ada robekan sampai dijahit,\u201d ucap Kamaruddin.<\/p>\n<p>Kemudian di area samping, tepatnya di bawah tangan terdapat luka robekan, diduga bekas benda tajam.<\/p>\n<p>Selain luka di tangan, ada pula luka sobekan di bagian kaki, tepatnya di dekat mata kaki.<\/p>\n<p>Luka di kaki Brigadir J terlihat seperti bekas sabetan benda tajam.<\/p>\n<p>\u201cSeperti kena pedang atau sangkur. Yang jelas luka robekan lah ya,\u201d jelas Kamaruddin.<\/p>\n<p>Ia kemudian menujukkan foto yang memperlihatkan luka sobekan di bagian kepala Brigadir Joshua.<\/p>\n<p>\u201cKemudian di belakang telinga, kurang lebih 1 jengkal robek, gimana caranya ini,\u201d katanya. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Pengacara keluarga Brigadir Joshua atau Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat membantah pernyataan yang dibuat Mabes Polri. Itu terkait baku tembak antara Brigadir Joshua dengan Bharara E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Pengacara keluarga Brigadir Joshua, Kamaruddin Simanjuntak bahkan menyebut baku tembak ajudan Ferdy Sambo itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":60850,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-60849","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/60849","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=60849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/60849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/60850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=60849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=60849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=60849"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=60849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}