Kamis, 30/05/2024 - 00:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Pemerintah Diharap tak Gegabah Wacanakan Pandemi ke Endemi

Endemi tidak bisa dimaknai sudah bebas dari virus Covid-19.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah tidak gegabah mewacanakan pandemi menuju endemi tanpa adanya evaluasi dan kajian komprehensif atas pengendalian kasus Covid-19. Menurutnya pemerintah lebih penting memastikan dilakukannya evaluasi dan kajian menyeluruh terkait upaya pengendalian kasus Covid-19, dari pada berbicara perubahan status pandemi menjadi endemi.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Pastikan bahwa dalam rentang waktu tertentu tidak ada kemunculan kasus baru dan kasus aktif. Ini yang harus jadi target pemerintah dalam pengendalian kasus, dan bukan  mewajarkan penyakit ini dengan status endemi,” kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/5/2022).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Politikus PKS itu menuturkan, endemi tidak bisa dimaknai sudah bebas dari  virus Covid-19. Netty khawatir sejumlah aturan seperti boleh tidak menggunakan masker di ruang terbuka, tidak ada lagi tes Covid-19 untuk pelaku perjalanan, atau kebebasan berkumpul, dikhawatirkan membuat masyarakat memiliki kesimpulan yang keliru bahwa Indonesia sudah bebas Covid-19.

Berita Lainnya:
KPK Tetapkan Abdul Gani Kasuba Tersangka TPPU

Kesimpulan yang keliru tersebut, kata Netty, dikhawatirkan apat membuat masyarakat  meninggalkan kembali kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini sudah dilakukan secara  baik, seperti memakai masker, mencuci tangan dan tidak berkerumun. “Kebiasaan baik itu jangan sampai hilang setelah betapa sulitnya dulu kita  menerapkannya di masyarakat,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Selain itu, Netty juga mengingatkan pemerintah agar wacana endemi harus diikuti dengan rencana tindak lanjut yang jelas, termasuk dampaknya terhadap pembebanan keuangan negara. “Perlu diperhitungkan dampaknya terhadap beban negara di masa depan. Penyakit-penyakit seperti malaria, TB bahkan HIV yang  sudah dianggap endemi, ternyata tetap  membebani negara, baik dari sisi ekonomi mapun sosial. Nah, bagaimana dengan Covid-19?  Apakah  nanti biaya pengobatan Covid-19 ini akan  ditanggung negara atau masyarakat harus membayar sendiri?” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Netty juga meminta pemerintah agar menjelaskan dampak penetapan status endemi terhadap program insentif nakes, program lanjutan vaksinasi dan lainnya. “Wacana endemi tanpa penjelasan dampak ikutannya hanya akan menimbulkan euforia masyarakat. Sementara publik perlu tahu bagaimana kelanjutan proses vaksinasi, kelanjutan insentif nakes, dan lainnya,” imbuhnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Kenalan Pria di Sleman Rudapaksa Mahasiswi Usai Buka Puasa Bersama

Wakil Ketua FPKS DPR RI ini meminta agar pemerintah melakukan edukasi ke masyarakat. Menurutnya jangan sampai pernyataan soal endemi ini justru menjebak masyarakat hingga  menganggap endemi tidak bahaya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

“Masyarakat harus selalu diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan serta menjalani hidup bersih. Bukankah  perilaku hidup sehat dan bersih akan membuat masyarakat lebih imun terhadap berbagai penyakit,” katanya.

ADVERTISEMENTS

Kemudian Netty juga meminta pemerintah agar terus memantau angka positivity rate, kasus aktif Covid-19,  capaian vaksinasi 70 persen dan data  BOR di rumah sakit pada masa transisi ini. “Justru saat ini harus menjadi momentum  bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem kesehatan kita secara menyeluruh untuk  memastikan  apakah kita dapat terbebas dari Covid-19 atau justru kembali mengalami kenaikan kasus,” tuturnya.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi