Selasa, 21/05/2024 - 13:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Mahfud MD Beberkan Susunan Satgas TPPU Rp 349 Triliun di Kemenkeu

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD membeberkan susunan Satuan Tugas (Satgas) TPPU. Satgas ini bakal menangani dugaan pencucian uang senilai Rp 349 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Jadi sesuai dengan hasil Rapat Komite TPPU tanggal 10 April 2023, keputusan hasil rapat, yang kemudian disampaikan kepada DPR melalui Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR RI tanggal 11 April 2023, maka saya sampaikan bahwa hari ini pemerintah telah membentuk satgas dimaksud, yaitu Satgas tentang dugaan tindak pidana pencucian uang,” kata Mahfud dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2023).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Mahfud menjelaskan, Satgas TPPU terdiri atas Tim Pengarah, Tim Pelaksana, dan Kelompok Kerja. Tim pengarah diisi oleh tiga orang dari Pimpinan Komite TPPU, yaitu Menko Polhukam selaku Ketua Komite TPPU, Menko Perekonomian selaku Wakil Ketua Komite TPPU, dan Kepala PPATK selaku Sekretaris merangkap Anggota Komite TPPU.

Berita Lainnya:
Kemenkeu Mulai Tawarkan ST012, Imbalan Paling Kecil 6,4 Persen

“Kemudian, ada pelaksana. Pelaksana terdiri dari Ketua adalah Deputi III Bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, kemudian Wakilnya Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Sekretaris adalah Direktur Analisis dan Pemeriksaan I PPATK,” ungkap mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Adapun anggota Tim Pelaksana Satgas TPPU ini terdiri dari tujuh orang. Mereka adalah Dirjen Pajak Kementerian Keuangan; Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan; Irjen Kementerian Keuangan; Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung; Wakabareskrim Polri; Deputi Bidang Kontra Intelijen BIN; dan Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Sri Mulyani Temui Bos ADB Bahas Pendanaan Transisi Energi

Mahfud menjelaskan alasan Kementerian Keuangan masuk dalam tim penyidik Satgas TPPU ini. Dia mengatakan, kasus dugaan pencucian ini terkait dengan perpajakan dan bea cukai. Berdasarkan undang-undang yang berlaku, maka para penyidik yang menangani masalah tersebut berasal dari Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Jadi tidak bisa dikeluarkan karena dia (Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai) yang nanti akan menindaklanjuti dan punya kewenangan pro justitia,” jelas Mahfud.

Dia menambahkan, dalam melaksanakan tugas, Tim Pelaksana Satgas TPPU bakal dibantu oleh kelompok kerja. Nantinya, terdapat dua kelompok kerja yang diisi oleh 12 tenaga ahli di bidang TPPU, korupsi dan perekonomian, kepabeanan, serta cukai dan perpajakan.

ADVERTISEMENTS

Dari daftar di bawah ini, mana nih Hape favorit Kamu?

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi