Adab Buang Hajat dalam Islam: Tutuplah Kepalamu

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA — Islam mengajarkan dengan baik segala aspek kehidupan manusia, termasuk adab ketika hendak buang air. Sehingga seorang Muslim harus memahami adab ketika hendak buang air besar atau kecil, karena Islam sangat mengutamakan kebersihan.

ADVERTISEMENTS

Menurut Asy-Syeikh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam bukunya Risalah Mu’awanah, mengatakan bila seorang Muslim hendak masuk kamar mandi untuk buang air kecil atau besar, maka pakailah sandalmu dan tutuplah kepalamu, dahulukan kaki kiri ketika hendak masuk dan kaki kanan ketika keluar. kemudian bacalah doa ini ketika hendak memasuki kamar mandi:

ADVERTISEMENTS

 َللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

ADVERTISEMENTS

“Dengan menyebut asma Allah, aku berlindung dengan-Mu (ya Allah) dari setan laki-laki dan perempuan.”

ADVERTISEMENTS

Dan jika hendak keluar, bacalah:

ADVERTISEMENTS

 غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ

ADVERTISEMENTS

“Aku mohon ampunanmu ya Allah. Segala puji bagi Allah, Zat yang telah menghilangkan kotoran dariku, dan telah memberi kesehatan kepadaku.”

ADVERTISEMENTS

Syeikh Abdullah juga melarang Muslim berzikir di dalam kamar mandi, kecuali dalam hati. Saat buang hajat juga dilarang membawa tulisan yang berisikan nama Allah Swt untuk memuliakan dan mengagungkan-Nya.

ADVERTISEMENTS

Selain itu juga dilarang bermain-main dan berbicara kecuali dalam keadaan terpaksa serta jangan membuka pakaian kecuali bagian yang sekiranya dikhawatirkan terkena najis.

ADVERTISEMENTS

Ketika buang air kecil atau besar, tutuplah dirimu sehingga tak terlihat oleh orang lain, dan menjauhlah supaya suara dan bau kotoran tidak didengar dan tercium orang lain serta jangan menghadap kiblat saat buang air kecil dan membelakanginya ketika buang air besar.

Dalam keadaan yang mendesak dan terpaksa, kita diperbolehkan untuk meninggalkan etika-etika di atas.

Janganlah kencing di air yang tidak mengalir walaupun air itu banyak, kecuali dalam keadaan terpaksa. Dilarang pula buang air di atas tanah yang keras dan kencing pada tempat bertiupnya angin.

Jika seorang Muslim dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut, maka pasti selamat dari siksa kubur.

Hendaklah Muslim selalu ber-istibra’, membersihkan sisa air kecil, tetapi jangan sampai menimbulkan was-was.

Cara ber-istibra’ ialah dengan berdehem dan memijat alat vital dengan perlahan hingga ia yakin bahwa tak ada lagi sisa di dalamnya.

Hendaklah engkau selalu beristinja’ dengan batu terlebih dahulu lalu dengan air. Jika harus memilih antara keduanya, maka airlah yang lebih utama. Beristinja’ pada qubul lebih utama dengan air lalu dengan batu.

Setelah beristinja’, bacalah:

اَللّٰهُمَّ حَسِّنْ فَرْجِىْ مِنَ الْفَوَاخِشِ وَظَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ

“Ya Allah, jagalah alat kelaminku dari kejahatan dan sucikanlah hatiku dari kemunafikan.”

Hendaklah engkau selalu mengerjakan sesuatu dengan anggota kanan. kecuali untuk menghilangkan najis dan kotoran, atau pada saat memasuki tempat-tempat kotor, maka dahulukan anggota kiri.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version