NASIONAL
NASIONAL

Sudah Umumkan Rencana Hengkang dari Gerindra, Taufik Malah Lebih Dulu Dipecat Partai

“Padahal DKI Jakarta merupakan Barometer utama bagi Partai Gerindra,” tegas Wihadi.

Wihadi mengatakan, dalam pemeriksaan di bawah sumpah pada persidangan oleh majelis terkait dengan pelanggaran yang dilakukan, M Taufik telah memberikan keterangan yang berbelit-belit.

“Kemudian pada saat ini nyatanya telah terbukti, bahwa segala apa yang disampaikannya pada pemeriksaan terdahulu adalah tidak benar dan merupakan kebohongan,” katanya.

Terkait pelanggaran AD/ART, Wihadi menyebut, Taufik juga secara nyata telah terbukti melakukan perbuatan yang bertentangan dan tidak sejalan dengan arah kebijakan Partai Gerindra. Yakni telah melanggar sumpahnya selaku kader Partai Gerindra yang menentukan untuk tunduk dan patuh kepada ideologi dan disiplin partai serta menjaga kehormatan, martabat, dan kekompakan partai.

Sudah tak harmonis

Ketidakharmonisan antara Taufik dan Gerindra mulai terlihat sejak Taufik yang secara terang-terangan mendoakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Presiden. Dukungan Taufik kepada Anies diungkapkan dalam acara pelantikan Majelis Wilayah KAHMI Jaya periode 2022-2027 beberapa bulan lalu.

Padahal, Gerindra pun telah mengumumkan bahwa partainya akan kembali mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto, untuk kembali menjadi calon presiden dalam Pemilu 2024. Akibatnya, Majelis Kehormatan Partai memanggil Taufik.

“Saya memang pernah dipanggil oleh Majelis Kehormatan Partai ketika saya mendoakan Anies naik kelas dari Gubernur menjadi Presiden,” ujarnya.

Namun, Taufik menegaskan pernyataannya saat itu bukan sebagai kader partai. “Waktu itu posisi saya sebagai ketua KAHMI Jaya. Wajar saja saya mendoakan anggotanya naik kelas. Nah itu saya pernah dipanggil. Saya enggak tahu itu dihubung-hubungkan terus dipecat. Sudahlah. Buat saya enggak ada masalah,” urai Taufik.

Sejak saat itu, Taufik mulai tidak nyaman berada di dalam tubuh partai berlambang garuda tersebut. Begitu pula dengan DPP Partai Gerindra, Desmond J. Mahendra yang justru bersyukur Taufik hengkang dari Gerindra.

“Bersyukur kita. Bersyukur dia pindah agar NasDem tahu gimana Taufik itu,” ujar Desmond ditemui VOI di Gedung DPR, Kamis, 2 Juni.

Desmond pun memberikan saran kepada NasDem agar jangan melihat mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu sebagai sosok yang luar biasa. Sebab di Gerindra, kata Desmond, Taufik sangat biasa saja.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website