{"id":73731,"date":"2022-08-06T17:00:53","date_gmt":"2022-08-06T10:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/08\/06\/syuting-di-tengah-hutan-film-horor-wanalathi-angkat-cerita-rakyat-gorontalo\/"},"modified":"2022-08-06T17:22:46","modified_gmt":"2022-08-06T10:22:46","slug":"syuting-di-tengah-hutan-film-horor-wanalathi-angkat-cerita-rakyat-gorontalo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/08\/06\/syuting-di-tengah-hutan-film-horor-wanalathi-angkat-cerita-rakyat-gorontalo\/","title":{"rendered":"Syuting di Tengah Hutan, Film Horor Wanalathi Angkat Cerita Rakyat Gorontalo"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong>\u00a0&#8211;\u00a0Rumah produksi Dwisetyo Production Gorontalo menghadirkan film drama horor berjudul &#8220;Wanalathi (Hutan Setan). Mengisahkan petualangan seru delapan anak muda, Akbar, Jessica, Nina, Arini, Gery, Rara, Hanna, dan Ical, Walanathi banyak melakukan pengambilan gambar di kawasan hutan.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cLokasi pengambilan Walanathi memang seram dan bikin merinding, jauh dari peradaban manusia. Tapi masih ada suku asli pedalaman yang tinggal di sana, \u201c ungkap produser film Wanalathi, Benny Rumambie.<\/p>\n<p>Digarap sutradara Tobrani, film Walanathi juga mengangkat cerita rakyat Gorontalo yang cukup terkenal. Ide cerita film ini sendiri berasal dari sebuah visual imajiner Ayu Rumambie (putri dari Benny Rumambie), yang kerap bercengkrama dengan &#8220;teman gaibnya&#8221;.<\/p>\n<p>\u201cAyu memaparkan kepada saya tentang bunga teratai biru yang ia lihat di alam imajinernya. Anak saya memang punya kelebihan itu, dari kecil ia punya \u2018 teman ghaib\u2019. Kalau sedang sendiri ia bisa asik bermain dengan mereka,\u201c papar Benny.<\/p>\n<p>\u201cPas suatu saat ia paparkan cerita tersebut, yang ternyata penuh dengan nuansa kelam dan horor. Lalu saya gagas menjadi cerita film horor yang mengerikan,\u201c Timpal Atje Tantu, produser eksekutif Wanalathi.<\/p>\n<p>Dengan menyematkan kesan mitos Teratai Biru yang yang ternyata bersemayam roh jahat, maka Wanalathi menjadi suguhan cerita horor menarik dengan bungkusan jump-scare dan suspense-nya.<\/p>\n<p>Film \u00a0Wanalathi diperankan \u00a0Jho Rizki ( berperan sebagai Akbar), Rifa ivonya (sebagai Rara), Ira Ilva Sari ( Jessica), \u00a0Hans De Kraker (Tuan Marco), Rowiena Oemboh (Ibu Ratih), \u00a0Fritz Koraag (Albert\/Pria Misterius) Putri Eka Ahmad (Hanna ), Putri \u00a0Eka Lapasu ( Nina), Gery Alvaroo ( Gery ), Rizal Ramadan (Ical ), dan Rahman Imran (Robby).<\/p>\n<p>Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Inonesia mulai 11 Agustus 2022.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.tabloidbintang.com\/film-tv-musik\/kabar\/read\/176567\/syuting-di-tengah-hutan-film-horor-wanalathi-angkat-cerita-rakyat-gorontalo\">Tabloidbintang <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH\u00a0&#8211;\u00a0Rumah produksi Dwisetyo Production Gorontalo menghadirkan film drama horor berjudul &#8220;Wanalathi (Hutan Setan). Mengisahkan petualangan seru delapan anak muda, Akbar, Jessica, Nina, Arini, Gery, Rara, Hanna, dan Ical, Walanathi banyak melakukan pengambilan gambar di kawasan hutan.\u00a0 \u201cLokasi pengambilan Walanathi memang seram dan bikin merinding, jauh dari peradaban manusia. Tapi masih ada suku asli pedalaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":73732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[67],"tags":[26866],"series":[],"class_list":["post-73731","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","tag-film"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/73731","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=73731"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/73731\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/73732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=73731"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=73731"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=73731"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=73731"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}