PT Vale IGP Morowali Dukung UMKM Melalui Pengemasan Ikan Asap

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

KENDARI — PT Vale Indonesia Tbk, Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Sulawesi Tengah membangun kemandirian masyarakat di area operasionalnya. Salah satunya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui standarisasi pengemasan ikan asap.

ADVERTISEMENTS

Director of Mine Project IGP Morowali, Wafir, dalam pernyataan resmi yang diterima, Kamis (14/3/2024), menuturkan, kegiatan yang pertama kali diadakan ini merupakan salah satu dukungan perusahaan untuk membantu masyarakat menjadi lebih mandiri melalui pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan keterampilan.

ADVERTISEMENTS

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang Kemandirian Ekonomi yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan baru atas komoditas lokal yang berlimpah dan meningkatkan nilai tambah produksi lokal.

ADVERTISEMENTS

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari masyarakat Desa Laroue, perwakilan anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), serta pelaku usaha ikan asap di area pemberdayaan. Camat Bungku Timur, Sukman Gamal hadir membuka pelatihan tersebut.

 

ADVERTISEMENTS

“Perseroan yakin, dengan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah berkontribusi memberdayakan UMKM lokal,” tuturnya.

ADVERTISEMENTS

Wafir berharap, kegiatan pengembangan ekonomi lokal seperti ini, bisa digelar di 13 desa pemberdayaan PT Vale lainnya, dengan olahan yang berbeda beda, sehingga menciptakan produk unggulan UMKM masing-masing desa.

ADVERTISEMENTS

“Semoga inisiatif positif semacam ini terus berlanjut, hingga nantinya setiap desa pemberdayaan memiliki produk unggulan UMKM,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Sementara itu, Camat Bungku Timur, Sukman Gamal mengapresiasi kegiatan ini, karena membantu mendorong pengembangan UMKM Kecamatan Bungku Timur dengan menciptakan ide usaha baru.

ADVERTISEMENTS

“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini, karena bisa menjadi produk unggulan UMKM di Kecamatan Bungku Timur,” ujarnya.

Sukman berharap agar setelah berakhirnya pelatihan ini, masyarakat bisa menciptakan produk sendiri.

“Tidak banyak yang saya harapkan dari kegiatan ini, cukup masyarakat bisa menciptakan produk sendiri yang membawa perubahan baru bagi mereka. Utamanya untuk masyarakat Kecamatan Bungku Timur,” katanya.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
Exit mobile version