Senin, 26/02/2024 - 05:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

Saham Migas Tertekan, Pelemahan IHSG Berlanjut

ADVERTISEMENT

IHSG diperkirakan masih berpeluang melemah pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (29/6/2022). IHSG melemah ke level 6.973,12 setelah terkoreksi tipis pada penutupan perdagangan kemarin.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional


Penurunan IHSG dipicu oleh melemahnya saham-saham yang berkaitan dengan komoditas tambang dan energi diantaranya HRUM turun 2,63 persen, ASII terpangkas 1,87 persen, PGAS terkorkesi 0,89 persen serta ADRO melemah 0,34 persen. 

ADVERTISEMENT


Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih berpeluang melemah pada perdagangan hari ini seiring dengan lengsernya indeks saham utama Wall Street. DJIA turun di atas 1 persen serta S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi lebih dari 2 persen. 

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
KCIC Catat Penumpang Whoosh Meningkat 50 Persen Saat Libur Imlek


“Data Indeks Kepercayaan Konsumen (CCI) AS meredupkan rasa optimisme investor dan memicu ketakutan mengenai resesi. Investor tampak mulai ragu bank sentral AS mampu menghindari pemicu perlambatan ekonomi di tengah kenaikan suku bunga,” tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Rabu (29/6).

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard


Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 3 bps menjadi 3,17 persen karena investor sibuk mencerna sejumlah rilis data ekonomi AS. Data CCI AS turun ke level 98,7 di bulan Juni, terendah sejak Februari 2021 dari level 103,2 di bulan Mei dan berada di bawah ekspektasi penurunan ke level 100.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action
Berita Lainnya:
Kecelakaan Kereta Cicalengka, KNKT Ungkap Anomali Sinyal Sudah Ada Sejak Agustus 2023


Indeks Ekspektasi Konsumen atau Consumer Expectations Index (CEI) melemah ke level 66,4, terendah sejak Maret 2013. Kekhawatiran mengenai inflasi yang tinggi membuat konsumen mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Semester II 2002.


Di pasar komoditas, harga minyak mentah reli selama tiga hari beruntun. Kenaikan terjadi setelah negara produsen besar seperti Arab Saudi dan UEA tampak tidak mungkin mampu menaikkan volume produksi mereka secara signifikan pada saat dunia barat sepakat untuk mengeksplorasi cara untuk membatasi harga pembelian minyak dari Rusia.


 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi