Minggu, 25/02/2024 - 10:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Kemendag Musnahkan Pakaian Impor Bekas Senilai Rp 8,5 Miliar di Karawang

ADVERTISEMENT

Pakaian bekas merupakan barang yang dilarang impornya.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

 KARAWANG — Kementerian Perdagangan memusnahkan pakaian bekas impor sebanyak 750 bal atau senilai Rp 8,5 miliar di kawasan pergudangan Gracia, Karawang, Jawa Barat, Jumat (12/8/2022). Pemusnahan itu merupakan tindak lanjut dari pengawasan perdagangan pakaian impor bekas yang dilarang oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT
Hari Pers Nasional


Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, pemusnahan itu juga sebagai respons pemerintah terhadap semakin maraknya perdagangan pakaian bekas yang diduga asal impor. Adapun transaksi impor pakaian beas dilakukan melalui pemesanan online ataupun konvensional.

ADVERTISEMENT


“Pemusnahan ini adalah salah satu bentuk komitmen Kementerian Perdagangan dalam proses pengawasan dan penegakan hukum terkait dengan pelanggaran di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen,” kata Zulkifli, Jumat (12/8/2022) pagi.

ADVERTISEMENT
KUR Syariah Bank Aceh
Berita Lainnya:
Cara Mudah Mengelola Keuangan: Membangun Kekayaan Berarti untuk Diri Sendiri dan Keluarga


Pakaian bekas merupakan barang yang dilarang impornya berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

ADVERTISEMENT
Bayar Tol dengan Pengcard


Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di Balai Pengujian Mutu Barang, sampel pakaian bekas yang telah diamankan tersebut terbukti mengandung jamur kapang.

ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action


Ia menjelaskan, cemaran jamur kapang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh.

Berita Lainnya:
KAI Daop 9 Jember: 48.236 Penumpang Gunakan KA Selama Libur Panjang


Hal itu dapat merugikan masyarakat sekaligus melanggar ketentuan Pasal 8 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.


Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono mengungkapkan, dari hasil pengembangan sementara, ditengarai pakaian bekas tersebut masuk melalui pelabuhan ‘tikus’ yang banyak tersebar di wilayah Indonesia dan diedarkan di Pulau Jawa.


“Saat ini kami masih melakukan pengumpulan bahan keterangan lebih lanjut terkait proses dan jalur pemasukan pakaian bekas tersebut ke Indonesia,” ujarnya.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENT

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi