Minggu, 19/05/2024 - 05:20 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Perbedaan Kemunafikan dan Riya, Dua Perkara yang Dilarang dalam Islam

Kemunafikan dan riya merupakan perkara yang tak boleh ada dalam diri Muslim

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA – Nifaq atau kemunafikan dan riya adalah dua perbuatan buruk yang tentunya harus dijauhi dari seorang Muslim. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Keduanya memiliki makna yang mirip tetapi terdapat perbedaan yang terang. Kemiripan ini mungkin karena keduanya merujuk pada sikap menyembunyikan sesuatu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS


Nifaq sendiri adalah sikap seseorang yang bertentangan sesuatu yang dia sembunyikan dalam dirinya dan bertujuan menipu orang lain dengan dengan menampilkan kebenaran dan Islam, tetapi sebetulnya ia menyembunyikan kejahatan dan kekafiran. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah


Adapun riya, sering kali disebut oleh masyarakat Indonesia sebagai sikap pamer. Dalam Islam, riya adalah sikap mengharapkan pujian dari orang-orang atas perbuatan baik yang dilakukannya. Tentu sikap riya ini juga merupakan perbuatan tercela dalam Islam. 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Benarkah Jadi Sukses dan Kaya Raya adalah Bentuk Kasih Sayang Allah SWT?


Munafik memiliki makna yang lebih umum daripada riya. Namun keduanya adalah salah satu penyakit yang paling berbahaya bagi umat Islam, karena seorang Muslim bisa menderita dengannya. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


Salah seorang mantan Mufti Mesir, Syekh Nasr Farid Wasel, menuturkan  orang munafik adalah orang yang menunjukkan kebalikan dari sesuatu yang disembunyikannya. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA


Artinya, apa yang ditampilkan atau terlihat dari seseorang, itu tidak selaras dengan apa yang disembunyikan oleh dirinya. 

ADVERTISEMENTS


Dalam kitab Washiyat Al-Musthafa, dijelaskan mengenai wasiat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib. 

ADVERTISEMENTS


“Wahai Ali, bagi orang munafik itu ada tiga tanda, yaitu jika bicara dia bohong, jika berjanji ingkar, dan jika diberi amanat dia berkhianat dan nasihat (yang diberikan kepadanya) tidak berguna bagi orang munafik.”

Berita Lainnya:
Bacaan yang Diajarkan Rasulullah SAW Ini Jadi Tiket Menuju Surga


Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda: 


أربعٌ من كنَّ فيه كان منافقًا خالصًا، ومن كانت فيه خَصلةٌ منهنَّ كان فيه خصلةٌ من النفاقِ حتى يدَعها: إذا ائتُمن خان، وإذا حدَّث كذَب، وإذا عاهَد غدَر، وإذا خاصَم فجَر


“Ada empat perkara. Siapa yang empat perkara itu semuanya ada di dalam dirinya, maka orang itu adalah orang munafik yang murni. Siapa yang di dalam dirinya ada satu perkara dari empat perkara tersebut, maka orang itu juga memiliki satu macam perkara dari kemunafikan sampai ia meninggalkannya. Yaitu, jika dipercaya berkhianat, jika  berbicara berdusta, jika berjanji tidak ditepati, dan jika bermusuhan ia berbuat licik (culas).” (HR Bukhari dan Muslim)


 


Sumber: fiqh islamonline  

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi