Selasa, 23/04/2024 - 11:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Turki Sebut Yunani Langgar Teritorial Lebih dari 1.100 Kali

ADVERTISEMENTS

Yunani melanggar wilayah udara dan perairan teritorial Turki lebih dari 1.100 kali

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

ANKARA — Menanggapi provokasi Yunani terhadap jet Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (6/9/2022) mengatakan pembicaraan Ankara dengan NATO tengah berlangsung, dan dia menekankan, “Sensitivitas kami berlanjut dan Yunani menyadari hal ini.”

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Mengenai masalah penguncian radar terhadap jet Turki, kepekaan kami tetap teguh dengan tekad. Yunani menyadari hal ini dan dengan demikian memilih untuk memperbaiki tindakannya,” kata Erdogan di ibu kota Ankara sebelum memulai kunjungan ke tiga negara di Balkan, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, dan Kroasia.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Sekjen NATO Khawatirkan Aktivitas Spionase Rusia di Aliansi Itu

Presiden Turki mengulangi peringatan negaranya itu kepada Athena, dengan mengatakan: “Kita bisa datang tiba-tiba suatu malam.”

ADVERTISEMENTS

Jet Turki terlibat dalam misi NATO di atas Laut Aegea dan Mediterania Timur pada 23 Agustus ketika diganggu oleh sistem pertahanan udara S-300 buatan Rusia yang ditempatkan di pulau Kreta, Yunani. Presiden mengatakan para pejabat Turki terus mengangkat masalah ini di ranah NATO.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Menurut sumber Kementerian Pertahanan Nasional Turki, Yunani melanggar wilayah udara dan perairan teritorial Turki lebih dari 1.100 kali selama delapan bulan pertama tahun ini.

Krisis energi

Mengenai krisis energi di kawasan Eropa, Erdogan mengatakan Eropa akan menghadapi “masalah serius” musim dingin ini, tetapi Turki tidak memiliki masalah seperti itu.

Berita Lainnya:
Siapkan Serangan Balasan, Iran Janji Hindari Eskalasi Lebih Besar

Harga gas melonjak setelah perusahaan energi Rusia Gazprom mengumumkan bahwa pengiriman gas alam dari pipa Nord Stream 1 ke Eropa dihentikan tanpa batas waktu.

Gazprom menutup pipa antara 31 Agustus – 2 September untuk keperluan perbaikan, dan pasokan dijadwalkan dilanjutkan setelah 2 September, tetapi perusahaan Rusia itu mengumumkan bahwa jalur pipa akan tetap ditutup.

“Eropa menuai apa yang ditaburnya,” tutur dia, menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi sanksi Eropa dengan cara yang sama.

 


sumber :

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi