Selasa, 21/05/2024 - 08:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Presiden Macron Desak Gereja Ortodoks Rusia Lawan Tekanan Kremlin

Macron minta Gereja Ortodoks Rusia tidak membenarkan perang di Ukraina

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

PARIS — Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Ahad (23/10/2022) menyerukan agar Gereja Ortodoks Rusia tidak mengikuti manipulasi otoritas negara untuk membenarkan perang di Ukraina. Macron mendesak Gereja Ortodoks Rusia untuk melawan tekanan semacam itu.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Macron menyampaikan pernyataan itu  dalam pidato di sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’ Egidio di Italia, atau sebuah kelompok perdamaian dan amal di seluruh dunia. Orang nomor dua Gereja Ortodoks Rusia, Metropolitan Anthony, duduk di barisan depan bersama para pemimpin agama lain saat Macron berbicara. Dalam pidatonya, Macron fokus membahas persoalan perang Rusia-Ukraina.

Kepala Gereja Ortodoks Rusia, Patriark Kirill, telah memberikan dukungan antusias terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Kirill mengatakan, perlawanan Rusia ini sebagai benteng melawan Barat.

Berita Lainnya:
Rusia: Pembekuan 300 Miliar Dolar AS Aset Rusia Adalah Pencurian Terbesar

“Para pemimpin agama juga memiliki peran perlawanan ketika menghadapi kebodohan peristiwa ini,” kata Macron, merujuk pada perang di Ukraina.  

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Kami tahu betul bagaimana agama Ortodoks saat ini dimanipulasi oleh mereka yang berkuasa di Rusia untuk membenarkan tindakan mereka. Perlawanan diperlukan di sini,” ujar Macron menambahkan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Macron mengatakan, perlawanan berarti tidak pernah membenarkan, tidak pernah jatuh ke dalam perangkap, tidak mendukung proyek politik yang cenderung meniadakan martabat setiap individu. Reuters mendekati Metropolitan Anthony di ruang konferensi setelah pidato Macron tetapi dia menolak berkomentar.  

Sikap Kirill di Ukraina juga telah menyebabkan keretakan dengan Vatikan dan memicu pemberontakan internal yang menyebabkan pemutusan hubungan beberapa Gereja Ortodoks lokal dengan Gereja Ortodoks Rusia.  

ADVERTISEMENTS

Prancis telah berulang kali menekankan pentingnya menjaga saluran diplomatik Barat ke Moskow tetap terbuka sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Macron menyatakan, dia yakin ada peluang untuk perdamaian di Ukraina, bahkan ketika Rusia memperingatkan konflik tersebut bisa meningkat.  

ADVERTISEMENTS

 Macron bertemu dengan Presiden Italia Sergio Mattarella di konferensi tersebut.  Dia dijadwalkan bertemu dengan Paus Fransiskus pada Senin (24/10/2022) di Vatikan dan keduanya akan menutup konferensi pada Selasa (25/10/2022) di Colosseum. Pada Ahad (23/10/2022) malam, Macron mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Italia terpilih, Giorgia Meloni.

Berita Lainnya:
Xi Jinping: China dan AS Harus Jadi Mitra, Bukan Saingan

sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi