Jumat, 14/06/2024 - 23:12 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Kisah Ummu Syarik dan Air Misterius yang Membuat Penduduk Makkah Bersyahadat 

JAKARTA – Suatu ketika di masa Nabi Muhammad SAW dikisahkan tentang seorang Muslimah yang baru memeluk agama Islam atau mualaf yakni Ummu Syarik bernama asli Ghaziyah binti Jabir bin Hakim. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Keimanan dan ketakwaan Ummu Syarik mendatangkan pertolongan Allah SWT dan membuat cukup banyak orang-orang memeluk Islam.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Dikisahkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, terlintas di hati Ummu Syarik untuk masuk Islam ketika sedang berada di Makkah. Maka Ummu Syarik pun masuk Islam. 

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Kemudian Ummu Syarik menemui para wanita Quraisy secara diam-diam. Ummu Syarik mengajak dan mendorong mereka agar masuk Islam hingga akhirnya perbuatannya terbongkar dan diketahui penduduk Makkah.

Penduduk Makkah menangkap Ummu Syarik. Mereka berkata kepadanya, “Seandainya bukan karena kaum kamu, pastilah kami telah melakukan apa yang biasa kami lakukan. Akan tetapi kami akan mengembalikan kamu kepada kaum kamu.”

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Ummu Syarik bernama asli Ghaziyah binti Jabir bin Hakim ini memang berasal dari kabilah yang disegani oleh penduduk Arab. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Bolehkah Membicarakan Keburukan Orang Lain? Begini Penjelasannya
ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Ummu Syarik berkata, “Mereka membawa saya di atas unta, di bawah saya tidak terdapat apa-apa. Kemudian mereka meninggalkan saya tiga hari, mereka tidak memberi makanan dan minuman kepada saya. Mereka berhenti di suatu tempat. Jika mereka berhenti di suatu tempat, mereka menjemur saya di panas terik matahari, sementara mereka berteduh. Mereka tidak memberikan minuman dan makanan kepada saya kemudian mereka pergi lagi.”

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Ketika saya dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba ada sesuatu terasa sejuk jatuh kepada saya, kemudian datang lagi, saya meraihnya, ternyata satu timba air. Saya meminumnya sedikit. Kemudian timba itu ditarik dari saya. Kemudian timba itu kembali datang, saya meraihnya dan meminumnya sedikit, kemudian diangkat lagi. Kemudian kembali lagi. Itu terjadi beberapa kali hingga dahaga saya hilang. Kemudian semua isinya disiramkan ke tubuh dan pakaian saya.”

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK
Berita Lainnya:
Jika Nabi Muhammad SAW Punya Jin Qarin, Bagaimana Kriterianya?

“Ketika mereka terjaga, tiba-tiba mereka mendapati bekas-bekas air. Mereka lihat saya dalam keadaan segar bugar. Mereka berkata: Apakah engkau telah melepaskan diri dan mengambil air kami lalu engkau meminumnya? Saya jawab: Tidak, demi Allah saya tidak melakukan itu. Kejadiannya seperti ini dan ini.”

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS

Mereka yang membawa Ummu Syarik berkata, “Jika ucapan kamu benar, maka agama kamu (agama Islam) lebih baik daripada agama kami.” 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Mereka memperhatikan tempat air, mereka dapati kondisinya seperti sediakala. Mereka pun meninggalkan Ummu Syarik. Pada saat itu juga mereka semua memeluk agama Islam. 

Demikian kisah Ummu Syarik yang membuat cukup banyak orang yakni penduduk Makkah memeluk Islam karena menyaksikan pertolongan Allah SWT untuk Ummu Syarik yang sedang tidak berdaya.

Kisah ini dikutip dari buku Sa’atan Sa’atan (Semua Ada Saatnya) yang ditulis Syekh Mahmud Al-Mishri diterjemahkan Ustaz Abdul Somad diterbitkan Pustaka Al-Kautsar.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ البقرة [194] Listen
[Fighting in] the sacred month is for [aggression committed in] the sacred month, and for [all] violations is legal retribution. So whoever has assaulted you, then assault him in the same way that he has assaulted you. And fear Allah and know that Allah is with those who fear Him. Al-Baqarah ( The Cow ) [194] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi