BANDA ACEH -Aksi balasan dilakukan kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan salah satu komandan paling senior.
Dalam keterangannya pada Jumat (5/8), PIJ mengatakan pihaknya telah meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel, memperingatkan bahwa serangan yang lebih luas akan menyusul.
Aksi PIJ dilakukan setelah jet Israel menyerang sebuah gedung apartemen di Gaza sebelumnya, menewaskan komandan senior mereka, Taysir al-Jabari.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga menargetkan 10-20 operasi PIJ tambahan dengan rudal dan artileri, dalam serangan dramatis yang disebut ‘Operasi Breaking Dawn’.
PIJ segera mengancam akan menyerang Tel Aviv dengan rudal sebagai tanggapan, dan dalam beberapa jam setelah kematian al-Jabari, sirene serangan udara dapat terdengar di seluruh Israel selatan. Rekaman video yang diambil oleh koresponden RT Arab Dalia Nammari menunjukkan beberapa proyektil ini melintas di atas dekat perbatasan Israel-Gaza, dengan beberapa dicegat oleh baterai pertahanan rudal Iron Dome Israel.
IDF mengklaim bahwa sekitar 80 roket ditembakkan dari Gaza, dengan sekitar setengahnya jatuh di atas kantong Palestina.
“Dari 46 yang berhasil masuk ke wilayah Israel, 33 dicegat oleh Iron Dome sementara sisanya jatuh di daerah terbuka,” kata IDF.
PIJ diyakini memiliki roket al-Quds buatan sendiri, serta rudal anti-tank dan roket Qassam yang lebih sering digunakan oleh Hamas, kelompok militan Palestina yang lebih besar.
Di tengah salvo dari Gaza, pesawat Israel meluncurkan gelombang serangan udara lebih lanjut di Gaza, menargetkan apa yang dikatakan IDF sebagai “lokasi produksi senjata, gudang, dan posisi menembak.” Rekaman video menangkap saat dugaan posisi penembakan roket dan dua gudang penyimpanan dilenyapkan dengan rudal.
Sementara itu para pejabat Palestina mengatakan bahwa setidaknya ada sepuluh orang tewas oleh serangan udara Israel, termasuk seorang gadis berusia lima tahun, sementara lebih dari 55 warga Palestina lainnya terluka.
Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengumumkan sebelumnya bahwa ia telah mengijinkan pemanggilan sekitar 25.000 tentara cadangan, sementara juru bicara IDF Ron Kochav mengatakan kepada Channel 12 bahwa operasi melawan PIJ “akan memakan waktu lama.”
Dalam pidatonya pada Jumat malam, Perdana Menteri Yair Lapid menggunakan istilah yang sama, mengatakan bahwa pertempuran “akan memakan waktu lama.”
“Israel tidak akan tinggal diam ketika ada pihak-pihak yang mencoba menyakiti warga sipilnya,” kata Lapid.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler