DUNIA
INTERNASIONALASIA

Pulkam, Eks Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa Langsung Dituntut Warga agar Ditangkap

“Kami menyambut baik keputusannya untuk kembali. Jadi kami bisa menyeretnya ke pengadilan atas kejahatan yang telah dilakukannya,” ucap Tharindu Jayawardhana, juru bicara Asosiasi Jurnalis Muda Sri Lanka, Jumat (2/9).

Beberapa kasus korupsi yang diajukan terhadap Rajapaksa terhenti setelah dia terpilih sebagai presiden.

Rajapaksa juga menghadapi dakwaan di pengadilan AS atas pembunuhan Wickrematunge dan penyiksaan tahanan Tamil pada akhir perang saudara traumatis di pulau itu pada 2009.

Rajapaksa memenangkan pemilihan umum pada 2019 setelah menjanjikan ‘pemandangan kemakmuran dan kemegahan’ tetapi popularitasnya merosot ketika krisis negara itu memburuk.

Pemerintahannya dituduh memperkenalkan pemotongan pajak untuk para populis, yang mendorong utang pemerintah dan memperburuk masalah ekonomi negara.

Di sisi lain, wabah virus corona juga memberikan pukulan telak bagi perekonomian negara karena industri pariwisata merosot tajam. Kondisi ini diperparah dengan ‘keringnya’ pengiriman uang dari warga Sri Lanka yang bekerja di luar negeri. Baik pariwisata dan pengiriman uang dari pekerja migran, keduanya merupakan penghasil devisa utama bagi Sri Lanka.

Wickremesinghe, yang sebelumnya mejabat sebagai perdana menteri, telah dipilih oleh parlemen untuk menjalani sisa masa jabatan Rajapaksa. Dia sejak itu menindak protes jalanan dan menangkap para aktivis terkemuka.

Menurut The Guardian, pemerintah Sri Lanka pada April, telah gagal membayar utang luar negeri senilai USD 51 miliar, dan   bank sentral telah memperkirakan rekor kontraksi PDB 8 persen pada tahun ini.

Beruntung, setelah berbulan-bulan negosiasi, Dana Moneter Internasional pada Kamis mau menyetujui paket bailout bersyarat USD 2,9 miliar untuk memperbaiki keuangan Sri Lanka yang babak belur.[]

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya