Kinerja LQ45 Moncer, Ini Pilihan Saham Blue Chip untuk Pekan Depan

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto
ADVERTISEMENTS

Pergerakan Indeks LQ45 secara year to date (ytd) mengalami penguatan.

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Pergerakan Indeks LQ45 secara year to date (ytd) mengalami penguatan sebesar 0,70 persen per 26 Januari 2023. Capaian tersebut mengungguli pergerakan IHSG secara ytd yang tercatat sebesar 0,21 persen. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Kinerja positif indeks LQ45 pun diperkirakan akan terus berlanjut terutama ditopang laporan keuangan bank-bank besar. Sektor keuangan merupakan sektor dengan pembobotan terbesar dalam indeks LQ45. 

ADVERTISEMENTS
ADVETISEMENTS

“Kami melihat pergerakan indeks LQ45 dalam satu pekan ke depan akan didorong oleh laporan keuangan sepanjang tahun 2022 big banks yang akan rilis seperti BBRI dan BMRI,” kata Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih dalam risetnya, akhir pekan ini.

ADVERTISEMENTS

Kinerja BRI hingga November 2022 mencatatkan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 92,2 triliun atau meningkat 4,6 persen yoy. Sedangkan laba bersih BRI melonjak 57,9 persen yoy menjadi Rp 44 triliun. 

ADVERTISEMENTS

Bank Mandiri juga mencatatkan kinerja unggul hingga November 2022 dengan perolehan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 58,9 triliun atau melesat 20,2 persen yoy. Laba bersih Bank Mandiri tercatat melesat 59,8 persen yoy menjadi Rp 34,8 triliun. Secara teknikal, Ratih melihat beberapa saham indeks LQ45 cukup menarik untuk diperhatikan. 

ADVERTISEMENTS

 

ADVETISEMENTS

BMRI

(Buy) BMRI di area Rp9.825 dengan target harga pada resistance di level Rp 10.100 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 9.550.

 

BBRI

(Buy) BBRI di area Rp 4.590 dengan target harga pada resistance di level Rp 4.720 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 4.500. 

 

SRTG

(Buy) SRTG di area Rp 2.470 dengan target harga pada resistance di level Rp 2.580 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 2.360.

 

SCMA

(Buy) SCMA di area Rp 232 dengan target harga pada resistance di level Rp 246 serta pertimbangkan cut loss apabila break support di level harga Rp 220. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version