Minggu, 19/05/2024 - 17:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Pengamat: Reshuffle Rabu Pon tak Terealisasi, Jokowi Pertahankan Nasdem

Jokowi dinilai masih membutuhkan Nasdem di koalisi.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Isu reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (1/2/2023) ternyata tidak menjadi realita. Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, mengatakan Rabu Pon 1 Februari 2023 telah gagal menjadi momentum reshuffle kabinet.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Menurut Arifki, pertemuan Jokowi dengan Surya Paloh di istana beberapa hari lalu telah menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

“Asumsinya, menteri dari Nasdem dipertahankan, lalu Nasdem bakal menjaga Jokowi sampai dengan tahun 2024,” kata Arifki, Rabu. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Eks Anak Buah SYL Ungkap Ada Auditor BPK Minta Rp 12 M Agar Kementan WTP

Lalu alasan kedua, menurut Arifki, Presiden Jokowi masih berat hari ditinggalkan oleh Partai Nasdem. Karena sejak awal 2014 lalu, Nasdem merupakan partai kedua setelah PDIP yang mengusung Jokowi. 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Ketika pemerintahan Jokowi sudah berjalan dua periode, Arifki melihat Nasdem menjadi partai yang paling mudah diajak kompromi oleh presiden.  “Meskipun Jokowi kader PDIP, ia lebih mudah membangun kesempatan dengan Nasdem dan Golkar. Pilihan mempertahankan Nasdem langkah Jokowi menjaga keseimbangan politik di sekelilingnya,” ujar Arifki. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Ratusan Pelari Ikuti Colour Run HIMAPOR FIP UMJ

Ia juga melihat kepintaran Surya Paloh dalam percaturan politik. Ketika melihat partai koalisi pendukung pemerintah mulai tidak nyaman dengan Nasdem, Paloh tahu kemana ia harus ‘mengadu’. Pilihannya adalah Partai Golkar yang notabene adalah partai masa lalu Surya Paloh. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Bang Surya yang memiliki romantisme sejarah yang kuat dengan Golkar tentu lebih mudah untuk memperoleh dukungan, apalagi keduanya sama-sama partai pendukung pemerintahan Jokowi,” kata Arifki menambahkan.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi