Dahlan Jamaluddin sebut Jabatan Ketua DPR Aceh bukanlah Warisan

BANDA ACEH - Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin meminta izin untuk menyampaikan sepatah kata terakhir sebagai ketua DPRA. Dahlan menyampaikan apabila DPRA adalah lembaga politik pemegang mandat Rakyat Aceh, sebagai gerak langkah dalam menjalankan mandat rakyat yang dasari oleh aturan Perundang-Undangan.

Read more

Menurutnya, perjalanan wakil rakyat dalam parlemen juga didasari oleh etika dan moral yang harus dijunjung tinggi.

Read more

“Jabatan bukanlah warisan dan bukan sesuatu yang dapat diwariskan,” kata Dahlan dalam Rapat paripurna DPRA Tahun 2022 dalam rangka penetapan pergantian ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) berdasarkan surat Partai Aceh No 0387/DPA/PA/III/2022 tanggal 8 Maret 2022, perihal usulan pergantian Pimpinan Ketua DPRA periode 2019-2024 di Gedung Aula Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (21/3/2022).

Read more

Dahlan juga menjelaskan, tatkala Partai Aceh memberikan mandat kepada sahabat Saiful Bahri atau dikenal Pon Yahya, sebagai kader dirinya tunduk dan patuh terhadap keputusan tersebut.

Read more

“Dalam waktu yang tidak akan lama lagi kita kan memiliki ketua DPRA yang baru, saya mengucapkan selamat kepada kolega baru kita saudara Saiful Yahya (Pon yahya) yang telah ditunjuk oleh Partai Aceh sebagai ketua DPRA baru,” ujarnya.

Read more

Dijelaskan, sebagai seorang manusia dirinya tidak luput dari kesalahan.

Read more

“Maka dari itu izinkan saya meminta maaf apabila ada kesalahan selama menjabat 2 tahun 5 bulan ini,” kata Dahlan Jamaluddin.

Read more

Sebelum Dahlan bukan menjadi ketua DPRA lagi, Pelaksana Tugas dijalankan Safaruddin sebelum penunjukan Saiful Bahri (Pon yahya) menjadi ketua. ( Adv)

Read more

Did you like this story?

Please share by clicking this button!

Visit our site and see all other available articles!

Harian Aceh Indonesia