{"id":83080,"date":"2022-08-20T18:02:00","date_gmt":"2022-08-20T11:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/08\/20\/kembali-nongol-ade-armando-blak-blakan-tuding-ferdy-sambo-kepala-mafia-kapolri-pun-sampai-takut\/"},"modified":"2022-08-20T18:32:54","modified_gmt":"2022-08-20T11:32:54","slug":"kembali-nongol-ade-armando-blak-blakan-tuding-ferdy-sambo-kepala-mafia-kapolri-pun-sampai-takut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/08\/20\/kembali-nongol-ade-armando-blak-blakan-tuding-ferdy-sambo-kepala-mafia-kapolri-pun-sampai-takut\/","title":{"rendered":"Kembali Nongol, Ade Armando Blak-blakan Tuding Ferdy Sambo Kepala Mafia: Kapolri Pun Sampai Takut"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Setelah lama menghilang, pegiat media sosial Ade Armando, tiba-tiba nongol.<\/p>\n<p>Sebuah video yang diunggah akun TikTok @eluotr, Dosen Universitas Indonesia itu blak-blakan bicara terkait kasus pembunuhan berencana yang diotaki Ferdy Sambo, istrinya, dua ajudan dan satu sopir.<\/p>\n<p>Dalam video itu, akun @eluotr menampilkan caption bertuliskan &#8220;Ferdy Sambo Sebagai Kepala Mafia Satgas Merah Putih, yang memiliki bisnis haram yang diketahui Joshua hingga ia dibunuh&#8221;.<\/p>\n<p>Caption di bawahnya, si pengunggah menuliskan &#8220;Organisasi yang Di Bawah Radar yang Bisa Menguasai Seluruh Dunia Ferdy Sambo Seperti Kapolri Bayangan.&#8221;<\/p>\n<p>Mengenakan kemeja biru muda lengan panjang, Ade Armando terlihat berbeda setelah peristiwa penganiayaan dirinya di depan Gedung DPR beberapa bulan silam hingga membuatnya geger otak dan menjalani perawatan beberapa bulan.<\/p>\n<p>Bicaranya datar. Namun tetap lancar. Nadanya lumayan bisa dipahami. Namun narasi yang disampaikan bukan analisa hasil pemikirannya.<\/p>\n<p>Dia mengutip data-data yang disampaikan akun Opposite6890 yang aktif di dua media sosial Twitter dan Instagram, sejak awal kasus &#8220;baku tembak&#8221; mengemuka.<\/p>\n<p>Banyak netizen menilai, nyaris 90% prediksi Opposite6890 terkait kasus Ferdy Sambo benar.<\/p>\n<p>Dalam keterangannya mengutip Opposite6890, Ade mengatakan bahwa\u00a0 di tubuh Polri ada mafia yang dikepalai Ferdy Sambo.<\/p>\n<p>Mengutip Opposite, Ade mengatakan, dengan bisnis haram di tangan Ferdy Sambo bisa membangun jaringan yang luar biasa kuat.<\/p>\n<p>&#8220;Semacam iluminati. Yaitu sebuah organisasi di bawah radar yang menguasai dunia,&#8221; jelasnya seperti dilihat Poskota.Co.Id pada Jumat (19\/8\/2022) malam.<\/p>\n<p>Ade mengatakan, bisnis kotor Satgas Merah Putih yang ditangani Ferdy Sambo menurut Opposite mencapai triliunan rupiah.<\/p>\n<p>&#8220;Uang itu dibagikan kepada elite Polri dalam Satgassus Merah Putih. Dan itu dilakukan untuk melakukan aksi-aksi politik mereka,&#8221; terang Ade.<\/p>\n<p>Ade mengatakan, Brigadir Joshua yang terbunuh dan Bharada Eliezer yang menembak pun merupakan anggota Satgas.<\/p>\n<p>&#8220;Kata Opposite6890, Ferdy itu sudah seperti Kapolri bayangan. Kapolri pun takut dengan Ferdy.&#8221;<\/p>\n<p>Terus mengutip Opposite, Ade melanjutkan bahwa Satgas ini menjalankan &#8216;black operation&#8217; yang beranggotakan para elite Polri yang masih muda dari berbagai level dan struktur.<\/p>\n<p>&#8220;Jabatan struktur di Kepolisian diisi oleh anggota Satgassus Merah Putih. Pangkat, jabatan dan sekolah dijamin,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ade menambahkan, tidak semua anggota kepolisian bisa bergabung dengan Satgas Merah Putih.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Menurut Opposite mereka menekankan loyalitas dan militansi pada kelompok mereka,&#8221; tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Setelah lama menghilang, pegiat media sosial Ade Armando, tiba-tiba nongol. Sebuah video yang diunggah akun TikTok @eluotr, Dosen Universitas Indonesia itu blak-blakan bicara terkait kasus pembunuhan berencana yang diotaki Ferdy Sambo, istrinya, dua ajudan dan satu sopir. Dalam video itu, akun @eluotr menampilkan caption bertuliskan &#8220;Ferdy Sambo Sebagai Kepala Mafia Satgas Merah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":83081,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242,243,1420],"series":[],"class_list":["post-83080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik","tag-hukum","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/83080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=83080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/83080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/83081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=83080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=83080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=83080"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=83080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}