Senin, 17/06/2024 - 11:50 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Outlook Pasar Saham Indonesia Positif di Tengah Tekanan Sentimen Global

Saat ini pasar saham Indonesia kembali masuk dalam radar investor.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 JAKARTA — Pasar saham Indonesia disebut memiliki outlook positif sepanjang tahun ini meski di tengah tekanan sentimen global. Beberapa faktor yang mempengaruhi sentimen pasar global antara lain lonjakan harga komoditas karena konflik Rusia-Ukraina, postur kebijakan suku bunga The Fed yang agresif, dan lonjakan kasus Covid-19 di China. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh


Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Samuel Kesuma mengatakan, ketiga faktor ini saling berhubungan karena berdampak pada outlook pertumbuhan ekonomi dunia.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah


“Lonjakan harga komoditas dapat mempengaruhi inflasi secara global dan berdampak pada daya beli masyarakat, serta dapat mempengaruhi postur kebijakan bank sentral global menjadi lebih agresif untuk menangani inflasi,” kata Samuel dalam keterangan resmi, Selasa (19/4/2022).

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda


Sentimen pasar juga kembali dibebani oleh kasus Covid-19 yang melonjak di China, terutama karena kebijakan zero Covid di Cina. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan penguncian wilayah secara luas dan mempengaruhi kapabilitas China sebagai pabrik dunia. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
OJK Terbitkan Peraturan Perkuat Kelembagaan BPR/BPR Syariah


Menurut Samuel, Indonesia saat ini berada pada area sweet spot yang membuat pasar saham Indonesia kembali masuk dalam radar investor. Beberapa faktor menjadi katalis bagi pasar saham Indonesia. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh


Dari perspektif makroekonomi, Indonesia berada dalam siklus pemulihan yang menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan di tengah tren normalisasi ekonomi global saat ini. Indonesia juga merupakan net eksportir komoditas yang dipandang diuntungkan dari kenaikan harga komoditas saat ini dan dapat menjadi tempat berlindung bagi investor global. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh


Selain itu, stabilitas nilai tukar Rupiah dan makroekonomi yang solid. Posisi Indonesia dan ASEAN yang netral di tengah tensi geopolitik antara negara barat dengan Rusia meminimalisir risiko geopolitik terhadap Indonesia. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024


Secara keseluruhan, Samuel memandang positif outlook pasar Indonesia tahun ini didukung oleh bauran faktor pendukung dari pemulihan ekonomi domestik dan dinamika pasar global yang suportif bagi Indonesia. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK


Samuel mengakui, kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) secara agresif akan sedikit mempengaruhi pasar saham Indonesia. Rapat FOMC bulan Maret menjadi titik balik bagi pasar. The Fed menegaskan fokus kebijakannya untuk menanggulangi inflasi dan menekankan kondisi ekonomi sudah kuat untuk menghadapi kenaikan suku bunga. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Transformasi BUMN Dinilai Sebagai Pilar Fundamental Perekonomian Nasional


Kejelasan arah kebijakan The Fed mengurangi spekulasi pasar dan mendukung perbaikan sentimen yang terlihat dari kinerja indeks S&P 500 yang menguat pasca rapat FOMC The Fed. “Secara keseluruhan kami melihat pasar telah memperhitungkan The Fed akan bergerak secara agresif sehingga kenaikan suku bunga yang agresif tidak berdampak negatif bagi outlook pasar saham,” kata Samuel. 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard


Di sisi lain, Samuel berpendapat, ekspektasi pasar terlalu agresif. Berdasarkan data dari Bloomberg, ekspektasi pasar untuk Fed rate dapat mencapai 2,25 – 2,50 persen tahun ini, lebih tinggi dari median proyeksi The Fed di level 2 persen. Oleh karena itu terdapat potensi berita baik bagi pasar apabila kenaikan Fed rate tidak seagresif ekspektasi pasar. 


 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا الكهف [7] Listen
Indeed, We have made that which is on the earth adornment for it that We may test them [as to] which of them is best in deed. Al-Kahf ( The Cave ) [7] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi