{"id":93571,"date":"2022-09-05T22:51:00","date_gmt":"2022-09-05T15:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/09\/05\/psikolog-forensik-mencurigai-putri-candrawathi-lakukan-malingering-apakah-itu\/"},"modified":"2022-09-06T06:03:39","modified_gmt":"2022-09-05T23:03:39","slug":"psikolog-forensik-mencurigai-putri-candrawathi-lakukan-malingering-apakah-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/09\/05\/psikolog-forensik-mencurigai-putri-candrawathi-lakukan-malingering-apakah-itu\/","title":{"rendered":"Psikolog Forensik Mencurigai Putri Candrawathi Lakukan Malingering, Apakah Itu?"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Ahli forensik, Reza Indragiri mencurigai istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi melakukan malingering atau pura-pura sakit baik fisik atau mental untuk menghindari proses hukum. Sejatinya, tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai penyakit mental atau psikopatologi, walaupun penyakit mental dapat disertai dengan tindakan malingering.<\/p>\n<p>&#8220;Penting untuk jadi catatan tentang kemungkinan malingering atau perekayasaan berencana, baik terhadap kondisi fisik maupun psikis yang membuat orang sehat menjadi terkesan sebagai orang sakit,&#8221; kata Reza Indragiri pada 20 Agustus 2022.<\/p>\n<p><b>Apakah Itu Malingering?<\/b><\/p>\n<p>Melansir dari WebMd, malingering adalah suatu tindakan di mana seseorang berpura-pura sakit untuk mendapatkan keuntungan. Penyakit yang pura-pura dapat berupa penyakit mental atau fisik. Malingering juga terjadi ketika seseorang melebih-lebihkan gejala suatu penyakit untuk tujuan yang sama. Malingering adalah suatu tindakan, bukan kondisi.<\/p>\n<p>Malingering pertama kali digunakan untuk menggambarkan tentara yang mencoba menghindari dinas militer pada era 1900-an. Makna tindakan ini telah diperluas untuk mencakup mereka yang berpura-pura sakit karena alasan lain.\u00a0<\/p>\n<p><b>Alasan Malingering<\/b><\/p>\n<p>Seseorang yang mengalami malingering dapat memiliki berbagai alasan untuk melakukan tindakan penipuan mereka. Alasan-alasan tersebut, yakni:\u00a0<\/p>\n<p>1. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda nyeri,<\/p>\n<p>2. Mencari perhatian,<\/p>\n<p>3. Menghindari wajib militer,\u00a0<\/p>\n<p>4. Mendapatkan cuti dari sekolah atau bekerja, dan<\/p>\n<p>5. Menghindari tindakan hukum.<\/p>\n<p>Selain alasan atau sebab seseorang melakukan tindakan malingering, terdapat pula tanda-tanda yang dimiliki oleh mereka. Melansir dari publikasi ilmiah berjudul Malingering and factitious disorder, tindakan malingering mungkin terjadi jika dua dari empat tanda berikut ini ada.<\/p>\n<p>Orang tersebut berada dalam situasi medis atau hukum yang dapat diperbaiki dengan diagnosis tertentu.<\/p>\n<p>Pengamat dapat melihat perbedaan antara apa yang orang klaim rasakan dan tanda-tanda fisik penyakit.<\/p>\n<p>Subjek tidak mengikuti perawatan atau pergi untuk perawatan lanjutan.<\/p>\n<p>Subjek memiliki gangguan kepribadian antisosial.<\/p>\n<p>Namun, beberapa profesional kesehatan merasa tanda-tanda ini cacat karena memiliki beberapa kekurangan, sebagai berikut:<\/p>\n<p>1. Tanda-tanda tersebut sudah ketinggalan zaman,\u00a0<\/p>\n<p>2. Tandanya tidak menunukkan data yang akurat. Menurut seorang peneliti, dengan tanda tersebut hanya menghasilkan standar akurasi sejumlah 20 persen,<\/p>\n<p>3. Tidak adanya tingkat keseriusan yang tetap. Tanda ini menempatkan semua orang yang berpura-pura ke dalam satu kategori,\u00a0<\/p>\n<p>4. Tidak memiliki penilaian moral. Semua perilaku berpura-pura digambarkan sebagai buruk. Tindakan berpura-pura ini hanya sebagai adaptasi seseorang terhadap situasi yang tidak dapat diterima.<\/p>\n<div class=\"pdfprnt-buttons pdfprnt-buttons-post pdfprnt-bottom-right\"><a href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/93571?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/apps\/pdf-print\/images\/print.png\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Ahli forensik, Reza Indragiri mencurigai istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi melakukan malingering atau pura-pura sakit baik fisik atau mental untuk menghindari proses hukum. Sejatinya, tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai penyakit mental atau psikopatologi, walaupun penyakit mental dapat disertai dengan tindakan malingering. &#8220;Penting untuk jadi catatan tentang kemungkinan malingering atau perekayasaan berencana, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":93572,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[243],"series":[],"class_list":["post-93571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/93571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=93571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/93571\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/93572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=93571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=93571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=93571"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=93571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}